NIBUNG - Sejak adanya subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) diterapkan pemerintah untuk masyarakat Indonesia, masyarakat di Kecamatan Nibung belum pernah menikmati BBM bersubsidi. Karena BBM dijual di SPBU dengan harga Rp 4.500 perliter,untuk masyarakat pedesaan belum dapat menikmati harga tersebut.
Dari awal subsidi diterapkan,warga hanya membeli perliter dengan harga Rp 6.000 hingga Rp 7.000 perliter. Rudi, warga setempat mengaku kecewa dengan keadaan ini.
“Kami masyarakat membeli BBM untuk menghidupkan mesin genset sebagai penerangan di malam hari, dan motor kendaraan roda dua serta roda empat untuk kebutuhan mencari nafkah. Di Kecamatan Nibung belum ada penerangan listrik PLN negara,maka masyarakat terpaksa menggunakan mesin genset untuk penerangan dimalam hari,” terang Rudi.
Ia berharap Kecamatan Nibung dibangun SPBU agar masyarakat dapat menikmati BBM bersubsidi sama seperti warga di kota-kota besar. (02)


0 komentar:
Tulis komentar anda
Tell us what you're thinking... !