*Walikota Minta SKPD Inovatif Adakan Program
GUNA menyatukan misi, dan merapatkan barisan serta menjaga kekompakan Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau menggelar Rapat Kerja (Raker) internal di Gedung Kesenian Sebiduk Semare Jalan Garuda Kelurahan Kayu Ara, Kecamatan Lubuklinggau Barat I, Senin (6/1).
Kegiatan ini dipimpin oleh Walikota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe didampingi Wakil Walikota Lubuklinggau, H Sulaiman Kohar, Sekda Kota Lubuklinggau H Parigan, dan dihadiri kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lingkungan Pemkot Lubuklinggau, camat, dan lurah. Dalam Raker Internal ini, kembali H SN Prana Putra Sohe menyampaikan program-program Pemkot Lubuklinggau ditahun 2014 yang harus dilaksanakan.
"Ada beberapa program lanjutan di tahun 2013, tahun ini tinggal melaksanakannya lagi. Namun diharapkan semua SKPD untuk selalu berinovasi guna memunculkan program-program unggul yang berpihak dan menyentuh langsung kepada masyarakat," kata Nanan sapaan akrab orang nomor satu di kota berslogan 'Sebiduk Semare' ini.
Beberapa program yang disampaikan dalam Raker Internal ini, baik dalam bidang agama pada tahun ini akan melanjutkan pembangunan dan penyatuan Masjid Agung As-salam dan Lapangan Merdeka, umrah gratis, dan beberapa program unggul dibidang keagamaan.
Dibidang pendidikan, melanjutkan pemberian kartu Linggau Bisa Pintar, pemberian reward kepada siswa dan guru berprestasi, menciptakan sekolah unggulan, pemberian seragam gratis, dan pembangunan ruang terbuka di setiap sekolah.
"Dilihat dari program ini sebagian pada tahun 2013 sudah kita jalani, dan akan dilanjutkan lagi pada tahun 2014 ini. Seperti pemberian kartu Linggau Bisa Pintar, untuk itu kepada Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Lubuklinggau melalui Satuan Tugas (Satgas) untuk kembali mendata ulang anak putus dan tidak bersekolah, kita carikan alternatif terbaik jangan sampai ada anak Kota Lubuklinggau yang putus sekolah," kata Nanan.
Selain itu, Nanan meminta setiap sekolah di Kota Lubuklinggau menjadi sekolah unggulan, bukan fokus pada beberapa sekolah saja. Sekolah diminta untuk kreatif, seperti pembentukan klub, komunitas dan sebagainya.
"Harus banyak kreasi dan inovatif yang dapat menjadikan sekolah itu unggul. Kalau reward untuk pelajar sudah kita jalankan sebelumnya, sedangkan untuk guru berprestasi kita usahakan untuk Strata tiga (S3)," ucapnya.
Sedangkan terkait bus pelajar yang baru akan di-launcing hari ini (Selasa,7/1), Nanan meminta semua pihak untuk mendukung, suami dari Hj Yetti Oktarina ini menyadari bahwa pasti akan ada kendala yang dihadapi dalam penerapan Bus Pelajar ini.
"Kita baru pertama kalinya, pasti ada cacatnya namun jangan sampai cacat sedikit ini mengorbankan banyak hal. Mari sama-sama kita perbaiki, agar kedepannya lebih baik lagi. Pasalnya dengan adanya bus pelajar ini banyak manfaat yang dapat diambil baik oleh pelajar, wali murid, maupun pengguna jalan yang lain. Selain mengurangi beban orang tua terhadap biaya transportasi, kita juga ingin mengurangi angka pengguna sepeda motor dikalangan pelajar. Pasalnya dalam UU sudah sangat jelas bahwa dibawah 17 tahun pengendara tidak memiliki SIM, termasuk pelajar," ungkapnya.
Sementara itu dibidang kesehatan, ditahun 2013 Pemkot Lubuklinggau telah menganggarkan untuk Helt Call Center yaitu mobil Jemput Bola dan realisasinya di tahun 2014, selain itu ada juga pengembangan dan peningkatan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) rawat inap yang beroperasi 24 jam terutama di wilayah Lubuklinggau Utara dan Selatan.
