AIR KUTI – Koordinator Gerakan Sumpah Undang-Undang (GSUU) Lubuklinggau-Musi Rawas (Mura), Herman Sawiran berharap pemerintah lebih memperhatikan dunia pendidikan.
Kepada Linggau Pos, Minggu, (16/6), ia mengatakan jika melihat kondisi sistem pendidikan di Kota Lubuklinggau maupun di Kabupaten Mura masih semrawut. Terlihat dari berbagai kekurangan di sana sini. Terutama kurangnya perhatian dari pemerintah terutama pendidikan yang ada di daerah.
“Oleh karena itu, dunia pendidikan harus benar-benar diperhatikan oleh pemerintah,” ucapnya.
Seperti di kota-kota besar, ia mencontohkan, para guru benar-benar sigap dengan watak dan perilaku para siswa, sehingga tujuan dari pendidikan yang menginginkan masyarakatnya cerdas, menginginkan siswa cerdas dapat tercapai.
“Hal ini menuntut pihak Dinas Pendidikan Linggau-Mura menyikapi pra dan paska penerimaan siswa-siswi baru atau Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Sehingga mulai tahun pelajaran 2013/2014 dan seterusnya tidak ada lagi pelajar yang tawuran, pelajar yang ikut-ikutan menjambret, memakai motor tanpa pelat motor, maling, melakukan hal-hal negatif di tempat-tempat tertentu, pergaulan bebas, Narkoba dan melakukan tindak kriminal lainnya yang meresahkan masyarakat,” terang Herman Sawiran.
Lebih lanjut ia menyampaikan, akan mendesak kepada Walikota Lubuklinggau dan Bupati untuk berperan aktif memperhatikan perkembangan pendidikan dan benar-benar mengevaluasi tingkat kenakalan siswa.
“Coba kita perhatikan, pada saat jam belajar banyak pelajar berkeliaran, di Warung Internet (Warnet), dan di Mall. Sekarang pertanyaannya bagaimana kinerja sekolah, para guru, satpam, dan kabag kesiswaan dan juga Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP),” tegasnya.
Menyikapi lemahnya pengawasan siswa tersebut, lanjut Herman Sawiran, pemerintah harus aktif mengerahkan semua pihak untuk saling bekerja sama. “Sat Pol PP misalnya, ketika mendapati pelajar berkeliaran di luar sekolah dan saat Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) berlangsung, tangkap dan diberi sanksi, tidak hanya pelajar, PNS pun banyak dan sering jajan di saat jam kerja, belanja ke mal, ke pasar, tangkap mereka dan harus diberi disiplin,” imbau Herman Sawiran.
“Kemudian untuk pihak internet, diminta kerjasamanya, jangan menerima pelajar ngenet di jam belajar. Dan yang sangat disesalkan, terkadang kelas pelajaran tidak ada gurunya, hal ini menunjukkan bahwa, kemungkinan siswa keluar karena di kelas tidak ada guru yang mengajar, atau mungkin guru lebih dahulu keluar sekolah,” kritiknya.
Akibat dari itu semua, menurut Herman Sawiran sistem pendidikan Indoensia menjadi tertinggal. Terbukti tingkat kecakapan atau skill yang dikuasai secara umum masih terhitung rendah. Pada beberapa sektor penting yang membutuhkan tenaga ahli masih banyak dikuasai oleh lulusan luar Kota Lubuklinggau.
“Berbagai permasalahan ini harus segera ditindaklanjuti. Kalau kenakalan pelajar ini dibiarkan bagaimana kita bisa menciptakan Lubuklinggau Madani dan mewujudkan Musi Rawas Darussalam. Kita lihat nanti, ada tidak tindakan dari pemerintah mengenai persoalan kenakalan siswa ini. Terlebih ini mendekati bulan Ramadhan,” ia membeberkan. (13)
Kepada Linggau Pos, Minggu, (16/6), ia mengatakan jika melihat kondisi sistem pendidikan di Kota Lubuklinggau maupun di Kabupaten Mura masih semrawut. Terlihat dari berbagai kekurangan di sana sini. Terutama kurangnya perhatian dari pemerintah terutama pendidikan yang ada di daerah.
“Oleh karena itu, dunia pendidikan harus benar-benar diperhatikan oleh pemerintah,” ucapnya.
Seperti di kota-kota besar, ia mencontohkan, para guru benar-benar sigap dengan watak dan perilaku para siswa, sehingga tujuan dari pendidikan yang menginginkan masyarakatnya cerdas, menginginkan siswa cerdas dapat tercapai.
“Hal ini menuntut pihak Dinas Pendidikan Linggau-Mura menyikapi pra dan paska penerimaan siswa-siswi baru atau Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Sehingga mulai tahun pelajaran 2013/2014 dan seterusnya tidak ada lagi pelajar yang tawuran, pelajar yang ikut-ikutan menjambret, memakai motor tanpa pelat motor, maling, melakukan hal-hal negatif di tempat-tempat tertentu, pergaulan bebas, Narkoba dan melakukan tindak kriminal lainnya yang meresahkan masyarakat,” terang Herman Sawiran.
Lebih lanjut ia menyampaikan, akan mendesak kepada Walikota Lubuklinggau dan Bupati untuk berperan aktif memperhatikan perkembangan pendidikan dan benar-benar mengevaluasi tingkat kenakalan siswa.
“Coba kita perhatikan, pada saat jam belajar banyak pelajar berkeliaran, di Warung Internet (Warnet), dan di Mall. Sekarang pertanyaannya bagaimana kinerja sekolah, para guru, satpam, dan kabag kesiswaan dan juga Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP),” tegasnya.
Menyikapi lemahnya pengawasan siswa tersebut, lanjut Herman Sawiran, pemerintah harus aktif mengerahkan semua pihak untuk saling bekerja sama. “Sat Pol PP misalnya, ketika mendapati pelajar berkeliaran di luar sekolah dan saat Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) berlangsung, tangkap dan diberi sanksi, tidak hanya pelajar, PNS pun banyak dan sering jajan di saat jam kerja, belanja ke mal, ke pasar, tangkap mereka dan harus diberi disiplin,” imbau Herman Sawiran.
“Kemudian untuk pihak internet, diminta kerjasamanya, jangan menerima pelajar ngenet di jam belajar. Dan yang sangat disesalkan, terkadang kelas pelajaran tidak ada gurunya, hal ini menunjukkan bahwa, kemungkinan siswa keluar karena di kelas tidak ada guru yang mengajar, atau mungkin guru lebih dahulu keluar sekolah,” kritiknya.
Akibat dari itu semua, menurut Herman Sawiran sistem pendidikan Indoensia menjadi tertinggal. Terbukti tingkat kecakapan atau skill yang dikuasai secara umum masih terhitung rendah. Pada beberapa sektor penting yang membutuhkan tenaga ahli masih banyak dikuasai oleh lulusan luar Kota Lubuklinggau.
“Berbagai permasalahan ini harus segera ditindaklanjuti. Kalau kenakalan pelajar ini dibiarkan bagaimana kita bisa menciptakan Lubuklinggau Madani dan mewujudkan Musi Rawas Darussalam. Kita lihat nanti, ada tidak tindakan dari pemerintah mengenai persoalan kenakalan siswa ini. Terlebih ini mendekati bulan Ramadhan,” ia membeberkan. (13)


0 komentar:
Tulis komentar anda
Tell us what you're thinking... !