| ROBOH- Pohon Beringin yang roboh akibat hantaman arus Sungai Rawas yang meluap nyaris saja menimpa jembatan Lesung Batu, di Kecamatan Rawas Ulu Kabupatan Muratara, Selasa (14/1) |
*Warga Mulai Alami Gatal-Gatal
MURATARA–Setelah sebelumnya jembatan gantung semi per
“Luapan air sungai akibat dari pembalakan liar ini, membuat bongkahan pohon berukuran hampir sama mobil truk yang tergeletak setinggi 6 meter ini hanyut, dan dapat menghantam serta memutuskan jembatan gantung semi permanen tersebut,” ungkap Kades Lesung Batu, Kecamatan Rawas Ulu, Sobri MZ kepada Linggua Pos, Selasa (14/1).
Sobri melanjutkan, saat ini masyarakat bergotong royong, dengan peralatan seadanya seperti parang, mesin pemotong dan mesin pompa air untuk membersihkan tanah yang menempel di akar pohon agar mudah di pangkas. Sebagian dahan yang terpotong telah hanyut terbawa arus sungai dan sebagian lagi dimanfaatkan masyarakat untuk dijadikan kayu bakar.
“Hanya menyisakan tunggul pohonnya saja, meski demikian kondisi tersebut cukup mengkhawatirkan. Kita juga telah berkoordinasi dengan pihak pemerintah di kecamatan terkait permasalahan ini, diperkirakan hari ini (Selasa 15/1,red) selesai dievakuasi,” paparnya.
Ditambahkan Sobri, pihaknya sebelumnya telah mengusulkan agar jembatan gantung tersebut dapat direnovasi menjadi permanen sehingga akses yang menghubungkan Desa Rembang, Lubuk Kemang, Sungai Baung, Lesung Batu Lama dan Kerta Dewa dapat lebih lancar dan mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Jembatan sepanjang lebih kurang hampir 200 meter ini sudah direnovasi 5 kali sejak 1955, bila direnovasi menjadi permanen dan mobil bisa melintas kondisi ini dapat lebih memudahkan warga dalam beraktivitas,” katanya.
Di tempat yang sama, Zakaria (45) warga Desa Lesung Batu Lama, Kecamatan Rawas Ulu, menceritakan, peristiwa tersebut berawal dari, hujan lebat yang mengguyur di wilayah Kabupaten Muratara, mengakibatkan banjir hingga setinggi lutut orang dewasa. Pada pukul 22.00 WIB Minggu (12/1), terdengar suara gemuruh berasal dari samping rumahnya dan hampir menimpa Jembatan Lesung Batu.
Betapa terkejutnya pria yang saat ini tinggal bersama istri dan satu orang anaknya ini, karena pohon beringin berumur lebih kurang 40 tahun tumbang menghempas derasnya arus Sungai Rawas.
“Beruntung tidak kena rumah,” katanya mengucap syukur.
Selain banjir yang sempat terjadi di wilayah itu, listrik di Desa Lesung Batu Lama juga padam, akibat putusnya aliran listrik karena hantaman pohon besar ini.
“25 KK (Kepala Keluarga) di Desa Lesung Baru Lama menjadi korban banjir, akibat putusnya kabel listrik ini 663 KK terpaksa sementara waktu tidak dapat menikmati listrik namun hal itu tidak berlangsung lama karena petugas PLN telah mengetahui hal ini dan segera melakukan perbaikan,” paparnya.
Sementara itu, pasca banjir di Kecamatan Rupit Kabupaten Muratara, penyakit gatal-gatal mulai menyerang sejumlah anak-anak di Kelurahan Muara Rupit, Kecamatan Muara Rupit.
Ardianto (30) warga Kelurahan Muara Rupit, mengaku bahwa keponakannya yang bernama Aldo (7) dan Peni (4), terkena penyakit gatal-gatal yang diduga efek dari banjir yang melanda selama 2 hari kemarin, sedangkan sekarang sudah menurun.
