LUBUK KUPANG - Guna menciptakan anak didik yang handal namun tetap berkarakter positif mengharuskan seorang pendidik untuk bekerja dengan semaksimal mungkin tanpa berharap lebih sebuah materi. Maka dari itu, yang menjadi kunci kesuksesan misi tersebut berawal dari hati.
Untuk menyukseskan pembentukan karakter guru yang bisa diteladani dan menularkan kharisma positif pada peserta didik, Yayasan Abdi Karya (Yadika), menggelar seminar Indahnya Mengajar Dengan Hati. Hadir dalam seminar tersebut penulis buku ‘Hypnoheart Teaching’, Alpiyanto.
“Seminar ini bertujuan untuk memberikan motivasi kepada tenaga pengajar khususnya di SMA dan SMK Yadika supaya menjadi seorang pendidik bukan seorang pengajar. Pendidik yang mampu memberikan pendidikan untuk siswa siswinya dengan rasa tanggung jawab dan perhatian terhadap siswa siswinya,” ungkap Kepala SMK Yadika, CH Ibramsyah melalui Pembina OSIS, Damario Wilyahadiansyah saat dibincangi Linggau Pos, Kamis (16/1).
Seminar tersebut dihadiri oleh guru SMK dan SMA Yadika Lubuklinggau. Bukan hanya guru yang telah disertifikasi, guru-guru honor sekalipun dilibatkan dalam seminar yang berlangsung di Balai Pertemuan Umum bagas Raya, Jalan SMB II, Kelurahan Lubuk Kupang, Kecamatan Lubuklinggau Selatan I ini.
Dia berharap para guru mampu menyempurnakan sertifikasi dengan hasil seminar tersebut.
“Kita memang sengaja mendatangkan seluruh guru yang telah tersertifikasi, karena mereka telah teruji kemampuannya. Sehingga kita ingin menambahkan kemampuan mereka melalui seminar ini. Namun kita juga akan melihat apakah mereka dapat mengevaluasi dan memberikan perubahan setelah dari seminar ini,” lanjutnya.
Selain itu, tambah Damar, diundang pula guru yang masih kontrak untuk menambah kompetensi mereka.
Sementara itu, trainer handal Indonesia, Alpiyanto menjelaskan, dalam bekerja sangat diperlukan niat yang ikhlas dan tulus dalam menjalankannya, terlebih menjadi seorang guru. Karena harus memiliki kesabaran yang sangat ekstra dalam mendidik anak.
“Kita tahu saat ini, kenakalan anak-anak yang terjadi saat karena pola pengajaran yang dilakukan oleh guru kurang benar. Dari contoh kecil ketika anak itu terlambat, guru selalu menanyakan alasan keterlambatannya dan itu merupakan awal dari guru untuk mengajarkan siswanya berbohong,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Alpiyanto menerangkan, seburuk apapun suatu persoalan dan kejadian, jika dilihat dengan hati dan pikiran yang positif maka akan menghasilkan hal yang positif. Sehingga jika ini dapat diterapkan maka seorang guru dapat berhasil untuk mendidik siswa siswinya.(10)
Untuk menyukseskan pembentukan karakter guru yang bisa diteladani dan menularkan kharisma positif pada peserta didik, Yayasan Abdi Karya (Yadika), menggelar seminar Indahnya Mengajar Dengan Hati. Hadir dalam seminar tersebut penulis buku ‘Hypnoheart Teaching’, Alpiyanto.
“Seminar ini bertujuan untuk memberikan motivasi kepada tenaga pengajar khususnya di SMA dan SMK Yadika supaya menjadi seorang pendidik bukan seorang pengajar. Pendidik yang mampu memberikan pendidikan untuk siswa siswinya dengan rasa tanggung jawab dan perhatian terhadap siswa siswinya,” ungkap Kepala SMK Yadika, CH Ibramsyah melalui Pembina OSIS, Damario Wilyahadiansyah saat dibincangi Linggau Pos, Kamis (16/1).
Seminar tersebut dihadiri oleh guru SMK dan SMA Yadika Lubuklinggau. Bukan hanya guru yang telah disertifikasi, guru-guru honor sekalipun dilibatkan dalam seminar yang berlangsung di Balai Pertemuan Umum bagas Raya, Jalan SMB II, Kelurahan Lubuk Kupang, Kecamatan Lubuklinggau Selatan I ini.
Dia berharap para guru mampu menyempurnakan sertifikasi dengan hasil seminar tersebut.
“Kita memang sengaja mendatangkan seluruh guru yang telah tersertifikasi, karena mereka telah teruji kemampuannya. Sehingga kita ingin menambahkan kemampuan mereka melalui seminar ini. Namun kita juga akan melihat apakah mereka dapat mengevaluasi dan memberikan perubahan setelah dari seminar ini,” lanjutnya.
Selain itu, tambah Damar, diundang pula guru yang masih kontrak untuk menambah kompetensi mereka.
Sementara itu, trainer handal Indonesia, Alpiyanto menjelaskan, dalam bekerja sangat diperlukan niat yang ikhlas dan tulus dalam menjalankannya, terlebih menjadi seorang guru. Karena harus memiliki kesabaran yang sangat ekstra dalam mendidik anak.
“Kita tahu saat ini, kenakalan anak-anak yang terjadi saat karena pola pengajaran yang dilakukan oleh guru kurang benar. Dari contoh kecil ketika anak itu terlambat, guru selalu menanyakan alasan keterlambatannya dan itu merupakan awal dari guru untuk mengajarkan siswanya berbohong,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Alpiyanto menerangkan, seburuk apapun suatu persoalan dan kejadian, jika dilihat dengan hati dan pikiran yang positif maka akan menghasilkan hal yang positif. Sehingga jika ini dapat diterapkan maka seorang guru dapat berhasil untuk mendidik siswa siswinya.(10)


0 komentar:
Tulis komentar anda
Tell us what you're thinking... !