"Untuk program kesehatan jemput bola, diutamakan bagi warga tidak mampu. Pasalnya masyarakat tidak mampu jangankan ke RS ke Pustu saja mereka tidak memiliki uang. Oleh sebab itu melalui helt call center ini semuanya bisa diatasi. Masyarakat yang sakit dan tidak mampu menelepon ke layanan jemput bola yang kita miliki, petugas datang dan memberikan pengobatan. Setelah itu mobil ini akan membuka pelayanan bagi warga sekitar, tentunya dengan adanya program ini banyak masyarakat yang menikmati," tambah Nanan.
Sedangkan untuk pengembangan RS Siti Aisyah saat ini Pemkot Lubuklinggau sudah memiliki desain, jadi jika pemerintah sudah memiliki dana bisa langsung dilakukan pembangunan sesuai dengan desain.
"Kalau kita dapat uang bangun sesuai dengan desain yang ada, jangan seperti selama ini jika ada uang bangunan di pojok sana, di pojok sini sehingga bentuknya kurang menarik," ucapnya.
Untuk program ekonomi ditahun 2014 ini, banyak sekali program pemerintah yang berpihak kepada pelaku industri. Seperti Mou atau nota kesepahaman dengan perbankan, kesepakatan-kesepakatan, pengembangan pariwisata, kawasan industri, Car free Day (CFD), pembangunan PKL Center, pembangunan City Gas, dan Pembentukan Perusahaan Daerah Linggau Bisa. Menurut Nanan pengembangan pariwisata sangat penting dalam menunjang perekonomian, dan PAD Kota Lubuklinggau.
"Pariwisata tidak dipadu dengan teknologi tidak akan maju, dan ini penting untuk menunjang perekonomian kita," ucapnya.
Dalam kesempatan ini Walikota Lubuklinggau juga memberikan kesempatan kepada peserta Raker Internal Pemkot Lubuklinggau untuk memberikan masukan dan pertanyaan. Nanan berpesan SKPD untuk kompak menjalankan program-program yang ada saat ini, hal ini bertujuan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, dan membangun Kota Lubuklinggau lebih baik lagi.(03)
GUNA menyatukan misi, dan merapatkan barisan serta menjaga kekompakan Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau menggelar Rapat Kerja (Raker) internal di Gedung Kesenian Sebiduk Semare Jalan Garuda Kelurahan Kayu Ara, Kecamatan Lubuklinggau Barat I, Senin (6/1).
Kegiatan ini dipimpin oleh Walikota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe didampingi Wakil Walikota Lubuklinggau, H Sulaiman Kohar, Sekda Kota Lubuklinggau H Parigan, dan dihadiri kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lingkungan Pemkot Lubuklinggau, camat, dan lurah. Dalam Raker Internal ini, kembali H SN Prana Putra Sohe menyampaikan program-program Pemkot Lubuklinggau ditahun 2014 yang harus dilaksanakan.
"Ada beberapa program lanjutan di tahun 2013, tahun ini tinggal melaksanakannya lagi. Namun diharapkan semua SKPD untuk selalu berinovasi guna memunculkan program-program unggul yang berpihak dan menyentuh langsung kepada masyarakat," kata Nanan sapaan akrab orang nomor satu di kota berslogan 'Sebiduk Semare' ini.
Beberapa program yang disampaikan dalam Raker Internal ini, baik dalam bidang agama pada tahun ini akan melanjutkan pembangunan dan penyatuan Masjid Agung As-salam dan Lapangan Merdeka, umrah gratis, dan beberapa program unggul dibidang keagamaan.
Dibidang pendidikan, melanjutkan pemberian kartu Linggau Bisa Pintar, pemberian reward kepada siswa dan guru berprestasi, menciptakan sekolah unggulan, pemberian seragam gratis, dan pembangunan ruang terbuka di setiap sekolah.
"Dilihat dari program ini sebagian pada tahun 2013 sudah kita jalani, dan akan dilanjutkan lagi pada tahun 2014 ini. Seperti pemberian kartu Linggau Bisa Pintar, untuk itu kepada Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Lubuklinggau melalui Satuan Tugas (Satgas) untuk kembali mendata ulang anak putus dan tidak bersekolah, kita carikan alternatif terbaik jangan sampai ada anak Kota Lubuklinggau yang putus sekolah," kata Nanan.