"Baru hari ini (kemarin, Selasa 14/1), kedua keponakan saya terkena penyakit gatal-gatal tersebut, kami belum berobat ke Puskesmas karena penyakit gatal-gatalnya belum begitu parah maka dari itu kami masih berobat menggunakan bedak tabur," katanya.
Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Muratara, Aulani Matcik, mengungkapkan pasca banjir, pihaknya sejauh ini belum menerima laporan dari warga yang terkena penyakit gatal-gatal, diare dan sebagainya.
"Kita sedang berada di lapangan meninjau masyarakat. Dan kita telah siapkan 4 posko yang tersebar di beberapa titik yang terkena banjir," ungkapnya.
Aulani Matcik, menjelaskan telah didirikan 2 posko di kelurahan Karang Dapo, 1 posko di Desa Rantau Kadam Kecamatan Karang Dapo yang terendam banjir hingga sekarang, serta 1 posko di Bingin Teluk, Kecamatan Rawas Ilir.
"Kita telah siapkan obat-obatan serta tenaga perawat dan bidan disetiap posko tersebut, untuk membantu jika nantinya ada warga atau pun anak-anak yang terserang penyakit," ungkapnya.
Sementara itu, Caretaker Bupati Muratara, H Akisropi Ayub mengatakan, banjir yang terjadi di wilayah Muratara ini sudah tiap tahun terjadi saat musim hujan tiba, meski demikian banjir yang terjadi kali ini belum terlalu parah bila dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.
“Kita akan lakukan pendataan guna menyikapi bantuan yang akan diberikan,” kata Akisropi Ayub.
Kedepan, lanjut Akisropi Ayub, pihaknya akan mengatasi persoalan ini dengan pembuatan tanggul atau pun solusi lainnya beruap normalissi sungai.
“Sekarang kita telah dibantu oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumsel untuk mengevakuasi korban banjir dan bantuan sembako dari masyarakat yang peduli,” papar Akisropi Ayub.(09)
manen Sungai Danau di Desa Lesung Batu, Kecamatan Rawas Ulu Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) putus total akibat banjir. Kali ini masyarakat di wilayah tersebut,MURATARA–Setelah sebelumnya jembatan gantung semi per
“Luapan air sungai akibat dari pembalakan liar ini, membuat bongkahan pohon berukuran hampir sama mobil truk yang tergeletak setinggi 6 meter ini hanyut, dan dapat menghantam serta memutuskan jembatan gantung semi permanen tersebut,” ungkap Kades Lesung Batu, Kecamatan Rawas Ulu, Sobri MZ kepada Linggua Pos, Selasa (14/1).
Sobri melanjutkan, saat ini masyarakat bergotong royong, dengan peralatan seadanya seperti parang, mesin pemotong dan mesin pompa air untuk membersihkan tanah yang menempel di akar pohon agar mudah di pangkas. Sebagian dahan yang terpotong telah hanyut terbawa arus sungai dan sebagian lagi dimanfaatkan masyarakat untuk dijadikan kayu bakar.
“Hanya menyisakan tunggul pohonnya saja, meski demikian kondisi tersebut cukup mengkhawatirkan. Kita juga telah berkoordinasi dengan pihak pemerintah di kecamatan terkait permasalahan ini, diperkirakan hari ini (Selasa 15/1,red) selesai dievakuasi,” paparnya.
Ditambahkan Sobri, pihaknya sebelumnya telah mengusulkan agar jembatan gantung tersebut dapat direnovasi menjadi permanen sehingga akses yang menghubungkan Desa Rembang, Lubuk Kemang, Sungai Baung, Lesung Batu Lama dan Kerta Dewa dapat lebih lancar dan mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Jembatan sepanjang lebih kurang hampir 200 meter ini sudah direnovasi 5 kali sejak 1955, bila direnovasi menjadi permanen dan mobil bisa melintas kondisi ini dapat lebih memudahkan warga dalam beraktivitas,” katanya.
