CURUP- Enam orang pelaku perampokan membawa senjata api (Senpi) diduga masih berada di Kabupaten Rejang Lebong. Hal tersebut ditegaskan kapolres Rejang Lebong AKBP Edi Suroso Minggu (16/6).
Dijelaskan Edi Suroso, pelaku perampokan yang semuanya melarikan diri menggunakan kendaraan Avanza Silver merupakan pemain lama yang sering beroperasi dilintas provinsi.
"Setelah informasi kejadian kita langsung melakukan razia dibeberapa tempat termasuk diperbatasan-perbatasan provinsi dan belum diketahui jika ada kendaraan dengan ciri-ciri kendaraan peot bekas tumburan terdeteksi," jelas Edi Suroso.
Oleh sebab itu, petugas terus melakukan perburuan kendaraan dan ke-enam pelaku yang diduga masih bersembunyi. "Dalam melakukan perburuan ini petugas kita ekstra berhati-hati, sebab pelaku diketahui ada yang membawa senjata tajam (Senpi)," tegas Edi Suroso mengaku, sejumlah intel dan anggota polsek dan polres telah menyebar dan meminta informasi dari masyarakat. Jika diketahui ada kendaraan pelaku yang terlihat melintas ataupun bersembunyi.
Dua kendaraan milik pelaku yakni jenis Vega R dan Supra yang masih diamankan di Polsek Sindang Kelingi diduga merupakan hasil kejahatan pelaku di jalan raya.
"Kita juga telah melakukan koordinasi dengan polsek dan polres perbatasan daerah tetangga untuk mempersempit ruang gerak pelaku untuk melarikan diri," kata Edi Suroso.
Sementara itu, Hasan Basri (42) warga Timbul Rejo Curup hingga saat ini masih dirawat di rumah sakit Palembang dan belum bisa diminta keterangan.
Untuk proyektil yang bersarang di tubuh korban saat ini sudah dikeluarkan, dan polisi masih mengidentifikasi jenis proyektil yang di muntahkan melalui senpi milik pelaku.
"Kita masih mengidentifikasi jenis proyektil yang digunakan pelaku yang bersarang di tubuh korban saat melakukan perampokan," tegasnya.
Untuk diketahui, perampokan sadis terjadi di Sawangan Desa Kayu Manis, Kecamatan Sindang Kelingi dilakukan oleh enam orang dua diantaranya menggunakan kendaraan bermotor dan
satu7 unit kendaraan jenis Avanza.
Meski pelaku tidak berhasil mengambil uang tunai yang diduga ada Rp 100 juta milik pelaku, namun pelaku berhasil menembak
korban.
Lantaran takut diketahui warga dan polisi, pelaku akhirnya kabur dan meninggalkan kedua kendaraan dengan kondisi ringsek saat kejar-kejaran dengan korbannya dijalan sempit menanjak tidak jauh dari pemakaman umum desa setempat.(11)
Dijelaskan Edi Suroso, pelaku perampokan yang semuanya melarikan diri menggunakan kendaraan Avanza Silver merupakan pemain lama yang sering beroperasi dilintas provinsi.
"Setelah informasi kejadian kita langsung melakukan razia dibeberapa tempat termasuk diperbatasan-perbatasan provinsi dan belum diketahui jika ada kendaraan dengan ciri-ciri kendaraan peot bekas tumburan terdeteksi," jelas Edi Suroso.
Oleh sebab itu, petugas terus melakukan perburuan kendaraan dan ke-enam pelaku yang diduga masih bersembunyi. "Dalam melakukan perburuan ini petugas kita ekstra berhati-hati, sebab pelaku diketahui ada yang membawa senjata tajam (Senpi)," tegas Edi Suroso mengaku, sejumlah intel dan anggota polsek dan polres telah menyebar dan meminta informasi dari masyarakat. Jika diketahui ada kendaraan pelaku yang terlihat melintas ataupun bersembunyi.
Dua kendaraan milik pelaku yakni jenis Vega R dan Supra yang masih diamankan di Polsek Sindang Kelingi diduga merupakan hasil kejahatan pelaku di jalan raya.
"Kita juga telah melakukan koordinasi dengan polsek dan polres perbatasan daerah tetangga untuk mempersempit ruang gerak pelaku untuk melarikan diri," kata Edi Suroso.
Sementara itu, Hasan Basri (42) warga Timbul Rejo Curup hingga saat ini masih dirawat di rumah sakit Palembang dan belum bisa diminta keterangan.
Untuk proyektil yang bersarang di tubuh korban saat ini sudah dikeluarkan, dan polisi masih mengidentifikasi jenis proyektil yang di muntahkan melalui senpi milik pelaku.
"Kita masih mengidentifikasi jenis proyektil yang digunakan pelaku yang bersarang di tubuh korban saat melakukan perampokan," tegasnya.
Untuk diketahui, perampokan sadis terjadi di Sawangan Desa Kayu Manis, Kecamatan Sindang Kelingi dilakukan oleh enam orang dua diantaranya menggunakan kendaraan bermotor dan
satu7 unit kendaraan jenis Avanza.
Meski pelaku tidak berhasil mengambil uang tunai yang diduga ada Rp 100 juta milik pelaku, namun pelaku berhasil menembak
korban.
Lantaran takut diketahui warga dan polisi, pelaku akhirnya kabur dan meninggalkan kedua kendaraan dengan kondisi ringsek saat kejar-kejaran dengan korbannya dijalan sempit menanjak tidak jauh dari pemakaman umum desa setempat.(11)


0 komentar:
Tulis komentar anda
Tell us what you're thinking... !