KAYU ARA - Hasil perhitungan yang dilakukan pihak Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Bukit Sulap (TBS) Kota Lubuklinggau dan telah diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, diketahui pada 2012 mengalami kerugian miliaran rupiah.
Direktur PDAM TBS Kota Lubuklinggau, Sofyan Narta kepada Linggau Pos, Selasa (7/1) mengungkapkan, PDAM TBS Lubuklinggau hingga saat ini masih terbebani hutang pelanggan yang tidak membayar rekening air sejak perusahaan ini berdiri (1980-an,red) sebesar Rp 1,2 miliar.
“Kita terbebani piutang pelanggan yang menunggak, untuk itu melalui program peningkatan pelanggan kita akan melakukan pemutihan atau penghapusan piutang pelanggan yang menunggak lebih dari 2 tahun ke atas yang direncanakan akan diterapkan pada 2014 ini, jika di bawah dua tahun tetap kita berlakukan sanksi hingga pencabutan sambungan rumah (SR) tangga,” ungkap Sofyan Narta didampingi Kabag Administrasi dan Keuangan, Gustianto.
Dijelaskan Sofyan Narta, untuk kondisi keuangan 2013 yang saat ini masih dalam proses pendataan. Namun, hingga 30 November 2013 diketahui, dengan jumlah pelanggan 13.495 pelanggan, pemasukan PDAM TBS mencapai Rp 10 miliar dengan pengeluaran sekitar Rp 7 miliar, bila dilihat dari laporan arus kaz atau cash flaw.
“Dari neraca pengeluaran terjadi penyusutan aktiva bergerak maupun tidak bergerak seperti kendaraan operasional, pembangunan gedung dan lain sebagainya, sehingga saldo awal 2014 sekitar Rp 2 miliar dilihat dari cash flaw perusahaan karena memang kita belum selesai melakukan pendataan kerugian dan keuntungan 2013 yang diperkirakan akan terlihat pada pertengahan tahun,” papar Sofyan Narta.
Ditambahkan Sofyan Narta, untuk pencapaian Rencana Kerja Anggaran (RKA) perusahaan yang baru 73,19 persen ini, hal itu terjadi karena saat ini pihaknya belum memberlakukan tarif baru untuk pemasangan SR namun target RKA telah ditetapkan. Meski demikian dari pencapaian jumlah pelanggan PDAM TBS Lubuklinggau mampu menambah jumlah pelanggan sebanyak 13.507 pelanggan dari target 13.600 pelanggan yang ditetapkan pada 2013.
“Untuk target 2014 pencapaian SR baru 16.800 pelanggan, kita optimis capaian itu akan tercapai dengan inovasi yang kita lakukan,” katanya.
Berkaca pada hal tersebut, Direktur PDAM TBS Kota Lubuklinggau, Sofyan Narta mengungkapkan, pihaknya melakukan evaluasi kinerja di 2014 ini, hal itu dikarenakan saat ini rasio tenaga kerja di PDAM TBS Kota Lubuklinggau untuk menyikapi 13.600 pelanggan mencapai 7,86 persen, seharusnya 6 orang karyawan untuk menyikapi 1.000 pelanggan.
“Jumlah karyawan kita melebihi kapasitas dengan total 107 orang, meski demikian jangan sampai karyawan yang sebanyak ini menjadi tidak efektif seharusnya kondisi itu malah sebaliknya, untuk itu kita akan di awasi kinerja mereka dengan cara dipantau melalui CCTV dan sistem kerja yang diperbaiki sesuai dengan penerapan senyum sapa santun yang diharapkan dapat memberikan indeks kepuasan pelayanan pelanggan dan menambah pelanggan baru seperti yang ditargetkan kita selama ini, karena saat ini cakupan pelayanan PDAM TBS hingga saat ini baru mencapai 39,06 persen dari jumlah penduduk Kota Lubuklinggau,” ungkap Sofyan Narta.(09)


0 komentar:
Tulis komentar anda
Tell us what you're thinking... !