DPRD Minta Polisi Rutin Patroli - Linggau Pos | Jawa Pos Group
Berita Terbaru :
Home » » DPRD Minta Polisi Rutin Patroli

DPRD Minta Polisi Rutin Patroli

Diterbitkan Oleh Unknown pada Senin, 27 Mei 2013 | 19.38

*Siap Anggarkan BBM

MAJAPAHIT - DPRD Kota Lubuklinggau, adakan rapat dengar pendapatan dengan Polres dan Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau, guna menyikapi maraknya perampokan dan pencurian di Kota Lubuklinggau. Rapat berlangsung di ruang badan anggaran (Banggar) gedung DPRD Kota Lubuklinggau, Jalan Yos Sudarso Kelurahan Majapahit, Kecamatan Lubuklinggau Timur I, Senin (27/5). 

Rapat dipimpin Ketua DPRD, Hasbi Asadiki dihadiri Kapolres Lubuklinggau, AKBP Chaidir diwakili Kompol Sitorus, dari Pemkot Lubuklinggau, Asisten I Imam Senen, Kepala Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP), Yusmar Caniago. Sedangkan anggota DPRD yang ikut rapat diantaranya Ketua Komisi I, Taufik Siswanto, Hirwansyah, Djonny, Andri Tanzil, Hendi Budiono, Sutrisno Amin, Chaidir Syam dan Lilian Mardalena.

Ketua DPRD Kota Lubuklinggau, Hasbi Asadiki mengatakan, hasilnya dari Rapat tersebut DPRD Kota Lubuklinggau, mendorong Polres Lubuklinggau, rutin melaksanakan patroli gabungan, yang anggotanya terdiri dari Polisi, anggota TNI, Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP). Disamping itu dalam menciptakan Kamtibmas (ketertiban masyarakat), Polres Lubuklinggau, melibatkan masyarakat dengan mengaktifkan Bimas (bimbingan masyarakat).

Sedangkan rekomendasi DPRD Kota Lubuklinggau, kepada Pemkot Lubuklinggau, agar mengaktifkan Siskamling (sistem keamanan lingkungan), Limas (pelindungan masyarakat) dan melibatkan Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) melakukan patroli bersama pihak kepolisian, Kodim 0406/Mura-Kota Lubuklinggau.   

Untuk itu, DPRD Kota Lubuklinggau, merekomendasikan kepada Pemkot Lubuklinggau, untuk melaksanakan Rakoor (rapat koordinasi) dengan mengundang instansi terkait diantaranya Polres Kota Lubuklinggau, Kodim 0406/Mura-Kota Lubuklinggau, lurah camat hingga ketua rukun tetangga (RT) untuk mengatasi persoalan Kamtibmas yang akhir-akhir ini dirasa tidak aman karena sering terjadi perampokan, pencurian, penjambretan di jalan raya dan berbagasi kasus pencurian di kendaraan dengan motif memecahkan kaca mobil. “DPRD siap menganggarkan dana untuk bahan bakar (BBM) patroli Polisi,” katanya.

Maraknya aksi perampokan yang terjadi di Kota Lubuklinggau, akhir-akhir ini, Hasbi Asadiki menilai pelakunya berasal dari luar Kota Lubuklinggau. “Ini sudah sangat mengkhawatirkan karena pelaku kejahatan menggunakan senpi (senjata api) dan sajam (senjata tajam),” ucapnya.

Untuk itu Polres Lubuklinggau hendaknya rutin melakukan razia gabungan melibatkan Pemkot Lubuklinggau, termasuk Kodim 0406/Mura-Kota Lubuklinggau, di daerah perbatasan Kota Lubuklinggau. “Saya sepakat Polres Lubuklinggau, rutin melaksanakan razia gabungan di pintu-pintu masuk Kota Lubuklinggau, dengan rutin melaksanakan razia mempersempit gerak pelaku tindak kejahatan,” tambahnya.

Lebih lanjut Hasbi Asadiki menegaskan bahwa, persoalan Kamtibmas menjadi perhatian DPRD Kota Lubuklinggau, pihaknya mengadakan rapat dengar pendapat lintas komisi. “Soal Kamtibmas merupakan mitra kerja Komisi I, namun pada rapat dengar pendapat kali ini kita adakan lintas komisi sehingga semua anggota komisi baik itu Komisi I, II dan Komisi III,” tegasnya.

