![]() |
| DIBAWA Jenazah Ali Qhadoari bin Selamet dibawa ke rumah duka setelah divisum et revertum di Rumah Sakit Dr Sobirin pukul 11.10 WIB. Sabtu (18 5) |
MAJAPAHIT - Seorang penjaga malam, Ali Khadari (20) bin Slamet, warga Jalan Letkol Sukirno, RT 03, Kelurahan Air Kuti, Kecamatan Lubuklinggau Timur I, menghembuskan nafas terakhir karena ditembak sekelompok orang diduga akan mencuri. Peristiwa tersebut terjadi di Kelurahan Majapahit tidak jauh dari perbatasan antara Kelurahan Air Kuti dan Majapahit, Kecamatan Lubuklinggau Timur I.
Informasi yang berhasil dihimpun Linggau Pos dari berbagai sumber menyebutkan, peristiwa tersebut terjadi bermula korban bersama dua rekannya yang merupakan penjaga malam Kelurahan Air Kuti mendapatkan informasi melalui dari rekannya, yang juga petugas ronda di Kelurahan Majapahit bahwa ada 5 orang asing mencurigakan diduga akan mencuri.
Singkat cerita, setelah mendapatkan informasi tersebut, korban yang juga merupakan pelatih basket SMP Negeri 2 Lubuklinggau, itu ke lokasi dimaksud
bersama rekannya. Mereka berempat menuju lokasi, 3 orang merupakan penjaga malam Kelurahan Air Kuti dan 1 orang petugas ronda Kelurahan Majapahit.
“Korban bersama 3 rekannya menuju lokasi bermaksud mengintai 5 orang yang mencurigakan tersebut. Mereka (petugas ronda,red) berjalan secara beriringan korban berada di posisi belakang 2 rekannya di bagian depan dengan posisi menyamping. Setelah tiba di daerah yang dituju mereka memergoki 5 orang mengenakan topeng. Diduga karena terjebak, pelaku langsung menembak dan mengenai Ali Khadari sedangkan rekannya yang lain tiarap,” kata sumber koran ini.
Ketua RT 03 Kelurahan Air Kuti, Herdiyanto menjelaskan, kejadian yang menimpa remaja itu terjadi bermula Sabtu (18/5) dinihari sekitar pukul 03.30 WIB, bersama temannya 2 orang rekannya bertugas jaga malam.
Korban dan 2 orang temannya berniat memantau kembali kondisi keamanan. Melihat kondisi aman korban dan dua rekannya tersebut mampir ke tempat jaga malam di RT 05. Kebetulan yang jaga malam di RT 05 hanya 2 orang. Sekitar pukul 03.30 WIB, salah seorang warga menyambangi mereka dan melaporkan bahwa ada 5 orang mencurigakan di Kelurahan Majapahit atau perbatasan antara Majapahit dan Air Kuti di Jalan Kamandanu.
Setelah mendapatkan informasi tersebut korban bersama tiga rekannya menuju lokasi dimaksud. Setibanya di lokasi ternyata pelaku yang terdiri dari 5 orang mengenakan topeng tepergok oleh korban dan 4 temannya tadi.
Sekitar jarak 20 meter korban dan temanya dan 5 pelaku berhadapan sehingga petugas jaga malam pun berteriak, maling!. Spontanitas pelaku menodongkan pistol ke arah petugas jaga malam. Selang beberapa menit kemudian pelaku menembakan pistolnya ke arah petugas ronda. Petugas jaga malam tiarap, namun naas bagi korban mungkin tidak sempat mengelak sehingga tembakan pelaku mengenai pelipis sebelah kiri.
“Terdengar suara tembakan dor! Seketika itu juga terdengar korban mengerang kesakitan ahh. Dan korban terjatuh di lokasi," kata Herdiyanto.
Lebih lanjut Herdiyanto menjelaskan, melihat Ali Khadari tertembak, teman-teman korban langsung berteriak minta tolong. Pelaku pun melarikan diri ke arah sawah-sawah dikejar oleh warga lainnya.
Pada pukul 04.00 korban diantarkan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Siti Aisyah Lubuklinggau. Selanjutnya, korban dipindahkan ke RS Dr Sobirin, karena harus mendapatkan perawatan intensif. Sekitar pukul 06.00 WIB korban menghembuskan nafas terakhirnya di RS Dr Sobirin.
Lalu korban di visum et revertum sekitar pukul 11.10 WIB. Setelah divisum korban di bawa ke rumah duka untuk disemayamkan, selanjutnya dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) Kelurahan Majapahit.
*Rawan Pencurian
Sumber lain mengungkapkan sejak beberapa bulan terakhir warga kelurahan Majapahit resah karena rawan pencurian. “Bahkan disinyalir sudah mengarah untuk merampok karena mereka yang terdiri dari lebih dari 3 orang tidak segan-segan melempar rumah calon korbannya, bermaksud untuk memancing pemilik rumah keluar dari rumah. Hal itu diketahui karena salah seorang warga yang rumahnya pernah dilempar mengintip dari jendela melihat di depan rumahnya ada sekelompok orang yang mondar-mandir memegang sebilah parah dan golok. Karena ketakutan warga tidak berani keluar rumah,” kata sumber koran ini meminta namanya dirahasiakan.
Dengan kejadian tewasnya Ali, dia berharap polisi bekerja maksimal untuk menangkap pelaku. “Dan mampu memberikan rasa aman kepada warga, paling tidak Polisi sering-seringlah patroli, sehingga kalau ada orang yang berniat mencuri ataupun sejenisnya ragu-ragu kalau tahu Polisi sering patroli,” harapnya.
Sementara itu, Lurah Air Kuti, Nadirsyah membenarkan Ali Khadari adalah warganya yang juga menjadi petugas ronda Kelurahan Air Kuti. Menurut Nadirsyah, Ali Khadari belum lama bergabung menjadi petugas ronda. “Lebih kurang baru dua bulan ini. Saya atas nama pribadi dan lurah Air Kuti turut berduka cita atas meninggalnya Ali Khadari, semoga amal ibadahnya diterima disisi-Nya. Dan keluaraga yang ditinggalkan mendapatkan ketabahan,” ucapnya.
Nadirsyah mengaku mendapatkan kabar Ali Khadari tertembak diberitahu oleh Ketua RT 03 Herdiyanto melalui sambungan telepon, sekitar pukul 06.00 WIB. “Mendapatkan kabar tersebut saya langsung ke RS Sobirin, korban sudah kritis, saya lihat tangannya masih bergerak,” akunya.(06/03)



0 komentar:
Tulis komentar anda
Tell us what you're thinking... !