MUARA RUPIT - Di akhir masa jabatan Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Kabupaten Musi Rawas (Mura), AKBP M Barly Ramadhani melakukan perdamaian (tepung tawar) dengan masyarakat Kecamatan Muara Rupit, Daerah Otonomi Baru (DOB) Musi Rawas Utara (Muratara) yang menjadi korban bentrok massa menuntut pemekaran, pada Sabtu (15/6).
Selain itu, perwira berpangkat melati dua berpamitan kepada masyarakat Rupit dan sekitarnya karena tidak menjabat lagi sebagai Kapolres Mura karena dimutasi ke Mabes Polri.
Barly Ramadhani mengatakan tepung tawar yang digelar merupakan kesepakatan bersama dengan tokoh masyarakat, tokoh agama dan para korban baik meninggal dunia maupun luka-luka.
Kegiatan ini untuk mengembalikan kondisi yang ada. Sebab, Polisi dan masyarakat memiliki hubungan yang erat. Apalagi sejak awal pasca bentrok Kapolda Sumsel, Irjen Pol Suud Usman Nasution telah melakukan perdamaian dengan masyarakat secara adat di Kecamatan Rupit.
"Saya sebagai pimpinan menunjukkan keseriusan untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi. Karena semua menjadi tanggung jawab saya sendiri terhadap anggota," ujar Barly usai menemui para korban bentrok Rupit, kemarin.
Menurutnya, sekarang kondisi sudah berangsur-angsur membaik dan fungsi-fungsi kepolisian harus tetap berjalan di masyarakat jangan sampai tidak. Selain itu, diharapkan dukungan masyarakat, tokoh agama, dan pemuda untuk bekerja sama menciptakan situasi dan kondisi yang kondusif.
"Saya juga mohon pamit karena tidak lagi menjabat sebagai Kapolres Mura dan mengharapkan bantuan masyarakat untuk sama-sama menjaga situasi kamtibmas yang kondusif,"jelas dia.
Sedangkan, Kasi Humas Polres Mura, Aiptu Arpan mengatakan, Kapolres Mura, AKBP M Barly Ramadhani bersama Wakapolres, Kompol Tulus Sinaga menyambangi rumah duka empat orang korban yang meninggal dunia.
Selain itu, membesuk tujuh orang yang mengalami luka-luka. Namun, secara langsung Kapolres mendatangi tiga korban yang luka ke rumah-rumah karena tidak bisa ditemui di lokasi tepung tawar di Mesjid At Taqwa Rupit. Ketiga korban yakni, Syahri, Deni, dan Ujuk alias Caisar.
"Animo masyarakat sangat baik dan tinggi. Sebab, Kapolres Mura, AKBP M Barly Ramadhani serius menyelesaikan permasalahan di masyarakat," ungkapnya.
Terpisah, Tokoh Pemuda Kecamatan Rupit, Ardi mengatakan, langkah proaktif yang dilakukan aparat kepolisian khususnya Kapolres Mura yang serius menyelesaikan masalah terhadap para korban sangat disambut baik. "Inilah pemimpin yang menjadi contoh di masyarakat. Bukan pemimpin yang lepas tangan," katanya.
Dia menambahkan, dirinya dan masyarakat sangat kehilangan sosok Kapolres Mura, AKBP M Barly Ramadhani yang familiar dan dekat dengan masyarakat. (08)
Selain itu, perwira berpangkat melati dua berpamitan kepada masyarakat Rupit dan sekitarnya karena tidak menjabat lagi sebagai Kapolres Mura karena dimutasi ke Mabes Polri.
Barly Ramadhani mengatakan tepung tawar yang digelar merupakan kesepakatan bersama dengan tokoh masyarakat, tokoh agama dan para korban baik meninggal dunia maupun luka-luka.
Kegiatan ini untuk mengembalikan kondisi yang ada. Sebab, Polisi dan masyarakat memiliki hubungan yang erat. Apalagi sejak awal pasca bentrok Kapolda Sumsel, Irjen Pol Suud Usman Nasution telah melakukan perdamaian dengan masyarakat secara adat di Kecamatan Rupit.
"Saya sebagai pimpinan menunjukkan keseriusan untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi. Karena semua menjadi tanggung jawab saya sendiri terhadap anggota," ujar Barly usai menemui para korban bentrok Rupit, kemarin.
Menurutnya, sekarang kondisi sudah berangsur-angsur membaik dan fungsi-fungsi kepolisian harus tetap berjalan di masyarakat jangan sampai tidak. Selain itu, diharapkan dukungan masyarakat, tokoh agama, dan pemuda untuk bekerja sama menciptakan situasi dan kondisi yang kondusif.
"Saya juga mohon pamit karena tidak lagi menjabat sebagai Kapolres Mura dan mengharapkan bantuan masyarakat untuk sama-sama menjaga situasi kamtibmas yang kondusif,"jelas dia.
Sedangkan, Kasi Humas Polres Mura, Aiptu Arpan mengatakan, Kapolres Mura, AKBP M Barly Ramadhani bersama Wakapolres, Kompol Tulus Sinaga menyambangi rumah duka empat orang korban yang meninggal dunia.
Selain itu, membesuk tujuh orang yang mengalami luka-luka. Namun, secara langsung Kapolres mendatangi tiga korban yang luka ke rumah-rumah karena tidak bisa ditemui di lokasi tepung tawar di Mesjid At Taqwa Rupit. Ketiga korban yakni, Syahri, Deni, dan Ujuk alias Caisar.
"Animo masyarakat sangat baik dan tinggi. Sebab, Kapolres Mura, AKBP M Barly Ramadhani serius menyelesaikan permasalahan di masyarakat," ungkapnya.
Terpisah, Tokoh Pemuda Kecamatan Rupit, Ardi mengatakan, langkah proaktif yang dilakukan aparat kepolisian khususnya Kapolres Mura yang serius menyelesaikan masalah terhadap para korban sangat disambut baik. "Inilah pemimpin yang menjadi contoh di masyarakat. Bukan pemimpin yang lepas tangan," katanya.
Dia menambahkan, dirinya dan masyarakat sangat kehilangan sosok Kapolres Mura, AKBP M Barly Ramadhani yang familiar dan dekat dengan masyarakat. (08)


0 komentar:
Tulis komentar anda
Tell us what you're thinking... !