LUBUKLINGGAU - Sejak beberapa hari terakhir, gas elpiji 12 Kg mengalami kelangkaan dipasaran. Kelangkaan itu diakui oleh salah satu karyawan agen gas, Ridwan, kemarin.
Dia menyatakan, kekosongan gas 12 kg dirasakan sejak beberapa hari lalu. Sehingga sejak beberapa hari yang lalu, pasokan gas 12 Kg mengalami ke kosong di agen. Dampaknya agen tidak bisa mengirimkan gas 12 kg ke sejumlah pengecer.
“Pengecer banyak bertanya gas 12 kilogram tidak dikirim-kirim,” ujarnya.
Sejauh ini belum diketahui pasti penyebab dari kelangkaan gas 12 kg dimaksud. Sementara untuk gas 3 kg saat ini tidak mengalami kelangkaan, dan masih seperti biasa.
“Yah kita belum mengetahui secara pasti apa penyebab dari kelangkaan tersebut,” jelasnya.
Salah satu pedagang eceran, Amir mengaku, tidak ada kendala atau kelangkaan gas 12 kg. Bahkan ia masih menjual gas 12 Kg dengan harga Rp 110 ribu, sedangkan untuk 3 Kg ia jual Rp 20 ribu.
“Sejuah ini saya masih menjual gas 12 Kg, namun stok yang ada bukan stok baru melainkan stok lama. Dari sekian banyak tabung gas 12 Kg yang ada, hanya ada tiga tabung yang masih berisi dan belum ada yang mengantar, biasa ada yang mengantarkan langsung ke kita. Jadi saya tidak mengetahui pasti kalau ada kelangkaan gas tersebut,” jelasnya.
Ketua Hiswana Migas, Wiwin melalui Bagian Ekonomi, Agus Darmawijaya menjelaskan, terkait kelangkaan tabung gas 12 Kg belum ada informasi kepihaknya.
“Jika memang itu terjadi, masih dalam kategori yang wajar dan bersifat insidental. Kemungkinan, ada penimbunan atau sekedar penyimpanan stok, apalagi adanya wacana kenaikan BBM dan Gas oleh pemerintah. Sehingga dengan adanya stok, ketika kenaikan terjadi mereka masih menikmati harga lama,” bebernya.
Dan kejadian seperti ini, sejati tidak hanya terjadi di Kota Lubuklinggau dan Kabupaten Mura, melainkan dibeberapa daerah lain. “Kalo di daerah lain, dua tiga bulan yang lalu gas elpiji sudah mengalami kelangkaan, namun untuk di Lubuklinggau lancar-lancar saja. Paling dua tiga hari, dan itu masih dalam kategori wajar-wajar saja,” jelasnya.(14)
Dia menyatakan, kekosongan gas 12 kg dirasakan sejak beberapa hari lalu. Sehingga sejak beberapa hari yang lalu, pasokan gas 12 Kg mengalami ke kosong di agen. Dampaknya agen tidak bisa mengirimkan gas 12 kg ke sejumlah pengecer.
“Pengecer banyak bertanya gas 12 kilogram tidak dikirim-kirim,” ujarnya.
Sejauh ini belum diketahui pasti penyebab dari kelangkaan gas 12 kg dimaksud. Sementara untuk gas 3 kg saat ini tidak mengalami kelangkaan, dan masih seperti biasa.
“Yah kita belum mengetahui secara pasti apa penyebab dari kelangkaan tersebut,” jelasnya.
Salah satu pedagang eceran, Amir mengaku, tidak ada kendala atau kelangkaan gas 12 kg. Bahkan ia masih menjual gas 12 Kg dengan harga Rp 110 ribu, sedangkan untuk 3 Kg ia jual Rp 20 ribu.
“Sejuah ini saya masih menjual gas 12 Kg, namun stok yang ada bukan stok baru melainkan stok lama. Dari sekian banyak tabung gas 12 Kg yang ada, hanya ada tiga tabung yang masih berisi dan belum ada yang mengantar, biasa ada yang mengantarkan langsung ke kita. Jadi saya tidak mengetahui pasti kalau ada kelangkaan gas tersebut,” jelasnya.
Ketua Hiswana Migas, Wiwin melalui Bagian Ekonomi, Agus Darmawijaya menjelaskan, terkait kelangkaan tabung gas 12 Kg belum ada informasi kepihaknya.
“Jika memang itu terjadi, masih dalam kategori yang wajar dan bersifat insidental. Kemungkinan, ada penimbunan atau sekedar penyimpanan stok, apalagi adanya wacana kenaikan BBM dan Gas oleh pemerintah. Sehingga dengan adanya stok, ketika kenaikan terjadi mereka masih menikmati harga lama,” bebernya.
Dan kejadian seperti ini, sejati tidak hanya terjadi di Kota Lubuklinggau dan Kabupaten Mura, melainkan dibeberapa daerah lain. “Kalo di daerah lain, dua tiga bulan yang lalu gas elpiji sudah mengalami kelangkaan, namun untuk di Lubuklinggau lancar-lancar saja. Paling dua tiga hari, dan itu masih dalam kategori wajar-wajar saja,” jelasnya.(14)


0 komentar:
Tulis komentar anda
Tell us what you're thinking... !