DEMPO – Dedi Irawan (23) warga Jalan Patimura RT 08 Kelurahan Mesat Jaya, Kecamatan Lubuklinggau Timur II, nekat mencuri satu lembar celana dengan alasan lapar, Jumat (24/5) pukul 14.45 WIB.
Data yang berhasil dihimpun Linggau Pos menyebutkan, kejadian tersebut terjadi di toko pakaian di depan Hotel Ridan Arya Jalan Jendral Sudirman RT 03 Kelurahan Pemiri, Kecamatan Lubuklinggau Barat II.
Peristiwa tersebut berawal saat Dedi Irawan datang ke Lapangan Merdeka untuk menyaksikan salah satu calon Gubernur berkampanye disana. “Aku datang dari pagi kesana, tapi sampai dengan siang ini belum ada yang memberi makan. Mau beli makan tidak ada duit,” katanya kepada Linggau Pos.
Lalu tersangka berjalan ke arah ke pasar, setibanya di Tempat Kejadian Perkara (TKP) Dedi Irawan melihat celana yang ada di depan salah satu toko yang berjejer, kemudian timbullah niatnya untuk mencuri.
Setelah mencuri celana yang ada di depan toko tersangka langsung berlari ke arah Terminal Kalimantan, ternyata perbuatan tersangka diketahui oleh pemilik toko yang kemudian meneriakinya. Petugas SAT POL-PP yang mendengar teriakan tersebut langsung berlari menangkap tersangka, pukul 15.00 WIB.
Tersangka juga mendapatkan hadian bogem mentah oleh warga yang kesal dengan ulahnya, tidak lama kemudian datanglah patroli reskrim menjemput tersangka lalu membawa pria yang kesehariannya bekerja sebagai tukang ojek ini ke Mapolres Lubuklinggau.
Kapolres Lubuklinggau AKBP Chaidir melalui Kasat Reskrim, AKP Edwartu didampingi Kanit Pidum Ipda Badri Hasan membenarkan kejadian tersebut. “Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, tersangka saat ini diamankan di Polres Lubuklinggau untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Tersangka juga akan diancam dengan pasal 363 KUHP,” jelasnya. (08)
Rampok Merajalela Resahkan Masyarakat
LUBUKLINGGAU - Pedagang di Kota Lubuklinggau, resah. Pasalnya aksi penodongan dan perampokan terhadap pedagang kian merajalela.
Berdasarkan data yang berhasil dihimpun Linggau Pos dari berbagai sumber menyebutkan, sejak satu bulan terakhir terhitung ada 12 kasus penodongan terhadap pedagang di sepanjang Jalan Yos Sudarso, Kota Lubuklinggau.
Warga Jalan Bukit Barisan, Kelurahan Jawa Kiri, Kecamatan Lubuklinggau Timur II, Candra The mengatakan, bahwa dari 12 kejadian memang tidak dilaporkan oleh korban kepada Polisi dengan berbagai alasan. “Korban banyak yang tidak melapor ke Polisi, alasannya beragam ada yang mengaku takut kalau pelakunya tertangkap nanti dendam. Ada juga yang tidak mau repot dan lain-lain,” kata Chandra The kepada Linggau Pos, Jumat (24/5).
Dilanjutkannya, kasus teranyar terjadi pada Jumat (24/4) sekitar pukul 13.30 WIB korbanya Meliani pemilik Toko Yuli di Jalan Barisan, Kelurahan Jawa Kiri, Kecamatan Lubuklinggau Timur II. Kemudian dihari yang sama sekitar pukul 16.00 WIB giliran pemilik toko cat Nippon Paint jalan Yos Sudarso, Keluarahan Taba Jemekeh. “Korban kehilangan uang tunai Rp 500 ribu, 1 unit hendphone dan 1 unit leptop,” lanjutnya.
Lebih lanjut Chandra The mengungkapkan, korban perampokan lainnya terjadi pada pada 12 April Yosep agen Mitociba. Yosep mengalami kerugian Rp 35 juta dan surat-surat berharga dirampas kawanan perampok. 4 Mei Toko Besi Indologam, korban tidak lapor ke Polisi. Selanjutnya 7 Mei KSP Muda Karya mengalami kerugian Rp 100 juta, 14 Mei Toko Besi Saudara Simpang Periuk, 15 Mei Toko Como agen snak di Kelurahan Taba Jemekeh, 18 Mei Toko Elektronik Topan, Toko Ross Kosmetik Kelurahan Batu Urip Taba, Kecamatan Lubuklinggau Timur I dan Toko Sahabat Keramik.
