AIR KUTI - Meski mendominasi pertandingan, Persimuba ternyata tidak mampu memetik kemenangan atas Persimura saat bertandang ke Stadion Bumi Silampari di Kelurahan Air Kuti, Kecamatan Lubuklinggau Timur I, Rabu (20/8).
Pertandingan yang dimulai pukul 15.30 WIB, tim dengan julukan ‘Laskar Mati Dem Asal Top’ dikalahkan dengan skor tipis 1-0 atas Persimura. Tidak hanya itu tim yang mengenakan kostum putih-putih ini pun, gagal mempertahankan posisinya sebagai pemuncak klasemen dengan poin 11 di grup A. Pada lanjutan Liga Nusantara (Linus) Wilayah Sumatera Selatan putaran ke II. Dan harus puas di posisi runner up diungguli Persimura tiga poin.
Sejak peluit babak pertama pertandingan dibunyikan wasit Anggi asal Muara Enim, dibantu Wasit Supriadi dan Muhajirin, kesebelasan Persimuba gencar melancarkan serangan, beberapa tendangan sempat mengancam gawang Persimura yang dijaga Bayu Andika, namun berkat kesigapannya usaha tersebut berakhir sia-sia.
Petaka datang di menit ke-13, ketika pemain bernomor punggung 25 Sutristo melakukan pelanggaran di daerah pinalti terhadap pemain Persimura Yusmanto. Tidak mau membuang peluang kapten tim ‘Laskar Lanang Nian’ menunjuk Redi sebagai algojo penalti. Sorak-sorai pelajar dan masyarakat memenuhi tribun Stadion Bumi Silampari terdengar, memberi dukungan kepada pemain bernomor punggung 18. Dan ia berhasil menjalankan tugasnya baik dan mengubah skor menjadi 1-0.
Tertinggal 1 gol Persimuba bukan meningkatkan pertandingan, malah sebaliknya tim lawan berkostum biru-biru lebih tampil menekan dan berhasil menciptakan peluang melalui umpan-umpan yang diberikan Candra Ridwan CS, hingga turun minum skor tidak berubah 1-0.
Meski pertandingan sempat diguyur hujan, di babak ke dua formasi 4-4-2 yang diterapkan Persimuba ternyata efektif menguasai bola. Berkali-kali tendangan dari Niko Susanto, pemain Persimuba, mencoba peruntungan mengubah skor. Namun berhasil diantisipasi barisan pertahanan Persimura. Hingga peluit panjang dibunyikan skor tidak berubah 1-0 untuk kemenangan Persimura.
Pada pertandingan disaksikan langsung oleh Wakil Bupati Musi Rawas, H Hendra Gunawan tercatat dari Pengawas Pertandingan Efran Hasan, Persimura melakukan tembakan ke gawang 6 kali dan Persimuba 8 kali. Dengan jumlah pelanggaran dari Persimura 12 pelanggaran. Sedangkan Persimuba 11 pelanggaran dengan perolehan kartu kuning empat untuk Persimura dan dua untuk Persimuba.
Menanggapi hasil tersebut Pelatih Persimuba, Danand Jaya mengatakan, faktor terburu-buru yang dilakukan oleh pemain Persimuba dalam menyelesaikan serangan, membuat finishing yang dilakukan kurang maksimal.
Dampaknya tim Persimuba gagal mencuri poin dari pertandingan tandang melawan Persimura.
“Pemain kita terlalu terburu-buru tidak sabar. Sehingga hasil akhirnya kurang maksimal. Pertandingan selanjutnya kita melawan kita targetkan dapat meraih poin penuh,” tegasnya kepada Linggau Pos, Rabu (20/8).
Ketua PSSI Kabupaten Musi Rawas, H Rudi Irawan mengaku puas karena Persimura mampu mempertahankan trennya menjadi juara tidak pernah terkalahkan selama kompetisi Linus berlangsung. Ia mengakui ada bonus yang diberikan kepada para pemain untuk memotivasi para pemain.
“Dengan hasil ini diharapkan dapat menggairahkan kembali persepakbolaan Kabupaten Musi Rawas dan Sumsel. Target selanjutnya kita diharapkan dapat meraih poin saat laga tandang melawan Banyu Asin,” ungkap Rudi Irawan.
Sementara itu, Wakil Bupati Musi Rawas, H Hendra Gunawan mengucap syukur atas hasil positif diraih oleh Persimura. Hingga berhasil membawa nama baik Kabupaten Musi Rawas. Ia menyarankan agar hasil diraih tersebut dapat dipertahankan karena prestasi saat ini berkat kebersamaan dan kekompakan terjalin dalam Tim Persimura.
“Saya berterima kasih kepada masyarakat dan pelajar yang datang ke stadion untuk memberikan dukungannya kepada Persimura. Dan bersedia menjadi pemain ke 12 untuk tim ‘Laskar Lanang Nian’, dan kepada pemain jangan mudah lengah,” ungkap Hendra Gunawan.(06)


0 komentar:
Tulis komentar anda
Tell us what you're thinking... !