IPM Kabupaten Musi Rawas Urutan 15 - Linggau Pos | Jawa Pos Group
Berita Terbaru :
Home » » IPM Kabupaten Musi Rawas Urutan 15

IPM Kabupaten Musi Rawas Urutan 15

Diterbitkan Oleh Tribun Linggau pada Selasa, 02 September 2014 | 07.00


*Dari 17 Kabupaten/kota se-Sumsel

MUSI RAWAS – Dari 17 kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Indek Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Musi Rawas tahun 2013 berada di urutan ke-15. Angkanya berkisar 69,57 setelah Kabupaten Empat Lawang yang merupakan Daerah Otonom Baru (DOB) dari Kabupaten Lahat sebesar 70,02.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Musi Rawas, Aidil Adha menjelaskan rendahnya IPM di Kabupaten Musi Rawas disebabkan berbagai faktor. Apa saja? Soal itu Aidil Adha menyatakan untuk dapat mengetahui IPM tentu ada metode tersendiri harus dilihat, di mana pola dalam penghitungan IPM ada empat komponen. Yakni, angka harapan hidup, angka melek huruf, rata-rata lama sekolah, dan pengeluaran per kapita.

“Dari hasil penghitungan itu, diketahui IPM Kabupaten Musi Rawas tahun 2013 berada di urutan ke-15 dari 17 provinsi di Provinsi Sumsel. IPM Kabupaten Musi Rawas tahun 2013 secara keseluruhan 69,57, sedangkan Kabupaten Empat Lawang 70,02. Namun untuk perbandingan tahun ke tahun, IPM di Musi Rawas mengalami peningkatan, dimana pada tahun 2012 IPM di Musi Rawas tercatat sebanyak 69,01," ungkap Aidil Adha kepada Linggau Pos, Senin (1/9).   

Ia mengatakan rendahnya IPM tersebut disebabkan faktor utamanya angka harapan hidup, seperti belum ada pelayanan kesehatan Kabupaten Musi Rawas serta rata-rata lama sekolah.

"Penyebabnya angka harapan hidup karena dengan tidak ada pelayanan kesehatan seperti keberadaan rumah sakit di Kabupaten Musi Rawas, membuat sejumlah warga berobat ke Kota Lubuklinggau. Sekalipun status kepemilikan RSUD  Sobirin milik Kabupaten Musi Rawas, untuk pendataannya tetap dilakukan BPS Kota Lubuklinggau bukan BPS Kabupaten Musi Rawas. Ditambah lagi masih banyaknya warga yang sekolah ke Kota Lubuklinggau tentunya dapat memengaruhi IPM di Kabupaten Musi Rawas, karena pendataannya tidak masuk ke kita," jelas Aidil.

Namun secara shortfall, IPM di Kabupaten Musi Rawas tinggi. Akan tetapi pihaknya tidak bisa mengejar ketertinggalan dengan kabupaten/kota yang ada.

"Secara logika pertumbuhan kita bagus, dan saya akui jika angkanya bagus. Namun kita tidak bisa mengejar ketertinggalan ini, karena IPM mereka pun terus mengalami pergerakan. Inilah imbas dari aset Kabupaten Musi Rawas kebanyakan berada di Kota Lubuklinggau. Karena aset di kota berimbas pada penghitungan di saat pendataan, seperti sekolah, rumah sakit dan sebagainya," jelas dia. 

Namun jika menggunakan metode baru, IPM di Kabupaten Musi Rawas sedikit mengalami peningkatan dari kabupaten/kota di Provinsi Sumsel, akan tetapi metode itu belum disahkan.

"Dari hitungan saya dengan metode baru, Musi Rawas berada di urutan ke-13 dan Kabupaten Empat Lawang berada dibawah kita," tegas dia.  

Bagi yang sudah nyaman dengan metode lama, mereka tetap akan mempertahankan metode lama ketimbang metode baru.

"Kemungkinan akan digunakan pada saat penghitungan IPM tahun 2014 yang akan digunakan pada tahun 2015," beber dia.

Untuk metode baru, menurutnya, tidak jauh berbeda dengan metode lama hanya saja pada metode baru, angka melek huruf yang dihilangkan.(16)








Share this article :

0 komentar:

Tulis komentar anda

Tell us what you're thinking... !

Sedang Membaca

PEMBACA SETIA

 
Linggau Pos Jl. Jend. SudirmanNo. 89Kel. Batu Urip Taba
Kontak Person (0733) 322349
Copyright © 2013. Linggau Pos | Jawa Pos Group | Media Online Wong Sumatera
Hak Cipta MurahNian Oleh : Edi Design