*Diduga Berselingkuh dengan Tetangga
F TRIKOYO - Masyarakat Desa F Trikoyo, Kecamatan Tugumulyo, Kabupaten Musi Rawas, geger. Pasalnya warga berhasil menggerebek pasangan bukan suami istri yang sudah meresahkan masyarakat.
Penggerebekan itu dilakukan terhadap oknum PNS Pemkab Musi Rawas, Fachrudin (43), karena diduga sering berduaan dengan Wanita Idaman Lain (WIL) yang tidak lain tetangganya sendiri, Evi (32),
Ulah Fachrudin ini dilaporkan istri sahnya, Lismi Herawati (38) ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polsek Tugumulyo, Minggu (7/9).
Lismi, sapaan PNS di Pemkab Kepahiang, Provinsi Bengkulu melaporkan suaminya ke polisi karena geram bukan kepalang melihat tingkah suaminya, yang tercatat sebagai warga Desa F Trikoyo, Kecamatan Tugumulyo, diduga telah berselingkuh dengan tetangganya berstatus wanita beranak dua.
Kepada Linggau Pos, Minggu (7/9) perempuan berkerudung warga Perumnas Padang Lekat, Kabupaten Kepahiang, yang juga PNS di Puskesmas Globak, Pemkab Kepahiang menceritakan kemarin sekitar pukul 04.30 WIB ia menerima kabar suami yang tidak pernah tidur seranjang bersamanya sejak dua tahun silam, ditangkap warga karena diduga telah berselingkuh.
Peristiwa itu sendiri diduga terjadi di dalam rumah yang ia tempati. Warga yang melihat keduanya bermesraan langsung menggerebek keduanya.
Fachrudin masih berstatus suami sah Lismi Herawati ini, sempat mengancam warga menggunakan senjata tajam. Karena berusaha menangkapnya. Namun beruntung aksi tersebut tidak sampai melukai warga karena aparat kepolisian dari Polsek Tugumulyo segera mengamankan Fachrudin dan dibawa ke Polsek Tugumulyo.
“Saya hanya dapat informasi dari warga, saat itu saya sedang santai di rumah mendengar kabar demikian saya langsung ke Tugumulyo, dan melakukan kroscek sebelum melaporkan kejadian ini ke Polsek Tugumulyo atas perzinaan yang dilakukan suami saya,” jelas Lismi dengan nada gemas.
Masih kata Lismi, ini bukan kali pertama selingkuh dilakukan Fachrudin. Sebelumnya pembantunya sendiri juga diganggu demikian.
“Namun saya maafkan. Sama juga dengan pasangannya digerebek warga saat ini. Sabar ada batasnya, hingga kejadian ini terjadi dan akhirnya saya memilih untuk melaporkannya ke polisi. Saya ingin ini dapat memberikan efek jera bagi suami saya, agar tidak mengulangi perbuatan selingkuh seperti ini lagi," tegas Lismi dengan mata berkaca-kaca.
Ibu dua anak ini beralasan, dirinya pindah tugas ke Pemkab Kepahiang karena orang tuanya dalam keadaan sakit.
“Saya sudah 14 tahun membina rumah tangga dengan suami saya, dan 1 April 2012 lalu saya pindah tugas ke Kabupaten Kepahiang. Dengan kejadian ini saya akan bercerai dengannya, saya berharap polisi dapat menindaklanjuti laporan saya ini," ungkapnya.
Diwawancarai, Fachrudin didampingi Evi, mengaku bahwa dirinya kesepian ditinggal sang istri selama dua tahun.
"Evi yang datang ke rumah saya. Tapi kami tidak berbuat apa-apa. Saat warga datang ramai-ramai saya pikir ada rampok. Saya juga mengajukan proses cerai ke Pengadilan Agama,” jelasnya.
Soal itu, Kapolsek Tugumulyo, Iptu Suardi melalui Kanit Reskrim, Bripka Agus Kurniawan mengatakan pihaknya mendapatkan laporan terkait adanya warga yang digerebek warga telah berbuat mesum. Fachrudin ditangkap di luar rumahnya agar tidak terjadi hal yang tidak di inginkan, kedua orang tersebut sementara diamankan di Polsek Tugumulyo.
"Dari pengakuan warga, keduanya diduga telah melakukan hubungan suami istri. Dan keduanya kami amankan ke Polsek Tugumulyo untuk dimintai keterangan," katanya.
Sementara kerabat dari Fachrudin, Ari Narsa menyatakan Fachrudin bukan digerebek massa, tapi hanya kebetulan saja didapatkan di kediamannya.
“Tidak benar ia (Fachrudin, red) digerebek massa. Memang benar Fachrudin sudah dua tahun pisah dengan istrinya,” jelas Ari Narsa pada Linggau Pos.
Setelah memberikan keterangan pada polisi, Fachrudin sudah diperbolehkan pulang ke rumahnya.
“Fachrudin telah diminta keterangan oleh pihak kepolisian, dan sekarang ia sudah pulang ke rumah,” jelas Ari Narsa.
(06/15)


0 komentar:
Tulis komentar anda
Tell us what you're thinking... !