MARGA RAHAYU - Pelaku tindak kriminal spesialis perampokan kembali beraksi di wilayah hukum Polres Lubuklinggau. Kali ini PT Adira Finence, Jalan Sultan Mahmud Baddarudin II Kelurahan Marga Rahayu, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II menjadi korbannya, Sabtu (1/6) pukul 23.30 WIB.
Menurut security Adira Finence, Redi Irawan (28) warga Desa Lubuk Ngin Kelurahan Lubuk Ngin, Kecamatan Selangit Kabupaten Musi Rawas, sebelum kejadian awalnya dia sedang duduk-duduk di dalam kantor. Beberapa menit karyawan pulang, 2 pelaku dengan menggunakan helm datang dan masuk ke dalam kantor yang pada saat itu kondisi pintu tidak dikunci.
"Pelaku langsung menodong saya dengan menggunakan senjata api. Bukan hanya itu pelaku pun mengikat kedua kaki dan tangan saya dengan menggunakan kabel data komputer, serta menutup mulut saya menggunakan baju," ungkap Redi sembari menambahkan, pelaku juga sempat menanyakan komputer yang menginput CCTV, namun dia menunjuk ke segala arah.
Tidak lama kemudian datang kawan Redi sambil memanggil dan mengetuk pintu, lalu masuk ke dalam kantor. Melihat itu, para pelaku merasa panik. Pelaku kemudian mengancam kawan Redi tersebut dengan menggunakan senjata api, setelah itu melarikan diri.
Sementara itu, Kepala cabang Adira Finence, Ahmad Saputra menerangkan, tidak lama kejadian dia mendapat kabar bahwa kantor sudah dibobol perampok. "Kemudian saya mendatangi kantor bersama dengan karyawan yang lain satu jam setelah perampokan, dan di lokasi sudah ada pihak kepolisian," terangnya.
Dia menambahkan, dari peristiwa perampokan tersebut diketahui pelaku mencuri satu unit komputer Costumer Service dan merusak barang-barang kantor. "Akibat aksi para perampok ini kerugian diperkirakan sekitar Rp 5 juta," paparnya.
Terpisah Ketua RT 06 Kelurahan Marga Rahayu, Edison mengatakan, setelah perampokan dia langsung mendatangi lokasi untuk meninjau. Meskipun sudah ada barang dicuri oleh pelaku, untungnya tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
"Dihimbau pada masyarakat untuk selalu berhati-hati. Apabila pada malam hari ada tamu, diharapkan untuk memastikan terlebih dahulu agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan," himbaunya.
Kapolres Lubuklinggau AKBP Chaidir, melalui Kapolsek Lubuklinggau Selatan Iptu Dedi Purma Jaya, didampingi Kasat Reskrim AKP Edwartu menjelaskan, pihaknya masih menyelidiki kasus ini. "Kami sudah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan memeriksa para saksi, begitu juga korban yang disekap," jelasnya.
Untuk sementara, barang bukti yang diamankan berupa kabel data yang digunakan pelaku untuk mengikat kaki dan tangan korban, serta baju milik security yang pakai untuk menutup mulut security tersebut. "Kami masih mengumpulkan data-data dan barang bukti lain, serta meminta keterangan saksi lainnya untuk penyelidikan lebih lanjut," tegasnya.(06)
Menurut security Adira Finence, Redi Irawan (28) warga Desa Lubuk Ngin Kelurahan Lubuk Ngin, Kecamatan Selangit Kabupaten Musi Rawas, sebelum kejadian awalnya dia sedang duduk-duduk di dalam kantor. Beberapa menit karyawan pulang, 2 pelaku dengan menggunakan helm datang dan masuk ke dalam kantor yang pada saat itu kondisi pintu tidak dikunci.
"Pelaku langsung menodong saya dengan menggunakan senjata api. Bukan hanya itu pelaku pun mengikat kedua kaki dan tangan saya dengan menggunakan kabel data komputer, serta menutup mulut saya menggunakan baju," ungkap Redi sembari menambahkan, pelaku juga sempat menanyakan komputer yang menginput CCTV, namun dia menunjuk ke segala arah.
Tidak lama kemudian datang kawan Redi sambil memanggil dan mengetuk pintu, lalu masuk ke dalam kantor. Melihat itu, para pelaku merasa panik. Pelaku kemudian mengancam kawan Redi tersebut dengan menggunakan senjata api, setelah itu melarikan diri.
Sementara itu, Kepala cabang Adira Finence, Ahmad Saputra menerangkan, tidak lama kejadian dia mendapat kabar bahwa kantor sudah dibobol perampok. "Kemudian saya mendatangi kantor bersama dengan karyawan yang lain satu jam setelah perampokan, dan di lokasi sudah ada pihak kepolisian," terangnya.
Dia menambahkan, dari peristiwa perampokan tersebut diketahui pelaku mencuri satu unit komputer Costumer Service dan merusak barang-barang kantor. "Akibat aksi para perampok ini kerugian diperkirakan sekitar Rp 5 juta," paparnya.
Terpisah Ketua RT 06 Kelurahan Marga Rahayu, Edison mengatakan, setelah perampokan dia langsung mendatangi lokasi untuk meninjau. Meskipun sudah ada barang dicuri oleh pelaku, untungnya tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
"Dihimbau pada masyarakat untuk selalu berhati-hati. Apabila pada malam hari ada tamu, diharapkan untuk memastikan terlebih dahulu agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan," himbaunya.
Kapolres Lubuklinggau AKBP Chaidir, melalui Kapolsek Lubuklinggau Selatan Iptu Dedi Purma Jaya, didampingi Kasat Reskrim AKP Edwartu menjelaskan, pihaknya masih menyelidiki kasus ini. "Kami sudah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan memeriksa para saksi, begitu juga korban yang disekap," jelasnya.
Untuk sementara, barang bukti yang diamankan berupa kabel data yang digunakan pelaku untuk mengikat kaki dan tangan korban, serta baju milik security yang pakai untuk menutup mulut security tersebut. "Kami masih mengumpulkan data-data dan barang bukti lain, serta meminta keterangan saksi lainnya untuk penyelidikan lebih lanjut," tegasnya.(06)


0 komentar:
Tulis komentar anda
Tell us what you're thinking... !