| MENUNJUKKAN- (kiri- kanan) Elly Pujiati, Yuliana, dan Sulasni menunjukkan hasil rongen dari rumah Sakit YK Medira atas penyakit kangker mata yang diderita Yuliana, Jumat (10-1) |
JAWA KANAN SS - Meski nyawa Yuliana (13) warga RT 14 Kelurahan Jawa Kanan SS, Kecamatan Lubuklinggau Timur II terancam, akibat penyakit kanker mata yang dideritanya sejak lahir, murid kelas 6 SDN 34 Kota Lubuklinggau ini tetap semangat menjalani aktivitasnya.
“Cita-cita saya menjadi dokter dan dapat sembuh dari penyakit ini,” kata anak berambut pendek ini sembari tersenyum kepada Linggau Pos, Jumat (10/1).
Dikatakan Yuliana, meski dokter mengatakan nyawa sebagai taruhannya jika ia memilih untuk melakukan operasi, ia tetap semangat melawan kanker yang dideritanya.
“Saya juga disarankan dokter untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT agar diberi keringanan dalam menghadapi cobaan ini,” ungkap anak buruh becak dan buruh cuci ini dengan polos.
Elly Pujiati bibi Yuliana, mengungkapkan keterangan yang didapat anak dari pasangan Sulasni dan Wasidi ini, karena pada Kamis (9/1) lalu ia usai diperiksa oleh Dokter Ibrahim di Rumah Sakit Siti Kodijah Palembang.
“Hal itu merupakan tindak lanjut dari berobat yang dilakukan pada Juli 2013 lalu, dan kita telah mendatangi sejumlah rumah sakit terkenal di Palembang dan hasilnya sama saja,” ungkap Elly sapaan akrabnya di kediaman salah seorang pemerhati perempuan dan anak, Sri Winarti disaksikan oleh Ketua RT 14 Kelurahan Jawa Kanan SS, Sumaji.
Dijelaskan Elly, uang dari donatur dan mahasiswa GMNI Kota Lubuklinggau total Rp 12 juta sudah terpakai 4 juta untuk biaya perawatan selama di Palembang, dan kami mengucapkan terima kasih kepada mereka karena sisa uang tersebut diperuntukkan untuk perawatan Yuliana.
“Kami berterima kasih kepada donatur dan mahasiswa, meski operasi Yuliana tidak dapat dilakukan karena terlalu besar taruhannya yaitu nyawa dimana penyakit tersebut kini telah menggerogoti mata kanan dan otak Yuliana,” jelas Elly.
Ditambahkan Sulasni, anaknya menderita kanker sejak kecil, walaupun demikian ia tidak merasa kecil hati untuk dapat bergaul sebayanya karena penyakit itu tidak menular.
“Waktu balita ukurannya kecil, berjalannya usia bengkakan di mata kiri anak saya semakin memperihatinkan hampir menutupi bola matanya,” kata Ibu yang juga menderita kanker kulit ini.
Ketua GMNI Kota Lubuklinggau, Febri, mengatakan, uang yang didapat dari aksi galang dana di simpang RCA Kelurahan Jawa Kanan SS, meski ada sisa pihaknya berharap dapat dimanfaatkan sebaik mungkin untuk perawatan Yulianan.
“Sisa uang tersebut hendaknya dapat dimanfaatkan untuk perawatan Yulianan, meski Yuliana gagal di operasi,” katanya.(09)
“Cita-cita saya menjadi dokter dan dapat sembuh dari penyakit ini,” kata anak berambut pendek ini sembari tersenyum kepada Linggau Pos, Jumat (10/1).
Dikatakan Yuliana, meski dokter mengatakan nyawa sebagai taruhannya jika ia memilih untuk melakukan operasi, ia tetap semangat melawan kanker yang dideritanya.
“Saya juga disarankan dokter untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT agar diberi keringanan dalam menghadapi cobaan ini,” ungkap anak buruh becak dan buruh cuci ini dengan polos.
Elly Pujiati bibi Yuliana, mengungkapkan keterangan yang didapat anak dari pasangan Sulasni dan Wasidi ini, karena pada Kamis (9/1) lalu ia usai diperiksa oleh Dokter Ibrahim di Rumah Sakit Siti Kodijah Palembang.
“Hal itu merupakan tindak lanjut dari berobat yang dilakukan pada Juli 2013 lalu, dan kita telah mendatangi sejumlah rumah sakit terkenal di Palembang dan hasilnya sama saja,” ungkap Elly sapaan akrabnya di kediaman salah seorang pemerhati perempuan dan anak, Sri Winarti disaksikan oleh Ketua RT 14 Kelurahan Jawa Kanan SS, Sumaji.
Dijelaskan Elly, uang dari donatur dan mahasiswa GMNI Kota Lubuklinggau total Rp 12 juta sudah terpakai 4 juta untuk biaya perawatan selama di Palembang, dan kami mengucapkan terima kasih kepada mereka karena sisa uang tersebut diperuntukkan untuk perawatan Yuliana.
“Kami berterima kasih kepada donatur dan mahasiswa, meski operasi Yuliana tidak dapat dilakukan karena terlalu besar taruhannya yaitu nyawa dimana penyakit tersebut kini telah menggerogoti mata kanan dan otak Yuliana,” jelas Elly.
Ditambahkan Sulasni, anaknya menderita kanker sejak kecil, walaupun demikian ia tidak merasa kecil hati untuk dapat bergaul sebayanya karena penyakit itu tidak menular.
“Waktu balita ukurannya kecil, berjalannya usia bengkakan di mata kiri anak saya semakin memperihatinkan hampir menutupi bola matanya,” kata Ibu yang juga menderita kanker kulit ini.
Ketua GMNI Kota Lubuklinggau, Febri, mengatakan, uang yang didapat dari aksi galang dana di simpang RCA Kelurahan Jawa Kanan SS, meski ada sisa pihaknya berharap dapat dimanfaatkan sebaik mungkin untuk perawatan Yulianan.
“Sisa uang tersebut hendaknya dapat dimanfaatkan untuk perawatan Yulianan, meski Yuliana gagal di operasi,” katanya.(09)


0 komentar:
Tulis komentar anda
Tell us what you're thinking... !