CURUP - Sejumlah warga Kecamatan Kota Padang mengeluhkan kondisi jalan rusak. Diperkirakan jalan mengalami kerusakan mencapai 7 Kilometer diantaranya jalan penghubung di desa Kota Padang menuju desa kota Padang Baru, Kecamatan Kota Padang.
Keluhan akan kondisi jalan tersebut dibenarkan anggota DPRD Dapil Lembak, Yurizal, Senin (10/6). Diakuinya, rusaknya sarana transportasi jalan tersebut berakibat pada alat transportasi di desa tersebut.
Menurut informasi, kerusakan jalan tersebut diduga lantaran adanya aktivitas tambang milik PT Pertamina yang saat ini sedang melaksanakan kegiatan eksplorasi tambang jenis minyak dan gas di wilayah tersebut.
Ia juga mengaku, keluhan warga terhadap kondisi jalan dilampiaskan warga yang datang ke rumahnya meminta petunjuk akan hal itu.
"Malam tadi (minggu malam, red) sekitar 50 orang, warga datang ke rumah saya, untuk melakukan konsultasi terkait kondisi tersebut," akunya.
Selain berlubang, sejumlah armada yang lalu lalang beroperasi membuat kondisi jalan rusak.
"Silakan cek sendiri, jangan sampai Negara dirugikan dengan aktivitas untuk kepentingan pribadi dan golongan," ingat Yurizal.
Masih menurutnya, kegiatan tambang tersebut telah berjalan lebih kurang 1,5 bulan ini. "Kalau tidak disikapi, kami khawatir akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," ungkapnya.
Terpisah, Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Rejang Lebong, Drs Darmansyah. Mengaku memang ada aktivitas tambang di lokasi dimaksud.
Ia mengaku, menanggapi keluhan warga itu pihaknya akan melakukan pengecekan terhadap kerusakan itu.
"Nanti kami akan turun dan mengecek lokasi tambang yang informasi mendapat keluhan warga akibat kerusakan jalan,"akunya.(11)
Keluhan akan kondisi jalan tersebut dibenarkan anggota DPRD Dapil Lembak, Yurizal, Senin (10/6). Diakuinya, rusaknya sarana transportasi jalan tersebut berakibat pada alat transportasi di desa tersebut.
Menurut informasi, kerusakan jalan tersebut diduga lantaran adanya aktivitas tambang milik PT Pertamina yang saat ini sedang melaksanakan kegiatan eksplorasi tambang jenis minyak dan gas di wilayah tersebut.
Ia juga mengaku, keluhan warga terhadap kondisi jalan dilampiaskan warga yang datang ke rumahnya meminta petunjuk akan hal itu.
"Malam tadi (minggu malam, red) sekitar 50 orang, warga datang ke rumah saya, untuk melakukan konsultasi terkait kondisi tersebut," akunya.
Selain berlubang, sejumlah armada yang lalu lalang beroperasi membuat kondisi jalan rusak.
"Silakan cek sendiri, jangan sampai Negara dirugikan dengan aktivitas untuk kepentingan pribadi dan golongan," ingat Yurizal.
Masih menurutnya, kegiatan tambang tersebut telah berjalan lebih kurang 1,5 bulan ini. "Kalau tidak disikapi, kami khawatir akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," ungkapnya.
Terpisah, Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Rejang Lebong, Drs Darmansyah. Mengaku memang ada aktivitas tambang di lokasi dimaksud.
Ia mengaku, menanggapi keluhan warga itu pihaknya akan melakukan pengecekan terhadap kerusakan itu.
"Nanti kami akan turun dan mengecek lokasi tambang yang informasi mendapat keluhan warga akibat kerusakan jalan,"akunya.(11)


0 komentar:
Tulis komentar anda
Tell us what you're thinking... !