Di tempat yang sama, Zakaria (45) warga Desa Lesung Batu Lama, Kecamatan Rawas Ulu, menceritakan, peristiwa tersebut berawal dari, hujan lebat yang mengguyur di wilayah Kabupaten Muratara, mengakibatkan banjir hingga setinggi lutut orang dewasa. Pada pukul 22.00 WIB Minggu (12/1), terdengar suara gemuruh berasal dari samping rumahnya dan hampir menimpa Jembatan Lesung Batu.
Betapa terkejutnya pria yang saat ini tinggal bersama istri dan satu orang anaknya ini, karena pohon beringin berumur lebih kurang 40 tahun tumbang menghempas derasnya arus Sungai Rawas.
“Beruntung tidak kena rumah,” katanya mengucap syukur.
Selain banjir yang sempat terjadi di wilayah itu, listrik di Desa Lesung Batu Lama juga padam, akibat putusnya aliran listrik karena hantaman pohon besar ini.
“25 KK (Kepala Keluarga) di Desa Lesung Baru Lama menjadi korban banjir, akibat putusnya kabel listrik ini 663 KK terpaksa sementara waktu tidak dapat menikmati listrik namun hal itu tidak berlangsung lama karena petugas PLN telah mengetahui hal ini dan segera melakukan perbaikan,” paparnya.
Sementara itu, pasca banjir di Kecamatan Rupit Kabupaten Muratara, penyakit gatal-gatal mulai menyerang sejumlah anak-anak di Kelurahan Muara Rupit, Kecamatan Muara Rupit.
Ardianto (30) warga Kelurahan Muara Rupit, mengaku bahwa keponakannya yang bernama Aldo (7) dan Peni (4), terkena penyakit gatal-gatal yang diduga efek dari banjir yang melanda selama 2 hari kemarin, sedangkan sekarang sudah menurun.
"Baru hari ini (kemarin, Selasa 14/1), kedua keponakan saya terkena penyakit gatal-gatal tersebut, kami belum berobat ke Puskesmas karena penyakit gatal-gatalnya belum begitu parah maka dari itu kami masih berobat menggunakan bedak tabur," katanya.
Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Muratara, Aulani Matcik, mengungkapkan pasca banjir, pihaknya sejauh ini belum menerima laporan dari warga yang terkena penyakit gatal-gatal, diare dan sebagainya.
"Kita sedang berada di lapangan meninjau masyarakat. Dan kita telah siapkan 4 posko yang tersebar di beberapa titik yang terkena banjir," ungkapnya.
Aulani Matcik, menjelaskan telah didirikan 2 posko di kelurahan Karang Dapo, 1 posko di Desa Rantau Kadam Kecamatan Karang Dapo yang terendam banjir hingga sekarang, serta 1 posko di Bingin Teluk, Kecamatan Rawas Ilir.
"Kita telah siapkan obat-obatan serta tenaga perawat dan bidan disetiap posko tersebut, untuk membantu jika nantinya ada warga atau pun anak-anak yang terserang penyakit," ungkapnya.
Sementara itu, Caretaker Bupati Muratara, H Akisropi Ayub mengatakan, banjir yang terjadi di wilayah Muratara ini sudah tiap tahun terjadi saat musim hujan tiba, meski demikian banjir yang terjadi kali ini belum terlalu parah bila dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.
“Kita akan lakukan pendataan guna menyikapi bantuan yang akan diberikan,” kata Akisropi Ayub.
Kedepan, lanjut Akisropi Ayub, pihaknya akan mengatasi persoalan ini dengan pembuatan tanggul atau pun solusi lainnya beruap normalissi sungai.
“Sekarang kita telah dibantu oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumsel untuk mengevakuasi korban banjir dan bantuan sembako dari masyarakat yang peduli,” papar Akisropi Ayub.(09)
kembali dikhawatirkan akan putusnya Jembatan Lesung Batu karena robohnya pohon beringin setinggi lebih kurang 50 meter, dampak dari hantaman arus Sungai Rawas yang meluap, Minggu (12/1) lalu.


0 komentar:
Tulis komentar anda
Tell us what you're thinking... !