PASAR SATELIT – Agus Luse (50) pedagang ikan di Pasar Bukit Sulap (PBS) Kota Lubuklinggau, tewas diduga setelah berkelahi menggunakan senjata tajam dengan Iskandar Patin (50) juga pedagang ikan di tempat yang sama. Peristiwa tersebut terjadi, Sabtu (30/8) sekitar pukul 10.00 WIB di PBS Kelurahan Pasar Satelit, Kecamatan Lubuklinggau Utara II.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Linggau Pos menyebutkan setelah kejadian perkelahian tersebut, Agus Luse (50) tercatat warga Desa O Mangun Harjo, Kecamatan Tugumulyo Kabupaten Musi Rawas, tewas sebelum dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sobirin.
Sementara, Iskandar Patin (50) warga Jalan Lakitan Kelurahan Pasar Satelit, Kecamatan Lubuklinggau Utara II, luka di beberapa bagian tubuhnya sehingga dibawa ke RS Ar Bunda Kota Lubuklinggau.
Menurut Suryadi (53) yang juga pedagang ikan di PBS yang juga warga Jalan Bangka RT 02 Kelurahan Lubuklinggau Ilir, Kecamatan Lubuklinggau Barat II, awalnya dirinya tidak mengetahui adanya perkelahian namun dirinya sekitar pukul 10.30 WIB dipanggil oleh Agus Luse.
"Sewaktu saya mendekat, Agus meminta saya untuk mengantarnya ke rumah sakit. Saya sempat menanyakan siapa yang menusuknya dan dijawab Dar Patin. Setelah itu ia (Agus,red) duduk di kursi dan saya mencari mobil untuk mengantar Agus, ketika kendaraan sudah ada, saya melihat Agus terbatuk dan dari mulutnya mengeluarkan darah lalu langsung tersungkur ke tanah," jelas Suryadi yang membawa korban ke RSUD Dr Sobirin.
Adapun luka tusuk yang diderita korban Agus di leher kiri dan kanan serta bahu belakang bagian kiri, luka bacok di kepala belakang.
Pantauan Linggau Pos, sekitar pukul 11.00 WIB, mendapatkan informasi Iskandar Patin (50) warga Jalan Lakitan Kelurahan Pasar Satelit, Kecamatan Lubuklinggau Utara II, berada di rumah sakit AR Bunda karena luka tusuk yang dialaminya. Sesampainya di rumah sakit Ar Bunda, tampak tubuh Iskandar sedang dijahit oleh perawat untuk menutupi luka tusuk di bagian perut kiri, pundak kiri dan kanan, serta luka robek di perut sebelah kanan.
Iskandar masih tetap sadar dan terus melakukan komunikasi dengan sejumlah kerabatnya, sampai dengan dirinya hendak dilakukan operasi.
"Aku parah jugo mang, belakang dua depan duo," katanya.
Sekitar pukul 12.00 WIB, Iskandar dioperasi oleh dokter rumah sakit Ar Bunda. Sebelum dioperasi, Iskandar bersedia bercerita mengenai perkelahian antara dirinya dan Agus Luse.
Iskandar Patin dan Agus Luse memang berjualan ikan dan posisinya bersebelahan di los ikan PBS, lalu dirinya dipanggil oleh Agus untuk mengikutinya.
"Aku dipanggil Agus, ikut saya katanya. Sampai di los yang baru dibangun dan kosong, Agus ngomong katanya saya menantangnya dan langsung menusuk perut saya dengan pisau. Karena kena tusuk, saya juga balas menusuknya hingga kami akhirnya saling tusuk," kata Iskandar.
Usai duel berdarah itu, Iskandar pulang ke rumahnya sambil berlari lalu meminta kepada sejumlah tetangganya untuk diantar ke rumah sakit Ar Bunda.
Informasi yang berhasil dihimpun, diketahui kalau antara Agus Luse dengan Iskandar Patin sudah bermusuhan sejak lama, bahkan mereka beberapa bulan ini sudah tidak lagi saling tegur sapa, dan kalau ada masalah sedikit langsung panas.
Kapolres Lubuklinggau, AKBP Dover Christian Lumban Gaol melalui Kasat Reskrim, AKP Karimun Jaya mengatakan pihaknya usai menerima laporan adanya korban luka tusuk di RSUD Dr Sobirin langsung ke meluncur.
"Usai melakukan pendataan terhadap Agus Luse, anggota selanjutnya menuju PBS untuk melakukan olah TKP. Barang bukti yang berhasil kami amankan adalah dua bilah pisau, dan belum diketahui apakah milik Agus Luse atau Iskandar Patin," kata Karimun Jaya.
Ditambahkannya, salah seorang saksi juga melaporkan kejadian itu ke Polres Lubuklinggau melalui Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) dengan nomor LP B-820/VIII/Sumsel/Res Llg.
"Otomatis laporannya kita terima, dan sampai malam ini kami masih melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi. Untuk Iskandar masih berada di Rumah Sakit Ar Bunda dengan penjagaan ketat oleh anggota reskrim," jelas Karimun Jaya. (04)


0 komentar:
Tulis komentar anda
Tell us what you're thinking... !