PASAR PEMIRI - Pemkot Lubuklinggau hari ini (Kamis, 26/6) akan mengadakan rapat bersama guna memutuskan tarif angkot resmi di Kota Lubuklinggau pasca kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Para sopir berharap hasil yang diperoleh secara adil baik untuk masyarakat maupun sopir angkot.
Yono (32), salah seorang sopir angkot warna biru, jurusan Terminal-Megang kepada Linggau Pos, Rabu (26/6) mengatakan bahwa aspirasinya telah terwakili rekan seprofesinya diharapkan dapat menemukan solusi jitu, dalam hal menentukan keputusan penyesuaian tarif angkot.
“Kita serahkan semuanya kepada teman-teman yang nanti akan membahas kenaikan ini. Apapun hasilnya itu yang terbaik,” katanya.
Sedangkan, Sinta (21) warga Kelurahan Kayu Ara, Kecamatan Lubuklinggau Barat I mengungkapkan, berapapun besaran tarif angkot disahkan jangan membebani masyarakat sebagai pengguna jasa.
“Tarif angkot naik disesuaikan dengan kebutuhan, jangan sepihak,” ungkapnya.
Di tempat terpisah, Cece (40) warga Kelurahan Pasar Pemiri, Kecamatan Lubuklinggau Barat II mengungkapkan, diperkirakan harga beras akan naik dalam waktu seminggu kedepan karena stok barang yang saat ini sudah kian menipis.
“Jika sekarang harga beras masih stabil belum ada kenaikan, namun diperkirakan Senin (1/7) harga beras bakal berbeda karena di daerah lain biaya transportasi sudah naik,” ungkap Cece.
Mengenai persentase kenaikan harga beras, Cece belum dapat memastikannya karena hal tersebut saat ini belum terjadi.
“Untuk beras IR 64 harganya masih Rp 7.500 perkilogram. Beras merek selancar dan JM masih harganya Rp 9.000 per Kg,” papar Cece.
Sementara itu Ketua Organda Kota Lubuklinggau, Sapran mengatakan penyesuaian tarif angkot Kota Lubuklinggau pihaknya mengusulkan kenaikan harga hingga 20 persen hingga 30 persen, dari harga sebelumnya mengingat kenaikan BBM jenis premium dan solar cukup tinggi mengakibatkan membengkaknya biaya setoran dan harga spare park mobil.
“Kita akan mengusulkan penyesuaian tarif angkot sebesar 20 persen, hingga 30 persen,” katanya.
Sebelumnya, perwakilan sopir angkot warna kuning jurusan Lubuklinggau-Muara Beliti mengajukan usulan penyesuaian tarif angkot dengan rincian untuk penumpang umum Rp 4.500, Mahasiswa Rp 4.250, Pelajar Rp 2.250, jurusan Lubuklinggau-Tugumulyo Rp 8.000 dan Lubuklinggau-Muara Beliti sebesar Rp 8.000.(09)
Yono (32), salah seorang sopir angkot warna biru, jurusan Terminal-Megang kepada Linggau Pos, Rabu (26/6) mengatakan bahwa aspirasinya telah terwakili rekan seprofesinya diharapkan dapat menemukan solusi jitu, dalam hal menentukan keputusan penyesuaian tarif angkot.
“Kita serahkan semuanya kepada teman-teman yang nanti akan membahas kenaikan ini. Apapun hasilnya itu yang terbaik,” katanya.
Sedangkan, Sinta (21) warga Kelurahan Kayu Ara, Kecamatan Lubuklinggau Barat I mengungkapkan, berapapun besaran tarif angkot disahkan jangan membebani masyarakat sebagai pengguna jasa.
“Tarif angkot naik disesuaikan dengan kebutuhan, jangan sepihak,” ungkapnya.
Di tempat terpisah, Cece (40) warga Kelurahan Pasar Pemiri, Kecamatan Lubuklinggau Barat II mengungkapkan, diperkirakan harga beras akan naik dalam waktu seminggu kedepan karena stok barang yang saat ini sudah kian menipis.
“Jika sekarang harga beras masih stabil belum ada kenaikan, namun diperkirakan Senin (1/7) harga beras bakal berbeda karena di daerah lain biaya transportasi sudah naik,” ungkap Cece.
Mengenai persentase kenaikan harga beras, Cece belum dapat memastikannya karena hal tersebut saat ini belum terjadi.
“Untuk beras IR 64 harganya masih Rp 7.500 perkilogram. Beras merek selancar dan JM masih harganya Rp 9.000 per Kg,” papar Cece.
Sementara itu Ketua Organda Kota Lubuklinggau, Sapran mengatakan penyesuaian tarif angkot Kota Lubuklinggau pihaknya mengusulkan kenaikan harga hingga 20 persen hingga 30 persen, dari harga sebelumnya mengingat kenaikan BBM jenis premium dan solar cukup tinggi mengakibatkan membengkaknya biaya setoran dan harga spare park mobil.
“Kita akan mengusulkan penyesuaian tarif angkot sebesar 20 persen, hingga 30 persen,” katanya.
Sebelumnya, perwakilan sopir angkot warna kuning jurusan Lubuklinggau-Muara Beliti mengajukan usulan penyesuaian tarif angkot dengan rincian untuk penumpang umum Rp 4.500, Mahasiswa Rp 4.250, Pelajar Rp 2.250, jurusan Lubuklinggau-Tugumulyo Rp 8.000 dan Lubuklinggau-Muara Beliti sebesar Rp 8.000.(09)


0 komentar:
Tulis komentar anda
Tell us what you're thinking... !