![]() |
| Teddy Setiawan |
JAKARTA - Pembentukan Daerah Otonomi Baru(DOB) Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) tinggal menunggu persetujuan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan pengesahan DPR RI. Untuk itu diharapkan masyarakat Muratara tetap menciptakan situasi yang tertib, aman dan tenang serta kondusif, karena cita-cita untuk menjadi kabupaten baru sudah di depan mata.
Yang terpenting dipersiapkan masyarakat Muratara adalah bagaimana membangun dan memajukan serta meningkatkan kesejahteraan nantinya, dengan memanfaatkan potensi yang ada di daerah ini (Muratara). Demikian dikemukakan Dewan Pertimbangan Partai Nasional Demokrat (NasDem), Teddy Setiawan kepada Linggau Pos, Jumat (31/5).
Menurut Teddy, walaupun Muratara merupakan kabupaten termuda di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), diyakini mampu mengejar ketertinggalan pembangunan dengan kabupaten lain di Sumsel. Keyakinan itu sangat beralasan, disamping Sumber Daya Alam (SDA) berlimpa, juga Sumber Daya Manusia (SDM) juga sangat potensial. Untuk SDA, lahan perkebunan sangat luas, berbagai jenis bahan tambang juga tersedia, seperti emas, batubara, minyak dan gas bumi, biji besi serta bahan tambang lainnya.
Kemudian untuk SDM, sudah banyak sekali putra asli dari Muratara yang sudah teruji, bahkan sudah ada dua orang putra terbaik asal Muratara yang menjadi Bupati Musi Rawas (Mura) yang membawa Kabupaten Mura lebih maju. Dan saat ini sudah banyak generasi muda asal daerah ini berhasil dan berpikiran maju yang potensial, baik dari segi kemampuan akademis, ekonomi, politik, dan kemampuan kepemimpinan yang jujur, berbudi pekerti yang luhur dan berakhlak.
”Kalau Muratara sudah menjadi DOB yang definitif, saatnya masyarakat Muratara memilih pemimpin. Untuk itu pilihlah pemimpin yang punya visi dan misi yang jelas. Pemimpin yang cerdas, pemimpin yang punya program yang betul-betul ingin memajukan daerah, jujur, punya jaringan luas dan dikenal serta mengenal masyarakatnya. Dan yang terpenting pemimpin yang dipilih kelak tahu keinginan dan masalah rakyatnya serta mampu merangkul segenap lapisan masyarakat, golongan, suku dan etnik,” harap Teddy.
Kalau salah memilih pemimpin, bukan daerah ini (Muratara) maju setelah menjadi DOB, malah jauh lebih ketinggalan dari daerah lain, bahkan muncul berbagai masalah baru. Artinya, pemimpin yang punya konsep, dan dalam melaksanakan konsep yang diapresiasikan dalam program kerja pemerintah daerah, harus mampu memanfaatkan sumber daya yang ada, berdasarkan kemampuan dan kapasitas dari berbagai lapisan masyarakatnya.
”Memang belum layak saat ini berbicara tentang pemimpin, karena draf DOB Muratara untuk disahkan UU terbentuknya Kabupaten Muratara belum disahkan DPR RI. Tetapi paling tidak kita sudah memberikan sumbangsih pikiran untuk Muratara, sebagai bentuk dukungan dan simpati Partai NasDem terhadap terbentuknya Kabupaten Muratara. Sebab, mereka yang tidak mendukung terbentuknya Kabupaten Muratara, setelah terbentuknya kabupaten ini akan tersingkir dan tergilas dengan sendirinya,” kata Teddy.
Bahkan kalau kabupaten ini sudah menjadi daerah otonomi baru, PT Triaryani, siap untuk berinvestasi yang lebih besar lagi. ”Sesuai dengan cita-cita untuk membangun PLTU mulut tambang dengan kapasitas 2x300 megawatt, dengan dana investasi tidak kurang dari USD 800. Dan 2x600 megawatt dengan biaya lebih kurang USD 1,6 juta, yang dapat menyerap ribuan tenaga kerja, saat dibangunnya proyek ini,” tambah Teddy. (12)

.jpg)

0 komentar:
Tulis komentar anda
Tell us what you're thinking... !