CURUP - Minggu (09/06) sekitar pukul 09.00 WIB, warga desa dusun sawah Kecamatan Curup Utara, mendadak heboh. Pasalnya rumah hasil program bedah rumah dibangun tahun 2009 dihuni Rosla (65), seorang lansia nyaris ludes terbakar sampai ludes terbakar.
Tidak semua bangunan rumah terbakar lantaran warga segera memberikan pertolongan untuk memadamkan api. Namun, atas musibah tersebut korban tetap mengalami kerugian ditaksir jutaan rupiah lantaran harta benda, seperti 2 kaleng beras, tempat tidur, pakaian serta benda berharga lainnya telah menjadi arang karena ikut terbakar.
"Waktu kejadian saya sedang ke sawah untuk menjadi buruh upah. Tiba-tiba ada yang bilang rumah saya terbakar, jadi saya pulang. Kalau tahu akan terjadi peristiwa seperti ini saya tidak akan ke sawah," jelas Rosla, yang hidup menyendiri di rumah miliknya.
Dikonfirmasi, Kepala Desa Dusun Sawah, Herawati ditemui menceritakan rumah yang dibangun pemerintah lewat program bedah rumah sengaja tidak ditempati Rosla dengan alasan takut. Oleh anak dan cucunya, Rosla kemudikan dibuat rumah sambung berbentuk panggung berukuran 4x4 meter dengan dinding dan lantai terbuat dari bambu.
"Di rumah panggung itu Rosla memilih tinggal, dan menyimpan barang berharga miliknya. Alasannya tidak menempati rumah permanen karena takut sendirian," paparnya.
Api yang membakar seluruh bagian rumah sambung milik Rosla, diduga berasal dari tunggu perapian tempat di mana Rosla memasak kebutuhan sehari-hari.
"Karena lantai bidang dari bambu, lama-kelamaan rapuh oleh panas. Sehingga lantai jebol. Bara api yang masih menyala di tungku masak membakar kayu bakar yang disimpan di bawah bangunan panggung sehingga membesar," terang Herawati.
Ia menjelaskan, kebakaran sempat membakar bangunan rumah milik Inung (40) yang tidak lain tetangga sang nenek. Untungnya api sudah segera diketahui warga sehingga beramai-ramai berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya tanpa bantuan petugas pemadam kebakaran.(11)
Tidak semua bangunan rumah terbakar lantaran warga segera memberikan pertolongan untuk memadamkan api. Namun, atas musibah tersebut korban tetap mengalami kerugian ditaksir jutaan rupiah lantaran harta benda, seperti 2 kaleng beras, tempat tidur, pakaian serta benda berharga lainnya telah menjadi arang karena ikut terbakar.
"Waktu kejadian saya sedang ke sawah untuk menjadi buruh upah. Tiba-tiba ada yang bilang rumah saya terbakar, jadi saya pulang. Kalau tahu akan terjadi peristiwa seperti ini saya tidak akan ke sawah," jelas Rosla, yang hidup menyendiri di rumah miliknya.
Dikonfirmasi, Kepala Desa Dusun Sawah, Herawati ditemui menceritakan rumah yang dibangun pemerintah lewat program bedah rumah sengaja tidak ditempati Rosla dengan alasan takut. Oleh anak dan cucunya, Rosla kemudikan dibuat rumah sambung berbentuk panggung berukuran 4x4 meter dengan dinding dan lantai terbuat dari bambu.
"Di rumah panggung itu Rosla memilih tinggal, dan menyimpan barang berharga miliknya. Alasannya tidak menempati rumah permanen karena takut sendirian," paparnya.
Api yang membakar seluruh bagian rumah sambung milik Rosla, diduga berasal dari tunggu perapian tempat di mana Rosla memasak kebutuhan sehari-hari.
"Karena lantai bidang dari bambu, lama-kelamaan rapuh oleh panas. Sehingga lantai jebol. Bara api yang masih menyala di tungku masak membakar kayu bakar yang disimpan di bawah bangunan panggung sehingga membesar," terang Herawati.
Ia menjelaskan, kebakaran sempat membakar bangunan rumah milik Inung (40) yang tidak lain tetangga sang nenek. Untungnya api sudah segera diketahui warga sehingga beramai-ramai berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya tanpa bantuan petugas pemadam kebakaran.(11)


0 komentar:
Tulis komentar anda
Tell us what you're thinking... !