KAYU ARA- Pengolahan telur asin ternyata bisa mempengaruhi omzet bagi pelaku usahanya. Seperti diceritakan Murni (49) salah seorang pelaku industri pembuatan telur asin, dari Kelurahan Kayu Ara, Kecamatan Lubuklinggau Barat I.
Menurut Murni, pengolahan telur asin ada dua cara yaitu cara tradisional dengan memanfaatkan abu, sedangkan cara lainnya garam.
"Kalau mau cepat sebagian besar pedagang membuat dengan merebus air garam. Tapi tidak sedikit juga sebagian menggunakan abu," kata Murni saat ditemui Linggua Pos, Senin (6/1).
Ditambahkan Murni, sebagian langganannya lebih banyak memilih telur asin dengan pengolahan tradisional.
"Kalau langganan saya lebih senang dengan pengolahan tradisional yaitu dengan abu. Menurut mereka asinnya lebih pas dan terkesan alami. Sedangkan dengan menggunakan garam, kadang sering keasinan," jelas ibu dua orang putra ini.
Telur asin hasil industri Murni, ia jual di Pasar Instruksi Presiden (Inpres), Pasar Bukit Sulap (PBS), dan dititipkan ke beberapa warung. Telur Asin ini dijual satuan dan kemasan. "Dalam satu kemasan terdapat enam butir telur. Harga per butirnya Rp 3.500. Jualnya dititip ke warung-warung dan pasar," ungkap Murni.
Untuk telurnya Murni mendapatkannya dari peternak bebek yang ada di Kabupaten Musi Rawas (Mura), dan sekitarnya. "Untuk telurnya mudah didapat karena banyak peternak bebek, kalau mengambil di peternak harganya bisa lebih nego," ucapnya.(03)
Menurut Murni, pengolahan telur asin ada dua cara yaitu cara tradisional dengan memanfaatkan abu, sedangkan cara lainnya garam.
"Kalau mau cepat sebagian besar pedagang membuat dengan merebus air garam. Tapi tidak sedikit juga sebagian menggunakan abu," kata Murni saat ditemui Linggua Pos, Senin (6/1).
Ditambahkan Murni, sebagian langganannya lebih banyak memilih telur asin dengan pengolahan tradisional.
"Kalau langganan saya lebih senang dengan pengolahan tradisional yaitu dengan abu. Menurut mereka asinnya lebih pas dan terkesan alami. Sedangkan dengan menggunakan garam, kadang sering keasinan," jelas ibu dua orang putra ini.
Telur asin hasil industri Murni, ia jual di Pasar Instruksi Presiden (Inpres), Pasar Bukit Sulap (PBS), dan dititipkan ke beberapa warung. Telur Asin ini dijual satuan dan kemasan. "Dalam satu kemasan terdapat enam butir telur. Harga per butirnya Rp 3.500. Jualnya dititip ke warung-warung dan pasar," ungkap Murni.
Untuk telurnya Murni mendapatkannya dari peternak bebek yang ada di Kabupaten Musi Rawas (Mura), dan sekitarnya. "Untuk telurnya mudah didapat karena banyak peternak bebek, kalau mengambil di peternak harganya bisa lebih nego," ucapnya.(03)


0 komentar:
Tulis komentar anda
Tell us what you're thinking... !