Rakyat Terlibat Langsung Pada Pilkada
MUSI RAWAS-Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) secara langsung membawa dampak positif dan negatif bagi masyarakat. Apa pendapat Nazaruddin Hasan, bakal calon Bupati Musi Rawas mengenai fenomena ini? Jaksa yang sekarang bertugas di Kejati Sumsel ini memberikan tanggapan jika Pilkada langsung ini memiliki kelebihan, di mana rakyat dapat bisa terlibat langsung untuk menyalurkan aspirasinya untuk memilih calon Bupati dan Wakil Bupati.
“Siapa saja bisa memilih figur Bupati yang disenanginya, dan ini namanya demokrasi,” kata Nazaruddin, sapaannya pada Linggau Pos, Jumat (29/8). Ia juga menyakini dengan Pilkada langsung ini memberikan banyak manfaat bagi warga, di mana pada alam demokrasi sekarang ini figur calon Bupati dan Wakil Bupati menjadi perhatian para pemilih. Sehingga calon yang kapabel serta memiliki track record yang baik bisa jadi akan menjadi pilihan masyarakat. Di mana figur calon Bupati dan wakilnya, akan juga menentukan keterpilihan mereka nantinya pada saat pencoblosan kertas suara.
Sehingga, Nazaruddin beranggapan Pilkada langsung ini memang memberikan kesempatan pada masyarakat untuk memilih pemimpinnya secara langsung, umum, bebas, dan rahasia.
Tapi, Nazaruddin menilai ada sisi negatif dari Pilkada ini. Yakni munculnya politik uang (Money Politic) diduga dilakukan oknum kandidat calon ikut bertarung melalui tim pemenangannya. Meski demikian, Nazaruddin mengajak pemilih untuk memilih calon Bupati Musi Rawas ke depan dengan hati nurani. “Pilihlah dengan hati nurani, jangan tergiur dengan money politic,” sarannya.
Ia juga mengungkapkan Pilkada secara langsung ini memberikan dampak pada calon Bupati maupun wakilnya. Di mana para calon Bupati itu akan banyak mengeluarkan biaya selama tahapan Pilkada akan diikutinya hingga hari pencoblosan. (15)
MUSI RAWAS-Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) secara langsung membawa dampak positif dan negatif bagi masyarakat. Apa pendapat Nazaruddin Hasan, bakal calon Bupati Musi Rawas mengenai fenomena ini? Jaksa yang sekarang bertugas di Kejati Sumsel ini memberikan tanggapan jika Pilkada langsung ini memiliki kelebihan, di mana rakyat dapat bisa terlibat langsung untuk menyalurkan aspirasinya untuk memilih calon Bupati dan Wakil Bupati.
“Siapa saja bisa memilih figur Bupati yang disenanginya, dan ini namanya demokrasi,” kata Nazaruddin, sapaannya pada Linggau Pos, Jumat (29/8). Ia juga menyakini dengan Pilkada langsung ini memberikan banyak manfaat bagi warga, di mana pada alam demokrasi sekarang ini figur calon Bupati dan Wakil Bupati menjadi perhatian para pemilih. Sehingga calon yang kapabel serta memiliki track record yang baik bisa jadi akan menjadi pilihan masyarakat. Di mana figur calon Bupati dan wakilnya, akan juga menentukan keterpilihan mereka nantinya pada saat pencoblosan kertas suara.
Sehingga, Nazaruddin beranggapan Pilkada langsung ini memang memberikan kesempatan pada masyarakat untuk memilih pemimpinnya secara langsung, umum, bebas, dan rahasia.
Tapi, Nazaruddin menilai ada sisi negatif dari Pilkada ini. Yakni munculnya politik uang (Money Politic) diduga dilakukan oknum kandidat calon ikut bertarung melalui tim pemenangannya. Meski demikian, Nazaruddin mengajak pemilih untuk memilih calon Bupati Musi Rawas ke depan dengan hati nurani. “Pilihlah dengan hati nurani, jangan tergiur dengan money politic,” sarannya.
Ia juga mengungkapkan Pilkada secara langsung ini memberikan dampak pada calon Bupati maupun wakilnya. Di mana para calon Bupati itu akan banyak mengeluarkan biaya selama tahapan Pilkada akan diikutinya hingga hari pencoblosan. (15)


0 komentar:
Tulis komentar anda
Tell us what you're thinking... !