Disdik Mura Gencar Sosialisasikan Pendidikan Inklusif - Linggau Pos | Jawa Pos Group
Berita Terbaru :
Home » » Disdik Mura Gencar Sosialisasikan Pendidikan Inklusif

Disdik Mura Gencar Sosialisasikan Pendidikan Inklusif

Diterbitkan Oleh Unknown pada Minggu, 19 Januari 2014 | 11.07

Jemain
MUSI RAWAS - Pendidikan inkulsif sejatinya memberikan berbagai pembauran bagi kondisi siswa. Bagaimana tidak. Semua anak ada dalam satu atap sekolah. Sebagian dari perbedaan itu tampak dari adanya perbedaan kondisi mental dan fisik, yaitu ada Anak Yang Berkebutuhan Khusus (ABK), baik yang di atas rata-rata (anak yang cerdas istimewa dan berbakat istimewa) maupun yang mengalami kesulitan belajar , seperti gangguan perkembangan dan keterbatasan fisik dan mental. Selain itu, di bawah ‘atap’ sekolah inklusif turut belajar pula anak yang reguler Anak Tanpa Berkebutuhan Khusus (ATBK). Sering disebut anak yang perkembangannya tergolong rata-rata anak seusianya.

Dinas Pendidikan Kabupaten Musi Rawas (Disdik Mura) menyadari tidak ada salahnya gencar mengembangkan pendidikan inklusif. Utamanya di tingkat satuan pendidikan SD. Pasalnya keberadaan SLB Negeri Musi Rawas belum bisa dijangkau seluruh ABK di tingkat kecamatan. Artinya, Disdik harus berupaya mengoptimalkan Pendidikan Iklusif di setiap kecamatan, minimal satu sekolah per kecamatan.

Kepala Disdik Mura, Jemain menyebutkan, bagi ABK, tentu pendidikan inklusif akan mempercepat perkembangannya dalam berbagai aspek, karena adanya interaksi yang saling mendukung satu sama lain dengan ATBK.

Sementara bagi ATBK, lanjutnya, manfaatnya juga tidak sedikit. Seringkali masyarakat salah kaprah, bersikap ‘alergi’ terhadap ABK, karena khawatir anaknya akan tertular.

“Padahal banyak manfaat dalam pendidikan inklusif, karena pembauran tersebut anak menjadi kaya dengan pendidikan karakter. Sekolah penyelenggara pendidikan inklusif menyediakan ‘hidden curriculum’ atau kurikulum yang tersembunyi bagi siswa dalam pengembangan berbagai aspek kepribadian, bahkan menjadi wadah untuk membangun pribadi seorang pemimpin,” jelasnya lagi.

Jemain mengungkapkan, beberapa manfaat bagi anak ketika sekolah di dalam lembaga pendidikan yang menggunakan pendekatan pendidikan inklusif, diantaranya memiliki karakter toleransi yang tinggi. Bahkan, sikap  empati mereka lebih peka terhadap kondisi sosial.

”Seorang anak belajar memahami apa yang dialami oleh orang lain. Ini adalah aspek mendasar dalam kecerdasan interpersonal.  Ketika seseorang memahami orang lain, maka ia akan mengetahui bagaimana memosisikan dirinya dalam berinteraksi. Seseorang yang memiliki kemampuan berempati, menurut hasil penelitian, akan memiliki kesuksesan dalam bekerjasama atau bersinergi dengan orang lain. Sinergi merupakan tren terkini dalam membangun bisnis yang sukses,” jelasnya dengan optimis.

Selain itu, menumbuhkan karakter sabar dalam pribadi anak. Anak yang penyabar berarti mampu mengendalikan emosinya.  Berdasarkan hasil penelitian longitudinal tentang kepribadian sukses, seseorang yang mampu mengendalikan dorongan atau emosinya, 80 persen akan sukses untuk meraih tujuannya.

Dan terakhir, menciptakan pribadi anak yang bersyukur.

“Bukti-bukti kebesaran Allah SWT ditunjukkan dalam sekolah yang menyelenggarakan pendidikan inklusif, dengan adanya anak-anak yang berbeda.  Ketika hal ini diamati, dialami dalam interaksi, maka akan muncul sikap bersyukur pada anak-anak yang beruntung karena ia lebih daripada anak lain dalam aspek tertentu,” sebut Jemain menjelaskan.(10)
Share this article :

0 komentar:

Tulis komentar anda

Tell us what you're thinking... !

Sedang Membaca

PEMBACA SETIA

 
Linggau Pos Jl. Jend. SudirmanNo. 89Kel. Batu Urip Taba
Kontak Person (0733) 322349
Copyright © 2013. Linggau Pos | Jawa Pos Group | Media Online Wong Sumatera
Hak Cipta MurahNian Oleh : Edi Design