Ketua Komisi I DPRD Kota Lubuklinggau, Taufik siswanto menyatakan berdasarkan informasi dari sejumlah korban perampokan khususnya pedagang di Jalan Yos Sudarso Kota Lubuklinggau, mengungkapkan bahwa modus operandi pelaku perampokan terdiri dari dua orang. “Mereka menggunakan sepeda motor, saat melakukan aksinya mereka mengenakan helm sehingga wajahnya tidak dikenali oleh korban. Ketika keadaan di dalam toko calon korbannya sepi, pelaku masuk dan menodongkan senpi kepada penjaga toko,” ungkapnya dalam rapat dengar pendapat.

Djonny Anggota Komisi I DPRD Kota Lubuklinggau, berharap kepada Polres Lubuklinggau, berhasil menangkap pelaku yang diperkirakan dilakukan oleh kelompok yang sama karena dari beberapa kejadian motifnya sama. “Pelaku menggunakan sepeda motor, motif melakukan rampok pada jam-jam sepi,” harapnya. Dia mengaku prihatin karena dari sejumlah kejadian belum ada pelakunya yang berhasil ditangkap. “Belum ada pelaku yang tertangkap sehingga mereka (pelaku kejahatan) makin meraja lelah,” tambahnya.

Djonny menyarankan kepada masyarakat yang menjadi korban tindak kejahatan baik itu perampokan penjambretan, pencurian untuk tidak ragu-ragu melapor kepada pihak kepolisian. “Sebab dari beberapa kejadian korbannya tidak melapor ke Polisi. Kita berharap kerjasama masyarakat sebab kalau tidak dilaporkan bagaimana Polisi bisa mengungkapnya,” himbaunya.  

Andri Tanzil anggota Komisi II DPRD Kota Lubuklinggau, mengaku prihatin atas maraknya penodongan. Bahkan dia telah mendata jumlah korban dengan cara mendatangi langsung masyarakat yang menjadi korban.  “Saya merasa prihatin sehingga saya datangi korban,” tegasnya. Ironisnya, dari 7 kasus yang terdata oleh Andri Tanjil belum ada yang terungkap. “Termasuk kasus pecah kaca mobil juga belum ada yang terungkap,” ucapnya. Menurut Andri Tanjil yang menjadi korban bukan hanya warga keturunan Tionghowa saja tapi warga pribumi pun banyak menjadi korban. “Toko Eiger di Jalan Yos Sudarso itu bukan warga keturunan tapi warga pribumi,” tambahnya.

Data Andri Tanjil sudah dilaporkannya ke Polres Lubuklinggau. Adapun korban perampokan yang berhasil dihimpun Andri Tanjil yakni pemilik Toko Saparudin di Jalan Yos Sudarso. Terjadi pada 2 Mei 2013 pukul 21.00 WIB, kerugian uang tunai Rp 3 juta dan 1 unit ponsel. “Kemudian pada 4 Mei pukul 13.00 korbannya Toko Indo Logam terletak di Jalan A Yani. Saat kejadian korban ditodongkan senpi oleh pelaku, kerugian uang tunai Rp 8 juta dan ponsel Blackbarry. Ironisnya Toko Indo Logam ini dua kali mengalami penodongan kejadian pertama 12 April 2013. Kejadian pertama dilaporkan ke Pospol Lubuklinggau Utara II, tanda bukti lapor No.TBL/B-475/V/2013,” paparnya.

Korban lainnya, pemilik toko TS 79 Jalan Yos Sudarso pada 11 Mei 2013 pukul 20.00 WIB, kerugian uang tunai RP 8 juta. Pada 15 Mei 2013 pukul 15.30 WIB terjadi penodongan di Toko Ros Kosmetik Jalan Yos Sudarso, nilai kerugian Rp 7 juta. Kejadian tersebut dilaporkan ke Polres Lubuklinggau dengan nomor lapor TBL/B-490/V/2013.

“Selanjutnya 18 Mei 2013 pukul 16.30 WIB, korbannya pemilik Toko Alvaro Elektronik Jalan Yos Sudarso, nilai kerugian Rp 8 juta, 2 unit ponsel dan surat-surat berharga. Selanjutnya, kejadian pada 24 Mei 2013 pukul 12.30 WIB terjadi penodongan di Yuli Salon Jalan Yos Sudarso, pelaku menodongkan senpi kepada korban dan mengenakan helm, pelaku diperkirakan 2 orang,” jelasnya.

