* Lenyap Rp 200 Juta
JAWA KIRI – Gudang Unilever cabang Lubuklinggau bertempat di Jalan Batur RT 05 nomor 33 Kelurahan Jawa Kiri, Kecamatan Lubuklinggau Timur II dirampok, Senin (27/5) sekitar pukul 02.30 WIB. Akibatnya PT Unilever cabang Lubuklinggau itu mengalami kerugian RP 200 juta.
Menurut keterangan penjaga malam, Sugiono (39) alias gepeng warga Jalan Kemuning Kelurahan Puncak Kemuning, Kecamatan Lubuklinggau Utara II, pelaku masuk ke halaman gudang dengan cara meloncat pagar gudang dan langsung menyekapnya. “Setelah masuk pelaku berkata kalau mereka dari kepolisian sambil memperlihatkan borgol dan langsung memborgol tangan saya, mengikat kaki dan menutup mulut saya dengan menggunakan solatip," ungkapnya kepada penyidik Polres Lubuklinggau.
Pelaku diduga berjumlah 5 orang dan datang menggunakan mobil, setelah sebelumnya penjaga malam tersebut diikat dan dibekap. Kemudian pelaku membuka pintu gudang dengan menggunakan las. Pelaku pun melarikan diri setelah mengambil hasil curiannya.
Setelah pelaku melarikan diri, korban melepaskan ikatan pada kakinya dan berlari ke luar gudang untuk meminta bantuan pada rekannya yang berprofesi sebagai penjaga gudang Kacang Garuda cabang Lubuklinggau, Erwin. Tidak lama kemudian pihak kepolisian datang ke lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan membuka borgol pada tangan Sugiono.
Usai peristiwa tersebut, Kepala Pemasaran Unilever cabang Lubuklinggau, Dolly Iswalinto (37) langsung melapor ke Mapolres Lubuklinggau. Dia menerangkan, perampok tersebut masuk melompati pagar, lalu menyekap penjaga malam, kemudian merusak kunci rolling door dengan cara dilas. "Setelah pintu terbuka, para pelaku masuk ke dalam gudang dan langsung membawa brankas yang berisikan uang tunai Rp 200 juta, serta surat-surat penting lainnya," terangnya.
Kapolres Lubuklinggau AKBP Chaidir, melalui Kasat Reskrim AKP Edwartu membenarkan adanya peristiwa tersebut. Pihaknya sudah melakukan olah TKP untuk mencari keterangan di lokasi. "Kasus ini masih dalam penyelidikan, kami juga sudah memeriksa beberapa saksi termasuk penjaga yang disekap oleh pelaku untuk pengembangan lebih lanjut," jelasnya.
Selain itu petugas juga mengamankan barang bukti berupa solatip, borgol dan kunci gembok. "Kami amankan beberapa barang bukti untuk kami selidiki. Untuk selanjutnya, kami akan melakukan penyelidikan untuk mengungkap siapa pelakunya," tandasnya.
Polisi Menyatakan Perang
Sementara itu, guna menyikapi makin maraknya aksi penodongan belakangan ini, Kapolres Lubuklinggau AKBP Chaidir memerintahkan Wakapolres Kompol Gusti Maychandera Lesmana, Kabag Ops Kompol Ernawan, para Kasat dan Kapolsek-kapolsek untuk menggelar apel kesiapan petugas. Pada apel itu selain memberikan peringatan kepada petugas, juga dikumpulkan kendaraan dinas sebagai sarana untuk melakukan patroli.
Usai apel, Ernawan mengatakan, tujuan digelarnya apel tersebut lebih kepada untuk memberikan arahan kepada personel untuk lebih meningkatkan kinerja dilapangan, mengingat aksi penodongan semakin meningkat. “Ya, sebagaimana atensi bapak Kapolres, personel harus lebih meningkatkan kinerja dilapangan, apalagi saat ini telah banyak terjadi kasus penodongan,“ katanya kepada awak wartawan sembari menambahkan, untuk menekan angka kriminalitas ini, polisi nyatakan perang terhadap pelaku kriminalitas.
Menurutnya anggota di lapangan harus lebih meningkatkan patroli, baik siang maupun malam hari khususnya kawasan jalan-jalan protokol. “Anggota diminta tidak hanya jaga di kantor menunggu laporan, akan tetapi lebih meningkatkan jalinan komunikasi dengan masyarakat. Kami juga mengharapkan kepada masyarakat untuk ikut pro aktif meningkatkan kewaspadaan dan memberikan informasi positif, jika dilingkungannya orang tak dikenal dan mencurigakan,“ ucap Ernawan.
