MURATARA - Bandit Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) di wilayah Kabupaten Muratara kembali berulah. Pelaku yang diduga berjumlah dua orang, beraksi dengan modus sebagai sopir travel dan merampok karyawan bagian keamanan dan keuangan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Rupit yakni Rudi Herlambang (40) dan berhasil menggasak uang Rp130 juta.
Peristiwa perampokan tersebut terjadi Senin (6/1) sekitar pukul 18.30 WIB, tepatnya diakses Jalinsum, Desa Tanjung Beringin, Kecamatan Rupit, Kabupaten Muratara. Korban yang saat itu naik mobil Toyota Avanza warna hitam dengan Nomor Polisi (Nopol) BG 1991 Q, dari SPBU tempatnya bekerja hendak menuju Lubuklinggau dengan membawa uang Rp 130 juta di dalam tas, namun tidak menaruh curiga ketika berada di dalam mobil tersebut.
Diduga saat di perjalanan, para pelaku diduga mengancam korban di dalam mobil, akan tetapi korban berusaha mempertahankan uang, oleh sebab itulah para pelaku memukuli dan mencederai korban dengan pisau hingga korban tidak berdaya. Setiba di Desa Tanjung Beringin, korban didorong begitu saja hingga keluar dari pintu kiri mobil di pinggir Jalinsum yang menyebabkan kondisinya kritis dan hingga kini masih dirawat di Rumah Sakit AR Bunda, Kota Lubuklinggau. Akibatnya korban mengalami luka lebam pada wajah, luka sayatan samping bibir, dan dari mulut mengeluarkan busa.
Sementara itu Kapolres Mura, AKBP Chaidir melalui Kapolsek Rupit, Iptu Yuridin membenarkan adanya peristiwa perampokan tersebut. Pihaknya sudah mengambil keterangan dari korban yang kemarin sudah mulai sadar dan segera ditindaklanjuti.
"Benar adanya kejadian tersebut, dan sudah kita tangani bahkan korban yang berada di rumah sakit sudah kita ambil keterangan," ujarnya.
Dia juga mengungkapkan, berdasarkan pengakuan korban diduga pelakunya berjumlah dua orang.
"Kita segera tindak lanjuti dan mengimbau kepada pengendara yang melintas untuk waspada saat melintas di Jalinsum, sebab banyak modus yang dilancarkan pelaku dalam beraksi," tegasnya.
Sementara itu, Pitri Kolbi yang mengaku anak pemilik SPBU Rupit menjelaskan, pihaknya sudah melaporkan kejadian tersebut kepada pihak yang berwajib untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut.
"Kita sudah melaporkan ke Polsek Rupit supaya segera melakukan penyidikan, karena kita juga memiliki saksi mata sebelum korban berangkat," pungkasnya. (13)
Peristiwa perampokan tersebut terjadi Senin (6/1) sekitar pukul 18.30 WIB, tepatnya diakses Jalinsum, Desa Tanjung Beringin, Kecamatan Rupit, Kabupaten Muratara. Korban yang saat itu naik mobil Toyota Avanza warna hitam dengan Nomor Polisi (Nopol) BG 1991 Q, dari SPBU tempatnya bekerja hendak menuju Lubuklinggau dengan membawa uang Rp 130 juta di dalam tas, namun tidak menaruh curiga ketika berada di dalam mobil tersebut.
Diduga saat di perjalanan, para pelaku diduga mengancam korban di dalam mobil, akan tetapi korban berusaha mempertahankan uang, oleh sebab itulah para pelaku memukuli dan mencederai korban dengan pisau hingga korban tidak berdaya. Setiba di Desa Tanjung Beringin, korban didorong begitu saja hingga keluar dari pintu kiri mobil di pinggir Jalinsum yang menyebabkan kondisinya kritis dan hingga kini masih dirawat di Rumah Sakit AR Bunda, Kota Lubuklinggau. Akibatnya korban mengalami luka lebam pada wajah, luka sayatan samping bibir, dan dari mulut mengeluarkan busa.
Sementara itu Kapolres Mura, AKBP Chaidir melalui Kapolsek Rupit, Iptu Yuridin membenarkan adanya peristiwa perampokan tersebut. Pihaknya sudah mengambil keterangan dari korban yang kemarin sudah mulai sadar dan segera ditindaklanjuti.
"Benar adanya kejadian tersebut, dan sudah kita tangani bahkan korban yang berada di rumah sakit sudah kita ambil keterangan," ujarnya.
Dia juga mengungkapkan, berdasarkan pengakuan korban diduga pelakunya berjumlah dua orang.
"Kita segera tindak lanjuti dan mengimbau kepada pengendara yang melintas untuk waspada saat melintas di Jalinsum, sebab banyak modus yang dilancarkan pelaku dalam beraksi," tegasnya.
Sementara itu, Pitri Kolbi yang mengaku anak pemilik SPBU Rupit menjelaskan, pihaknya sudah melaporkan kejadian tersebut kepada pihak yang berwajib untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut.
"Kita sudah melaporkan ke Polsek Rupit supaya segera melakukan penyidikan, karena kita juga memiliki saksi mata sebelum korban berangkat," pungkasnya. (13)


0 komentar:
Tulis komentar anda
Tell us what you're thinking... !