RAWAS ILIR - Sudah memasuki hari ke empat, beberapa desa di Kecamatan Rawas Ilir Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) masih terendam banjir, seperti Desa Mandi Angin, Desa Beringin Makmur I, Kelurahan Bingin Teluk, Desa Tanjung Raja, Desa Belani, Desa Batu Kucing, Desa Pauh, dan Desa Pauh Satu.
“Kondisi kedalaman air masih tinggi kendati saat ini banjir sudah mulai mengecil, untuk wilayah Desa Mandiangin dari pagi hingga siang kedalaman air masih di atas satu meter, artinya untuk kendaraan bermotor belum bisa melalui akses jalan tersebut,” terang Pashoma warga setempat sewaktu dikonfirmasi Linggau pos melalui via telepon Kamis (16/1), begitu juga dengan kondisi desa lain yang ada di wilayah Kecamatan Rawas Ilir.
Informasi dihimpun Linggau pos di lapangan, saat ini seluruh akses jalan dalam desa masih pada terendam banjir. Sementara fasilitas umum seperti gedung sekolah di Desa BM I dan Kelurahan Bingin Teluk, SD Negeri 1 Bingin Teluk, SD Negeri 2 Bingin Teluk, SD Negeri 4 Bingin Teluk, Madrasah Nurul Iman, dan Mandrasah Nurul Amin, sehingga kegiatan belajarpun terhenti.
Sementara kantor Kades BM I, kantor Lurah Bingin Teluk, Kantor Kades Mandiangin juga terendam banjir, sehingga aktivitas kegiatan administrasi di kantor kepala desa, dan kelurahan jadi berpindah ke rumah kepala desa masing-masing, dan rumah Lurah.
Begitu juga dengan beberapa Sekolah Dasar (SD) di desa lainnya, seperti SD Negeri Mandiangin, SDN Tanjung Raja, SDN Belani, SDN Batu Kucing, SDN Pauh, SDN Pauh Satu,dan gedung sekolah SMP Negeri Pauh.
Sementara banjir yang melanda Kecamatan Karang Dapo, mulai dari pagi air telah menurun, sehingga dari Kelurahan Karang Dapo sampai ke wilayah Kecamatan Rupit akses jalan sudah tidak terendam banjir lagi, terang Ariadin, Kades Kertasari Kecamatan Karang Dapo.
Ia mengungkapkan tiga hari sebelumnya hampir seluruh wilayah di desa dalam Kecamatan Karang Dapo, mulai dari Desa Aringin, Desa Biaro Baru, Desa Biaro Lama, Kelurahan Karang Dapo, Desa Karang Dapo, Desa Rantau Kadam, Desa Kertasari, Desa Pantai, Desa Lubuk Rumbai, Kelurahan Muara Rupit, Desa Lawang Agung, beberapa titik desa semuanya terendam banjir. (08)
“Kondisi kedalaman air masih tinggi kendati saat ini banjir sudah mulai mengecil, untuk wilayah Desa Mandiangin dari pagi hingga siang kedalaman air masih di atas satu meter, artinya untuk kendaraan bermotor belum bisa melalui akses jalan tersebut,” terang Pashoma warga setempat sewaktu dikonfirmasi Linggau pos melalui via telepon Kamis (16/1), begitu juga dengan kondisi desa lain yang ada di wilayah Kecamatan Rawas Ilir.
Informasi dihimpun Linggau pos di lapangan, saat ini seluruh akses jalan dalam desa masih pada terendam banjir. Sementara fasilitas umum seperti gedung sekolah di Desa BM I dan Kelurahan Bingin Teluk, SD Negeri 1 Bingin Teluk, SD Negeri 2 Bingin Teluk, SD Negeri 4 Bingin Teluk, Madrasah Nurul Iman, dan Mandrasah Nurul Amin, sehingga kegiatan belajarpun terhenti.
Sementara kantor Kades BM I, kantor Lurah Bingin Teluk, Kantor Kades Mandiangin juga terendam banjir, sehingga aktivitas kegiatan administrasi di kantor kepala desa, dan kelurahan jadi berpindah ke rumah kepala desa masing-masing, dan rumah Lurah.
Begitu juga dengan beberapa Sekolah Dasar (SD) di desa lainnya, seperti SD Negeri Mandiangin, SDN Tanjung Raja, SDN Belani, SDN Batu Kucing, SDN Pauh, SDN Pauh Satu,dan gedung sekolah SMP Negeri Pauh.
Sementara banjir yang melanda Kecamatan Karang Dapo, mulai dari pagi air telah menurun, sehingga dari Kelurahan Karang Dapo sampai ke wilayah Kecamatan Rupit akses jalan sudah tidak terendam banjir lagi, terang Ariadin, Kades Kertasari Kecamatan Karang Dapo.
Ia mengungkapkan tiga hari sebelumnya hampir seluruh wilayah di desa dalam Kecamatan Karang Dapo, mulai dari Desa Aringin, Desa Biaro Baru, Desa Biaro Lama, Kelurahan Karang Dapo, Desa Karang Dapo, Desa Rantau Kadam, Desa Kertasari, Desa Pantai, Desa Lubuk Rumbai, Kelurahan Muara Rupit, Desa Lawang Agung, beberapa titik desa semuanya terendam banjir. (08)


0 komentar:
Tulis komentar anda
Tell us what you're thinking... !