Demi menjaga Kamtibmas, Chaidir Syam anggota DPRD Kota Lubuklinggau, mengakui bahwa untuk menjaga Kamtibmas tidak cukup ditangani Polisi. “Kamtibmas ini memang harus melibatkan masyarakat,” akunya.  Dia menyarankan kepada Polres Lubuklinggau, aktifkan Bimas. “Di Polisi itu ada yang namanya Bimas. Aktifkan Bimas itu, undang ketua RT se-Kota Lubuklinggau sosialisasikan bagaimana untuk menjaga keamanan bersama. “Kemudian Siskamling harus dibina oleh Polri paling tidak datangi petugas ronda untuk memberikan motivasi, sehingga mereka merasa ada yang mengayomi dan memberikan arahan bagaimana menjaga keamanan lingkungan. Dan Polisi itu harus menghayati betul Tri Brata Polri,” tegasnya.

Anggota DPRD lainnya, Hendi Budiono menyatakan bahwa akhir-akhir ini Kota Lubuklinggau, tidak aman. “Artinya Polisi sudah gagal memberikan rasa aman kepada masyarakat,” katanya. Dia juga mengaku prihatin sikap apatis masyarakat yang tidak mau melapor ke Polisi ketika mengalami penjambretan atau menjadi korban penodongan. “Sebab masyarakat beranggapan bahwa melapor hanya formalitas. Anggapan tersebut muncul karena dari beberapa kejadian Polisi tidak berhasil menangkap pelaku. Kalaupun ada yang tertangkap bukan hasil pengungkapan dari Polri tapi masyarakat yang melakukan perlawanan ketika mengalami penjambretan atau penodongan. Kejahatan itu sudah sangat memprihatinkan,” katanya.

Dilanjutkannya, akibat dari tidak ada pelaku yang berhasil ditangkap sehingga tidak kejahatan meraja lelah. “Mereka berani melakukan kejahatan karena tidak ada akibat bagi mereka. Sehingga aksi penodongan atau pun penjambretan itu dilakukan oleh orang yang iseng-iseng saja,” lanjutnya.

Hirwansyah, anggota DPRD Kota Lubuklinggau, sepakat agar diaktifkan kembali Siskamling. Dengan adanya siskamling orang yang akan melakukan tindak kejahatan akan berpikir lagi. Paling tidak bisa antisipasi,” ucapnya.  

Kapolres Lubuklinggau, AKBP Chaidir melalui Kompol Danil Sitorus mengatakan bahwa masukan dari Anggota DPRD Kota Lubuklinggau, akan disampaikan kepada Kapolres. “Menanggapi apa yang disampaikan oleh wakil rakyat akan kami sampaikan kepada Polres,” jawabnya.

Dia sependapat bahwa untuk menjaga Kamtibmas mesti melibatkan masyarakat. “Mejaga Kamtibmas memang lebih baik dilakukan secara prefentif. Dia juga sepakat diadakan patroli untuk pencegahan. Danil Sitorus tidak menampik bahwa tidak kejahatan di Kota Lubuklinggau marak.  

Asisten I Setda kota Lubuklinggau, Imam Senen, berjanji akan menindaklanjuti saran dan masukan dari anggota DPRD Kota Lubuklinggau, untuk melaksanakan Rakoor. “Dalam waktu dekat kami akan mengadakan Rakoor Kamtibmas,” jawabnya.

Imam Senen setuju Sat Pol PP dilibatkan untuk mengantisipasi tindak kejahatan. “Saya sependapat Sat Pol PP disebarkan ke titik-titik tertentu yang memang dibutuhkan,” ucapnya. 

Imam Senen menambahkan bahwa, saat ini masyarakat sudah apriori karena tindak kejahatan tidak terungkap. “Saat ini masyarakat sudah apriori sehingga ketika mereka menjadi korban perampokan tidak mau melapor karena menganggap percuma saja pelaku tidak tertangkap,” ucapnya. (01)

Share this article :

0 komentar:

Tulis komentar anda

Tell us what you're thinking... !

Sedang Membaca

PEMBACA SETIA

 
Linggau Pos Jl. Jend. SudirmanNo. 89Kel. Batu Urip Taba
Kontak Person (0733) 322349
Copyright © 2013. Linggau Pos | Jawa Pos Group | Media Online Wong Sumatera
Hak Cipta MurahNian Oleh : Edi Design