PKL Membandel Lalulintas Sering Macet - Linggau Pos | Jawa Pos Group
Berita Terbaru :
Home » » PKL Membandel Lalulintas Sering Macet

PKL Membandel Lalulintas Sering Macet

Diterbitkan Oleh Unknown pada Jumat, 17 Mei 2013 | 19.15


EMPAT LAWANG - Penertiban para pedagang kaki lima (PKL) yang menggelar lapak dagangan di poros Jalan Lintas Tengah (Jalinteng) Sumatera, kawasan Pasar Tebing Tinggi oleh Pemkab Empat Lawang belum menuai hasil. Pasalnya, para PKL ini masih berdagang di kawasan yang dilarang tersebut, dengan alasan mereka kehilangan pembeli apabila mereka berjualan di lapak ataupun lokasi di bagian belakang.

Menurut sejumlah pedagang, mereka terpaksa menggelar dagangannya disekitar jalan itu, karena khawatir akan kehilangan pembeli. Selain itu, lapak yang ada di lokasi yang disediakan tidak mencukupi semua pedagang.

“Kalau kita berdagang di lokasi belakang, tidak banyak pembelinya karena pembeli lebih memilih membeli kepada pedagang yang ada di bagian depan. Ya, kalau mereka sudah belanja kepada para pedagang yang di depan tidak mungkin lagi ke bagian belakang,” ungkap Wati (43) salah seorang pedagang.

Dikatakannya, mereka bisa menerima penertiban yang dilakukan oleh Pemkab Empat Lawang, dengan catatan semua pedagang harus pindah ke bagian belakang. Apabila masih ada pedagang yang berdagang ke sekitaran jalan, maka yang lain akan ikut pindah. Pasalnya, mereka tidak ingin kalah saing dengan pedagang lainnya.

“Kami setuju penertiban pedagang, namun jangan hanya sebagian, ya kalau begitu ada yang untung dan sebagian merasa dirugikan. Lagian pula kalau mau pindah ke bagian belakang tidak ada lapak lagi,” terangnya.
Hal senada dikatakan Wati pedagang lainnya, antar pedagang memang ada persaingan. Selain untuk mencari keuntungan, setidaknya bisa memenuhi kebutuhan keluarga perharinya. Maklum, mata pencarian sebagai pedagang adalah satu-satunya sumber penghidupan keluarga.

“Pasar juga sering sepi pembeli, bilamana tidak laku terjual selain tidak ada pemasukan juga bisa merugi, karena dagangan sayur kami akan busuk bila sudah lama. Ya, kalau barang yang awet, tidak laku juga bisa disimpan lain halnya yang hanya tahan beberapa hari saja,” jelasnya.
Sementara Bupati Empat Lawang, H Budi Antoni Aljufri (HBA) mengakui sudah kewalahan, karena penertiban sudah sering dilakukan. Namun, kemacetan ini bisa diantisipasi, yang mana Pemkab Empat Lawang telah membangun jembatan Musi II sebagai penghubung jalan lingkar kota yang tujuannya untuk mengantisipasi kemacetan di kawasan pasar. Nantinya, kendaraan besar baik angkutan penumpang ataupun barang tidak lagi masuk ke kawasan pasar, melainkan melalui jalan lingkar kota.

“Insya Allah, dua bulan lagi sudah difungsikan dan rute mulai dialihkan, sehingga yang masuk kawasan pasar hanya kendaraan kecil. Dengan demikian, kemacetan di kawasan pasar bisa teratasi, karena tidak ada penumpukan kendaraan,” katanya.

Lebih jauh dikatakannya, konsep pembangunan pasar sendiri sudah ada, yang mana nantinya akan dialihkan ke kawasan Pulau EMASS, sekitaran Sungai Musi. Nantinya, di sana akan dijadikan sebagai pusat perdagangan.

“Kita sudah memiliki konsep dan kita sudah ada rencana tata ruang wilayah (RTRW). Yakinlah kedepannya, tidak ada lagi kemacetan di kawasan pasar,” terangnya. (hel)

Share this article :

0 komentar:

Tulis komentar anda

Tell us what you're thinking... !

Sedang Membaca

PEMBACA SETIA

 
Linggau Pos Jl. Jend. SudirmanNo. 89Kel. Batu Urip Taba
Kontak Person (0733) 322349
Copyright © 2013. Linggau Pos | Jawa Pos Group | Media Online Wong Sumatera
Hak Cipta MurahNian Oleh : Edi Design