KARYA BAKTI - Pesanan berbagai jenis kursi memang meningkat menjelang Lebaran namun hal itu juga berimbas pada pelaku usaha servis kursi.
Sumarlan (45) warga RT 03 Kelurahan Karya Bakti kecamatan Lubuklinggau Timur II, kepada Linggau Pos, Kamis (26/6) mengatakan, untuk servis kursi yang ditawarkan kepada para konsumen, dinilai dari rumitnya jenis kursi yang di servis dan juga bahan-bahan yang digunakan dan juga kerusakan kursinya, harganya pun bervariasi mulai dari Rp 500.000 hingga lebih dari Rp 100.000, biasanya yang servis kursi adalah masyarakat menengah ke bawah dikarenakan perekonomian mereka serba berkecukupan.
“Kita menekuni kursi ini sejak lebih dari 30 tahun ini berbagai jenis mulai dari kursi sudut, 321 dan kursi Litna dapat memakan waktu hingga satu minggu pekerjaan, dengan mengganti seluruh bahan yang dianggap rusak, jika busa itu bolong ya semuanya di ganti dengan yang baru tidak di akal-akali, dengan tujuan barang yang digunakan tahan lama dan salam pengerjaannya juga tidak rumit,” kata Sumarlan.
Selain memperbarui kursi rusak, bapak tiga anak ini juga memproduksi kursi dari pesanan warga di sekitar tempat tinggalnya, dengan lama pekerjaan lebih kurang 10 hari dan dibantu oleh tenaga kerja sebanyak dua orang mampu membuat satu jenis kursi sesuai pesanan, mulai dari jenis Litna, 321 dan kursi sudut hingga kursi makan.
“Jika memasuki bulan puasa permintaan dari masyarakat untuk pembuatan kursi ini meningkat, dalam jarak waktu berdekatan dengan momen lebaran tersebut 20 set kursi di produksi,” ungkap Sumarlan.
Selain itu, Suparman mengungkapkan usaha yang dilakukannya ini berdiri dari dana pribadi, meski bermodal kecil namun tidak dibebani dengan tagihan hutang yang telah disepakati oleh pihak tertentu untuk dapat memberikan pinjaman besar untuk meningkatkan produksi.
“Tidak berani pinjam modal, seperti yang saat ini terjadi sudah satu bulan sepi, kita akan dibebani dengan tagihan yang sudah di bebani tiap bulannya, lebih baik kita mengurangi kebutuhan dapur untuk lebih berhemat pengeluarannya di saat pemasukan yang kecil,” jelas Parman panggilan akrabnya.(09)


0 komentar:
Tulis komentar anda
Tell us what you're thinking... !