WATERAVANG - Kerusakan Gardu Induk (GI) di Kelurahan Petanang, Kecamatan Lubuklinggau Utara I, telah terjadi pada bulan lalu tepatnya April namun dampaknya hingga saat ini masih dirasakan pelanggan PT PLN Rayon Lubuklinggau. Pasalnya ada beberapa daerah tegangan listriknya menjadi rendah, karena belum maksimalnya aliran listrik dari GI.
Salah satunya di Kelurahan Marga Mulya, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II, seperti dikeluhkan oleh Misna. "Menjelang magrib hingga tengah malam aliran listrik mulai tidak normal, dan lampu sering redup. Saya pikir di rumah saya saja, namun keluhan ini juga dirasakan oleh sebagian besar tetangga saya," kata Misna kepada Linggau Pos, Rabu (14/5).
Ditambahkan Misna, rendahnya tegangan listrik di tempat ia tinggal mempengaruhi beberapa peralatan elektroniknya. "Jujur saja, ada beberapa barang elektronik saya menjadi korbannya, dan banyak juga bola lampu yang putus dan tidak bisa dipakai lagi," tambah Misna.
Sementara itu Manajer PT PLN Rayon Lubuklinggau, Agus Israwan memang sejak ada kerusakan trafo di GI Petanang mengakibatkan sebagian kawasan di Kota Lubuklinggau dan sekitarnya tegangan listriknya turun. "Bukan hanya di Marga Mulya saja tapi ada beberapa daerah lainnya yang tegangan listriknya turun, hal ini karena kerusakan trafo kemarin belum bisa beroperasi seoptimal mungkin," ungkap Agus Israwan.
Ditambahkan Agus sapaan akrab pria ini, saat ini beberapa teknisi masih memperbaiki kerusakan tersebut. Selama trafo di GI belum normal, maka aliran listrik ke pelanggan juga belum bisa normal seperti biasanya. "Sebelumnya trafo yang rusak itu memang sudah diperbaiki, namun hanya untuk menghindari kerusakan lebih besar lagi jadi belum fit 100 persen. Kalau gardu induk normal maka tegangan ke pelanggan juga akan normal lagi, saat ini kami juga berupaya agar secepatnya trafo yang rusak bisa kembali normal," harapnya.(05)


0 komentar:
Tulis komentar anda
Tell us what you're thinking... !