![]() |
| MENCACAH SAMPAH : Program pengolahan limbah sampah yang dilakua Lurah B Srikaton, untuk mengatasi pencemaran lingkungan di masyarakat. |
B SRIKATON –Kelurahan B Srikaton, Kecamatan Tugumulyo, Kabupaten Musi Rawas, pengendalian lingkungan dengan pengelolaan sampah ramah lingkungan terus digiatkan.
Lurah B Srikaton, Badrun, mengatakan dirinya tidak hanya sekedar melakukan himbauan kepada masyarakat untuk mengelola lingkungan dengan membuang sampah yang benar, namun ia bersama empat asistennya bergerak langsung dengan cara jemput bola ke rumah-rumah mengambil sampah dan mengolahnya menjadi pupuk yang bernilai ekonomi.
“Sistemnya kita angkut sampah-sampah dari satu rumah ke rumah lain. Kemudian kita olah menjadi pupuk,” jelas Badrun kepada Linggau Pos, Sabtu (8/6).
Program pengelolaan limbah sampah yang dimulai sejak Desember 2012 tersebut, hingga kini aktif dilakukan. Dalam seminggu sekali, empat pegawainya siap mengambil ratusan kilo sampah rumahan.
“Paling tidak seminggu sekali mengangkut sampah-sampah yang diambil dari seluruh rumah warga Kelurahan B Srikaton. Kisaran sampah yang diproduksi setiap minggunya tidak menentu, yang jelas dalam seminggu lima truk sampah pasti terkumpul ,” terangnya.
Setelah sampah terkumpul, hasil limbah rumahan yang masih tercampur antara limbah organik dan non organik itu kemudian dipisahkan. “Setelah terpisah, sampah organik yang kira-kira hanya 30 persen dari seluruh sampah yang ada ini, langsung dilakukan pencacahan,” jelas Badrun.
Ia menerangkan, proses pengolahan limbah sampah menjadi pupuk organik ini sedikitnya membutuhkan waktu satu bulan.
“Prosesnya cukup lama. Pertama, sampah dikelompokan menjadi dua jenis sampah, yakni sampah organik dan sampah non organik ini. Setelah terpisah, sampah yang bisa dipakai atau yang biasa disebut sampah organik ini kemudian dicacah menggunakan mesin cacah. Usai melewati tahap pencacahan kemudian dilakukan penguraian atau pembusukan selama lebih kurang tiga minggu. Selanjutnya, sampah baru bisa diayak, yang artinya hasil olahan sampah sudah bisa dimanfaatkan,” paparnya.
Untuk saat ini, imbuh Bandur, hasil daur ulang sampah tersebut masih dipasarkan di lingkungan setempat, dengan harga Rp 10 ribu perkarung muatan 20 Kg.
Ia berharap, program pengelolaan sampah ramah lingkungan ini, terus didukung oleh semua warga masyarakat B Srikaton, demi kebersihan, kenyamanan dan kesehatan hidup bersama.
“Dengan adanya program ini, harapan kami dapat mengatasi pencemaran lingkungan. Selain itu kami berharap ke depan tidak ada lagi sampah berserakan, tidak ada lagi sampah menyumbat aliran air sungai, atau menggenang di kolam/air,” Harap Badrun. (13)



0 komentar:
Tulis komentar anda
Tell us what you're thinking... !