Kapolres Lubuklinggau AKBP Chaidir menegaskan, pihaknya akan melakukan cara khusus untuk mengatasi maraknya tindak kriminalitas di wilayah hukum Polres Lubuklinggau. "Kita sudah menyiapkan cara khusus untuk mengatasi hal tersebut," tegasnya.(06/08)
JAWA KIRI – Gudang Unilever cabang Lubuklinggau bertempat di Jalan Batur RT 05 nomor 33 Kelurahan Jawa Kiri, Kecamatan Lubuklinggau Timur II dirampok, Senin (27/5) sekitar pukul 02.30 WIB. Akibatnya PT Unilever cabang Lubuklinggau itu mengalami kerugian RP 200 juta.
Menurut keterangan penjaga malam, Sugiono (39) alias gepeng warga Jalan Kemuning Kelurahan Puncak Kemuning, Kecamatan Lubuklinggau Utara II, pelaku masuk ke halaman gudang dengan cara meloncat pagar gudang dan langsung menyekapnya. “Setelah masuk pelaku berkata kalau mereka dari kepolisian sambil memperlihatkan borgol dan langsung memborgol tangan saya, mengikat kaki dan menutup mulut saya dengan menggunakan solatip," ungkapnya kepada penyidik Polres Lubuklinggau.
Pelaku diduga berjumlah 5 orang dan datang menggunakan mobil, setelah sebelumnya penjaga malam tersebut diikat dan dibekap. Kemudian pelaku membuka pintu gudang dengan menggunakan las. Pelaku pun melarikan diri setelah mengambil hasil curiannya.
Setelah pelaku melarikan diri, korban melepaskan ikatan pada kakinya dan berlari ke luar gudang untuk meminta bantuan pada rekannya yang berprofesi sebagai penjaga gudang Kacang Garuda cabang Lubuklinggau, Erwin. Tidak lama kemudian pihak kepolisian datang ke lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan membuka borgol pada tangan Sugiono.
Usai peristiwa tersebut, Kepala Pemasaran Unilever cabang Lubuklinggau, Dolly Iswalinto (37) langsung melapor ke Mapolres Lubuklinggau. Dia menerangkan, perampok tersebut masuk melompati pagar, lalu menyekap penjaga malam, kemudian merusak kunci rolling door dengan cara dilas. "Setelah pintu terbuka, para pelaku masuk ke dalam gudang dan langsung membawa brankas yang berisikan uang tunai Rp 200 juta, serta surat-surat penting lainnya," terangnya.
Kapolres Lubuklinggau AKBP Chaidir, melalui Kasat Reskrim AKP Edwartu membenarkan adanya peristiwa tersebut. Pihaknya sudah melakukan olah TKP untuk mencari keterangan di lokasi. "Kasus ini masih dalam penyelidikan, kami juga sudah memeriksa beberapa saksi termasuk penjaga yang disekap oleh pelaku untuk pengembangan lebih lanjut," jelasnya.
Selain itu petugas juga mengamankan barang bukti berupa solatip, borgol dan kunci gembok. "Kami amankan beberapa barang bukti untuk kami selidiki. Untuk selanjutnya, kami akan melakukan penyelidikan untuk mengungkap siapa pelakunya," tandasnya.
Polisi Menyatakan Perang
Sementara itu, guna menyikapi makin maraknya aksi penodongan belakangan ini, Kapolres Lubuklinggau AKBP Chaidir memerintahkan Wakapolres Kompol Gusti Maychandera Lesmana, Kabag Ops Kompol Ernawan, para Kasat dan Kapolsek-kapolsek untuk menggelar apel kesiapan petugas. Pada apel itu selain memberikan peringatan kepada petugas, juga dikumpulkan kendaraan dinas sebagai sarana untuk melakukan patroli.
Usai apel, Ernawan mengatakan, tujuan digelarnya apel tersebut lebih kepada untuk memberikan arahan kepada personel untuk lebih meningkatkan kinerja dilapangan, mengingat aksi penodongan semakin meningkat. “Ya, sebagaimana atensi bapak Kapolres, personel harus lebih meningkatkan kinerja dilapangan, apalagi saat ini telah banyak terjadi kasus penodongan,“ katanya kepada awak wartawan sembari menambahkan, untuk menekan angka kriminalitas ini, polisi nyatakan perang terhadap pelaku kriminalitas.
Menurutnya anggota di lapangan harus lebih meningkatkan patroli, baik siang maupun malam hari khususnya kawasan jalan-jalan protokol. “Anggota diminta tidak hanya jaga di kantor menunggu laporan, akan tetapi lebih meningkatkan jalinan komunikasi dengan masyarakat. Kami juga mengharapkan kepada masyarakat untuk ikut pro aktif meningkatkan kewaspadaan dan memberikan informasi positif, jika dilingkungannya orang tak dikenal dan mencurigakan,“ ucap Ernawan.
Kapolres Lubuklinggau AKBP Chaidir menegaskan, pihaknya akan melakukan cara khusus untuk mengatasi maraknya tindak kriminalitas di wilayah hukum Polres Lubuklinggau. "Kita sudah menyiapkan cara khusus untuk mengatasi hal tersebut," tegasnya.(06/08)


0 komentar:
Tulis komentar anda
Tell us what you're thinking... !