Chandra The berharap kepada pihak kepolisian untuk bertindak tegas kepada pelaku tindak kejahatan. “Agar menjadi efek jerah bagi orang yang berniat jahat untuk rampok. Supaya kapok harus ditindak tegas,” harapnya.
Menurutnya dengan banyaknya daftar kejadian perampokan pedagang menjadi resah. “Maraknya kejadian meresahkan, pedagang menjadi tidak nyaman. Ini juga harus menjadi perhatian pemerintah daerah, bagaimana investor mau berinvestasi di sini (Lubuklinggau,red) kalau tidak aman, seperti saat ini,” himbaunya.
Dihubungi terpisah, Como menerangkan, kejadian perampokan yang dialaminya berlangusng begitu cepat. Pelaku diperkirakan berjumlah 2 orang langsung masuk toko dan langsung nodongkan sajam kepada karyawannya yang menjaga toko. “Pada saat kejadian saya tidak melihat karena sedang tidak ada di toko yang jaga toko karyawan saya,” ceritanya.
Menurut Como, kejadian tersebut sudah dilaporkan ke Polres Lubuklinggau. “Saya sudah lapor Polisi,” akunya.
Kapolres Lubuklinggau AKBP Chaidir saat dihubungi sejumlah wartawan Jumat (24/5) mengatakan, pihaknya telah berupaya melakukan penyelidikan terhadap kasus-kasus tersebut. “Kita sudah melakukan upaya untuk mengantisipasi tindak kejahatan di Lubuklinggau. Dan dalam beberapa waktu belakangan ini, melakukan operasi secara tertutup. Terkait kasus-kasus yang dilaporkan kita tindaklanjuti dan terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelakunya” jelas Chaidir.(01/06)
Foto : Istimewa
LIHAT : Meliani (47) korban perampokan di tokonya Jalan Barisan Kelurahan Jawa Kiri, Kecamatan Lubuklinggau Timur II ketika memperlihatkan luka di lengan kanan akibat disayat perampok, Jumat (24/5).
Dirampok, Pemilik Toko Nekat Melawan
q Menderita Luka Sayatan di Lengan
DEMPO - Meliani (47) pemilik Toko Yuli di Jalan Barisan Kelurahan Jawa Kiri, Kecamatan Lubuklinggau Timur II harus menderita luka sayatan di lengan kanannya setelah nekat melawan perampok, Jumat (24/5).
Aksi nekat itu, disebabkan pelaku berusaha merebut tas yang ada di pinggang, tempat Meliani menyimpan uang. Untunglah disaat itu, warga yang berada di seberang jalan melihat aksi perampokan tersebut. Kedua pelaku yang merasa aksinya ketahuan, langsung lari keluar toko dan kabur tanpa hasil dari lokasi tersebut.
“Aku tidak takut, aku melawan. Tanganku terluka sayatan dan tadi sudah diobati. Tapi perampok itu tak berhasil membawa apa-apa dari dalam toko,” kata Meliani usai melapor ke Mapolres Lubuklinggau, sembari menunjukkan tangan kanannya yang diperban.
Meliani menceritakan, aksi perampokan yang menimpanya tersebut terjadi sekitar pukul 12.30 di Toko Yuli, saat itu suasana sekitar memang sedang sepi. Awalnya ia tidak curiga ketika ada dua orang dengan mengendarai sepeda motor berhenti di depan toko, lalu masuk dengan berpura-pura mau membeli rokok dan keduanya tidak mengenakan helm.
“Setelah masuk ke dalam toko, mereka pura-pura beli rokok. Lalu tiba-tiba salah satu perampok langsung membekap mulut aku, sambil nodong pistol ke leher. Yang satu rampas tas dipinggang aku, tapi tidak berhasil karena talinya kuat. Aku melawan, terus tangan aku disayat pakai pisau. Saat itu kulihat Hen (warga sekitar,red) di depan dan melihat kejadian maka perampok itu kabur,” papar Meliani.
Setelah pelaku kabur, ia kemudian membawa Meliani ke rumah sakit untuk mengobati luka sayatan di tangan kanannya, lalu melapor ke Mapolres Lubuklinggau.(06)


0 komentar:
Tulis komentar anda
Tell us what you're thinking... !