LUBUKLINGGAU - Masyarakat meminta Operasi Pasar (OP) Liquefied Petroleum Gas (LPG) tabung 3 Kg yang digelar beberapa agen dalam Kota Lubuklinggau, Rabu (15) agar digelar kembali. Mengingat OP yang telah dilakukan di beberapa titik dalam Kota Lubuklinggau ini tidak banyak diketahui masyarakat.
Seperti diungkapkan oleh Zainab salah seorang warga Kelurahan Talang Muara Enim, Kecamatan Lubuklinggau Barat I. "Tahunya dari koran hari ini (Kamis,16/5) bahwa ada OP LPG. Kalau mereka (agen,red) mengaku sepi wajar karena kalau OP-nya siang sebagian besar masyarakat mungkin ada yang masih bekerja, atau masih jualan di pasar. Selain itu kami juga tidak mengetahui bahwa akan ada OP LPG," kata Zainab.
Zainab meminta, agen untuk melakukan kembali OP karena dipastikan masih ada masyarakat yang membutuhkan LPG dengan harga murah seperti di OP. "Harga LPG saat pegelaran OP jauh lebih murah dan sesuai yang ditentukan pemerintah, tapi kalau kami membeli di warung harganya jauh naik bahkan mencapai Rp 17-18 ribu pertabung," tambah Zainab.
Sementara itu kedua agen LPG dari Wiwin, dan Andi ketika dihubungi Linggau Pos berkali-kali tidak ada jawaban.
Sebelumnya, Andi telah mengakui bahwa beberapa agen memang melakukan OP LPG di beberapa titik hal ini dilakukan untuk menanggulangi keluhan dari masyarakat, yang mengaku kesulitan dan mahalnya harga LPG 3 Kg. Namun dari OP yang telah dilakukan sedikit sekali minat masyarakat, dan ini cukup membuktikan bahwa tidak ada kelangkaan LPG 3 Kg di masyarakat.
Menurut Andi, kegiatan OP ini memang sengaja tidak dipublikasikan mengingat sasaran atau target OP ini masyarakat biasa pengguna LPG 3 Kg. "Jika dipublikasikan bukan masyarakat yang beli, tapi pangkalan atau warung yang membelinya, sedangkan sasaran kita masyarakat," ungkap Andi.(05)
Seperti diungkapkan oleh Zainab salah seorang warga Kelurahan Talang Muara Enim, Kecamatan Lubuklinggau Barat I. "Tahunya dari koran hari ini (Kamis,16/5) bahwa ada OP LPG. Kalau mereka (agen,red) mengaku sepi wajar karena kalau OP-nya siang sebagian besar masyarakat mungkin ada yang masih bekerja, atau masih jualan di pasar. Selain itu kami juga tidak mengetahui bahwa akan ada OP LPG," kata Zainab.
Zainab meminta, agen untuk melakukan kembali OP karena dipastikan masih ada masyarakat yang membutuhkan LPG dengan harga murah seperti di OP. "Harga LPG saat pegelaran OP jauh lebih murah dan sesuai yang ditentukan pemerintah, tapi kalau kami membeli di warung harganya jauh naik bahkan mencapai Rp 17-18 ribu pertabung," tambah Zainab.
Sementara itu kedua agen LPG dari Wiwin, dan Andi ketika dihubungi Linggau Pos berkali-kali tidak ada jawaban.
Sebelumnya, Andi telah mengakui bahwa beberapa agen memang melakukan OP LPG di beberapa titik hal ini dilakukan untuk menanggulangi keluhan dari masyarakat, yang mengaku kesulitan dan mahalnya harga LPG 3 Kg. Namun dari OP yang telah dilakukan sedikit sekali minat masyarakat, dan ini cukup membuktikan bahwa tidak ada kelangkaan LPG 3 Kg di masyarakat.
Menurut Andi, kegiatan OP ini memang sengaja tidak dipublikasikan mengingat sasaran atau target OP ini masyarakat biasa pengguna LPG 3 Kg. "Jika dipublikasikan bukan masyarakat yang beli, tapi pangkalan atau warung yang membelinya, sedangkan sasaran kita masyarakat," ungkap Andi.(05)


0 komentar:
Tulis komentar anda
Tell us what you're thinking... !