PURWODADI - Boleh percaya boleh tidak, Sopian Faturahman (20) warga Desa P1, Mardiharjo, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Musi Rawas, diduga tewas setelah dibawa makhluk halus yaitu Gunderuwo.
Awal cerita menghebohkan itu terjadi pada Senin (15/9) sekitar pukul 08.00 WIB, putra pasangan Agus dan Murniati tengah asyik bermain sepeda tua di samping rumahnya. Bocah ini memainkan engkel sepeda dengan memutar-mutarkannya. Ia pun tidak luput dari pandangan pengasuhnya yang merupakan bukde bocah berumur 2 tahun ini.
Entah mengapa ketika kembali di cek aktivitasnya, ternyata anak tersebut sudah tidak berada lagi di tempatnya, belum merasa curiga jika Sopian Faturahman hilang ke dimensi lain. Keluarga dibantu dengan warga setempat terus mencari bocah itu di dalam maupun di sekitar rumahnya, sempat-sempat dicurigai bocah tersebut jatuh ke dalam kolam air deras yang berisi ikan.
Dengan peralatan seadanya, kolam itu pun airnya dikuras meski berlangsung cukup lama dan kolam itu kering tidak ditemukan keberadaan bocah malang itu. Keanehan pun timbul keluarga pun berinisiatif mencari Sopian Faturahman dengan cara lain yaitu memanggil orang pintar untuk ikut mencari di mana keberadaan Sopian Faturahman.
Lama berselang, bakda Magrib, rumah Agus ramai dikunjungi warga untuk menyaksikan ritual pencarian Sopian Faturahman. Alhasil setelah hampir 12 jam menghilang, sekitar pukul 19.55 WIB Sopian Faturahman berhasil ditarik, diduga ia dibawa oleh makhluk halus berupa Genderuwo, bocah itu ditemukan warga di samping kolam air deras berjarak 50 meter dari kediamannya dalam kondisi tidak sadarkan diri.
Kapolsek Purwodadi, AKP Edy Putra Jaya, kepada Linggau Pos, Senin (15/9) mengatakan, informasi dari masyarakat bocah berumur 2 tahun tersebut hilang dibawa oleh makhluk halus karena keberadaannya tidak dapat diketahui secara kasat mata.
“Sopian Faturahman ditemukan di samping kolam air deras 50 meter dari kediamannya dalam keadaan tidak sadarkan diri, oleh keluarga korban dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Siti Aisyah Kota Lubuklinggau untuk diberi pertolongan medis, setiba di rumah sakit korban menghembuskan nafas terakhirnya,” ungkap Kapolsek Purwodadi, AKP Edy Putra Jaya.
Mengetahui nyawa Sopian Faturahman tidak dapat ditolong lagi, keluarga langsung membawanya pulang ke rumah duka, dan direncanakan akan dimakamkan di TPU Purwodadi, Selasa (16/9). (06)


0 komentar:
Tulis komentar anda
Tell us what you're thinking... !