Pemeran Video Mesum Lapor Polisi
Diterbitkan Oleh Tribun Linggau pada Jumat, 05 September 2014 | 05.36
*Diminta Keterangan Hingga 5 Jam
DEMPO - Kasus video mesum dengan pemeran siswi SMK Negeri 1 Lubuklinggau, In (17) dan mantan pacarnya, AAP tersebar ke masyarakat melalui ponsel, memasuki babak baru. Pemeran wanita, In telah melaporkan kasus amoral yang menggegerkan dunia pendidikan Kota Lubuklinggau ini.
Sekitar pukul 11.00 WIB, Kamis (4/9), In yang sempat menjadi buah bibir masyarakat Kota Lubuklinggau, tiga hari terakhir, melaporkan peristiwa dialaminya ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Kota Lubuklinggau. Ia diterima petugas piket SPKT.
Informasi didapatkan Linggau Pos, maksud dan tujuan kedatangan In untuk membuat laporan polisi diduga terkait penyebaran video porno, yang diunggah oleh mantan kekasih In melalui media sosial (Facebook) pada Selasa (2/9) lalu.
Saat itu, In masih menggunakan seragam sekolah SMK Negeri di Kota Lubuklinggau, yaitu rok hitam, baju kemeja putih lengan panjang dan jilbab warna hitam. Gadis cantik berusia 17 tahun ini didampingi dengan ibu kandungnya, nenek serta saudara perempuannya. In dimintai keterangan oleh pihak penyidik dari Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Kota Lubuklinggau.
Barulah, sekitar pukul 16.00 WIB, In dengan menggunakan motor jenis matic warna putih, pergi meninggalkan Mapolres Kota Lubuklinggau. Ia meninggalkan orang tua, saudara perempuan dan neneknya dengan berjalan kaki, menuju ke pintu keluar Mapolres Kota Lubuklinggau. Usai dimintai keterangan oleh penyidik sekitar 5 jam lamanya.
Kapolres Kota Lubuklinggau, AKBP Dover Christian melalui Kasat Reskrim, AKP Karimun Jaya kepada wartawan, Kamis (4/9) mengungkapkan pemeran video mesum itu, telah membuat laporan polisi di Mapolres Kota Lubuklinggau, kemarin (4/9).
"Korban sudah melapor, dan selanjutnya tindakan yang akan dilakukan adalah penyelidikan," kata Karimun Jaya.
*KPAID Prihatin
Sementara itu, Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kota Lubuklinggau, Astuti Karya Dewi menjelaskan hingga kini belum ada permohonan ke KPAID untuk mendampingi siswi diduga terlibat sebagai pemeran video mesum.
"Setelah membaca surat kabar, jelas kami prihatin. Namun, ini menjadi teguran bagi kita semua. Terutama orang tua, pendidik dan lingkungan. Agar senantiasa memberikan teladan yang baik kepada anak-anak," saran Dewi.
Jika In dipindahkan dari sekolah, Dewi menilai keputusan ini bukan berarti sekolah atau Kota Lubuklinggau ingin cuci tangan. Tapi, semua ini demi kebaikan si anak.
"Memang lebih baik orang tua tetap memberikan kesempatan bagi In untuk pindah sekolah. Cari solusi terbaik dari masalah ini. Jangan sampai hal ini membuat masa depan In turut hancur," harapnya.
Ia yakin, In bisa berbenah. Namun, lanjut Dewi, butuh lingkungan dan keluarga yang mendukung. Terutama orang tua yang perhatian dan memberikan contoh baik baginya.
Seperti diberitakan sebelumnya, pemeran video mesum siswi SMK Negeri 1 Lubuklinggau, terkuak. Dia adalah In (17), inisial siswi berjilbab ini mengaku melakukan perbuatan terlarang dengan mantan pacarnya yang sengaja direkam. Akibat ulahnya yang melanggar tata kesopanan masyarakat, siswi kelas XII jurusan program studi administrasi diskorsing atau dikeluarkan pihak sekolah, Rabu (3/9).
Informasi berhasil dihimpun Linggau Pos menyebutkan, video berdurasi 02.04 menit ini menyebar juga melalui handphone. Peristiwa tersebut, menjadi buah bibir orang tua khususnya kawula muda di Kota Lubuklinggau dan Kabupaten Musi Rawas.
Video porno yang tidak sepatutnya ditiru ini, dikabarkan telah diunggah sejak Senin malam (1/9) ke media sosial (Facebook). Kedua pasangan bukan suami istri ini melakukan hubungan intim tanpa sehelai benang di tubuhnya. Dengan pemeran pria yang masih menggunakan kaca mata bergagang hitam.
Informasi lainnya diperoleh, keduanya menjalin hubungan asmara sejak November 2013 lalu dan dua bulan terakhir kisah asmaranya kandas. Dilakukan sepekan usai hari raya Idul Fitri 1435 Hijriah di rumah kontrakan pengunggah video mesum itu, yang saat ini masuk buron Polres Lubuklinggau bertempat di Kecamatan Lubuklinggau Barat I, tanpa sepengetahuan teman perempuannya berinisial In.
Kandasnya asmara pasangan ini diduga membuat Angga Aries Putra geram. Ia sempat mengancam In melalui pesan singkat akan mengunggah video yang direkamnya ke media sosial. Perempuan cantik ini pun tidak menggubris hal tersebut, hingga aksi nekat tindak kejahatan dunia maya ini terjadi.
Video ini pun, menjadi trending topic di media sosial. Sampai-sampai komentar dari pengguna media sosial membahas di mana tempat perempuan tersebut menempuh pendidikan.
Investigasi Linggau Pos, berhasil menggali informasi tersebut, meski pada Selasa siang (2/9) video itu berikut dengan akun media sosial pemeran pria yang diduga bekerja sebagai Office Boy (OB) di salah satu Bimbel terkenal di Kota Lubuklinggau, diduga telah diblokir atau dihapus. Diduga karena terdapat muatan video porno itu.(06/05)
Label:
utama


0 komentar:
Tulis komentar anda
Tell us what you're thinking... !