Selain itu, Nanan meminta setiap sekolah di Kota Lubuklinggau menjadi sekolah unggulan, bukan fokus pada beberapa sekolah saja. Sekolah diminta untuk kreatif, seperti pembentukan klub, komunitas dan sebagainya.
"Harus banyak kreasi dan inovatif yang dapat menjadikan sekolah itu unggul. Kalau reward untuk pelajar sudah kita jalankan sebelumnya, sedangkan untuk guru berprestasi kita usahakan untuk Strata tiga (S3)," ucapnya.
Sedangkan terkait bus pelajar yang baru akan di-launcing hari ini (Selasa,7/1), Nanan meminta semua pihak untuk mendukung, suami dari Hj Yetti Oktarina ini menyadari bahwa pasti akan ada kendala yang dihadapi dalam penerapan Bus Pelajar ini.
"Kita baru pertama kalinya, pasti ada cacatnya namun jangan sampai cacat sedikit ini mengorbankan banyak hal. Mari sama-sama kita perbaiki, agar kedepannya lebih baik lagi. Pasalnya dengan adanya bus pelajar ini banyak manfaat yang dapat diambil baik oleh pelajar, wali murid, maupun pengguna jalan yang lain. Selain mengurangi beban orang tua terhadap biaya transportasi, kita juga ingin mengurangi angka pengguna sepeda motor dikalangan pelajar. Pasalnya dalam UU sudah sangat jelas bahwa dibawah 17 tahun pengendara tidak memiliki SIM, termasuk pelajar," ungkapnya.
Sementara itu dibidang kesehatan, ditahun 2013 Pemkot Lubuklinggau telah menganggarkan untuk Helt Call Center yaitu mobil Jemput Bola dan realisasinya di tahun 2014, selain itu ada juga pengembangan dan peningkatan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) rawat inap yang beroperasi 24 jam terutama di wilayah Lubuklinggau Utara dan Selatan.
"Untuk program kesehatan jemput bola, diutamakan bagi warga tidak mampu. Pasalnya masyarakat tidak mampu jangankan ke RS ke Pustu saja mereka tidak memiliki uang. Oleh sebab itu melalui helt call center ini semuanya bisa diatasi. Masyarakat yang sakit dan tidak mampu menelepon ke layanan jemput bola yang kita miliki, petugas datang dan memberikan pengobatan. Setelah itu mobil ini akan membuka pelayanan bagi warga sekitar, tentunya dengan adanya program ini banyak masyarakat yang menikmati," tambah Nanan.
Sedangkan untuk pengembangan RS Siti Aisyah saat ini Pemkot Lubuklinggau sudah memiliki desain, jadi jika pemerintah sudah memiliki dana bisa langsung dilakukan pembangunan sesuai dengan desain.
"Kalau kita dapat uang bangun sesuai dengan desain yang ada, jangan seperti selama ini jika ada uang bangunan di pojok sana, di pojok sini sehingga bentuknya kurang menarik," ucapnya.
Untuk program ekonomi ditahun 2014 ini, banyak sekali program pemerintah yang berpihak kepada pelaku industri. Seperti Mou atau nota kesepahaman dengan perbankan, kesepakatan-kesepakatan, pengembangan pariwisata, kawasan industri, Car free Day (CFD), pembangunan PKL Center, pembangunan City Gas, dan Pembentukan Perusahaan Daerah Linggau Bisa. Menurut Nanan pengembangan pariwisata sangat penting dalam menunjang perekonomian, dan PAD Kota Lubuklinggau.
"Pariwisata tidak dipadu dengan teknologi tidak akan maju, dan ini penting untuk menunjang perekonomian kita," ucapnya.
Dalam kesempatan ini Walikota Lubuklinggau juga memberikan kesempatan kepada peserta Raker Internal Pemkot Lubuklinggau untuk memberikan masukan dan pertanyaan. Nanan berpesan SKPD untuk kompak menjalankan program-program yang ada saat ini, hal ini bertujuan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, dan membangun Kota Lubuklinggau lebih baik lagi.(03)


0 komentar:
Tulis komentar anda
Tell us what you're thinking... !