Oknum Mahasiswa Tolak Bisnis Waralaba - Linggau Pos | Jawa Pos Group
Berita Terbaru :
Home » » Oknum Mahasiswa Tolak Bisnis Waralaba

Oknum Mahasiswa Tolak Bisnis Waralaba

Diterbitkan Oleh Unknown pada Rabu, 26 Juni 2013 | 19.36

SALING TUNJUK- Saat menyampaikan aspirasinya Nirwan seorang mahasiswa yang tergabung dalam APPUKM Kota Lubuklinggau terlibat aksi saling tunjuk dengan Sekda Kota Lubuklinggau H Parigan, di Op Room Dayang Torek, Kantor Walikota Lubuklinggau, Rabu (26/6).



Add caption
*Parigan: Jangan Hanya Menolak, Apa Solusinya?

KAYU ARA - Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Peduli Usaha Kecil Menengah (APPUKM) Kota Lubuklinggau menolak wacana Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau mengeluarkan izin bisnis waralaba Alfamart dan Indomaret. Puluhan anggota APPUKM melakukan demonstrasi ke kantor Walikota Lubuklinggau di Jalan Garuda Kelurahan Kayu Ara, Kecamatan Lubuklinggau, sebagai bentuk penolakan.

Ada beberapa tuntutan APPUKM Kota Lubuklinggau dalam aksinya, diantaranya menagih komitmen Walikota (Wako) Lubuklinggau yang mereka nilai saat ini Wako Lubuklinggau sudah tidak berkomitmen. APPUKM menilai Alfamart dan Indomaret disinyalir kapitalisme murni. Selain itu mereka juga meminta Wako Lubuklinggau mematuhi Undang-Undang No. 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah.

Selanjutnya meminta pemerintah daerah menyejahterakan UKM atau pedagang kaki lima (PKL), dan mendesak Wako Lubuklinggau untuk tidak mengeluarkan izin Alfamart dan Indomaret.

Koordinator Lapangan (Korlap) demonstrasi, Feri mengaku seandainya izin waralaba ini diberikan maka itu pertanda perekonomian pelaku UKM dan PKL akan ambruk.

"Seharusnya pemerintah memprioritaskan menghidupkan UKM dan melakukan pembinaan bahan peminjaman modal usaha bagi masyarakat khususnya pedagang di Kota Lubuklinggau," serunya.

Puluhan demonstrasi ini datang sejak pukul 11.00 WIB berorasi di depan pintu gerbang perkantoran  Walikota Lubuklinggau, dihalau puluhan personel Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) dan Polres Lubuklinggau. Demonstrasi meminta Wakko Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe untuk menemui mereka. Namun sayangnya orang nomor satu di Kota Lubuklinggau sedang tidak berada di tempat.

*Berdebat

    Puluhan demonstrasi ini sempat akan mendobrak pagar, namun terus dihalang-halangi personel Sat Pol PP Kota Lubuklinggau. Sekitar pukul 11.30 WIB massa ini diundang ke Op Room Dayang Torek untuk menyampaikan keberatan ini langsung ke Sekda Kota Lubuklinggau, H Parigan Syahrin. Perdebatan panas terjadi di Op Room Dayang Torek.

Parigan Syahrin mengatakan bahwa izin Alfamart dan Indomaret tersebut hingga saat ini belum ada yang dikeluarkan. Karena manajemen dua waralaba tersebut baru mengajukan izin. "Yang perlu anda ketahui di Kota Lubuklinggau ini ada 16 ribu usia produktif yang menjadi pengangguran. Kami pemerintah berpikir keras bagaimana agar 16 pengangguran ini bisa mendapatkan pekerjaan yang layak. Masalah izin Alfamart dan Indomaret itu hingga saat ini satu lembar izinpun belum kami keluarkan, semuanya masih dikaji. Saat ini kita sudah menandantangani Word Trade Organization (WTO)," ungkap Parigan dengan semangat.

Ketika disinggung pemerintah harus memperhatikan para pelaku UKM, dengan lantang Parigan menjawab bahwa pemerintah sudah memperhatikan hal itu dengan adanya program-program Kredit Usaha Rakyat (KUR). "Pemerintah telah memiliki program KUR untuk pengembangan pelaku UKM, dengan cara yang mudah dan bunga yang telah disubsidi. Untuk mengurangi angka pengangguran yang ada saat ini tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah saja, tapi kita butuh investor yang mampu menyerap tenaga kerja. Anda jangan hanya menuntut mengkritik tapi tidak ada solusinya, pemerintah terus berpikir bagaimana caranya mengurangi angka pengangguran ini dan dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat," ungkap Parigan dengan semangat.

Menurut mantan Sekda Pemkab Banyuasin ini, pemerintah terus berupaya meningkatkan keahlian tenaga kerja. Salah satu langkahnya meningkatkan fasilitas dan pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK). "Izin waralaba dilihat terlebih dahulu situasinya, walaupun akan diberikan hanya jalan protokol saja. Untuk pengembangan Kota Lubuklinggau dengan teori saja tidak cukup tapi action, tidak cukup dengan hanya ngomong saja. Seharusnya kalian tidak perlu unjuk rasa, sampaikan konsep kalian seperti apa? Jangan hanya menolak tapi tidak ada solusinya. Saat ini kita pikirkan bagaimana caranya memberdayakan 16 ribu pengangguran di Kota Lubuklinggau," tambah Parigan.

Dalam pertemuan itu APPUKM Kota Lubuklinggau juga mempertanyakan kinerja pemerintah dalam empat bulan terakhir. Seperti disampaikan Nirman. "Kami kesini mewakili suara 58 pedagang di Kota Lubuklinggau untuk menilai pemerintah mengeluarkan izin waralaba. Selain itu kami juga mempertanyakan apa program Wako Lubuklinggau 100 hari kerja yang berpihak untuk masyarakat kecil. Yang ada umrah gratis untuk sekelompok orang, jalan-jalan ke negeri Cina, jalan-jalan ke daerah lain, sementara untuk rakyat apa?" tanyanya dengan Parigan Syahrin.

Bahkan Nirwan menyebutkan bahwa pemerintahan kali ini 'gagal'. Dengan indikator penilaian mereka, masih banyak jalan yang rusak, banjir di mana-mana, dan beban masyarakat semakin berat jika Alfamart dan Indomaret diberikan.

Mendengar kata pemerintah gagal, Parigan meradang. "Jangan sembarangan bilang pemerintah gagal, ini belum sampai empat bulan. Semuanya butuh proses tidak semudah itu, tidak ada pemerintah yang menginginkan rakyatnya sengsara. Anda menanam padipun empat bulan belum tentu panen," tegas Parigan.

Pertemuan ini berakhir dengan penyerahan konsep dari APPUKM Kota Lubuklinggau mengenai pengembangan UKM, konsep ini diterima langsung oleh Sekda Kota Lubuklinggau. (05)
Share this article :

0 komentar:

Tulis komentar anda

Tell us what you're thinking... !

Sedang Membaca

PEMBACA SETIA

 
Linggau Pos Jl. Jend. SudirmanNo. 89Kel. Batu Urip Taba
Kontak Person (0733) 322349
Copyright © 2013. Linggau Pos | Jawa Pos Group | Media Online Wong Sumatera
Hak Cipta MurahNian Oleh : Edi Design