Pertamina-Hiswana Kesulitan Pantau HET - Linggau Pos | Jawa Pos Group
Berita Terbaru :
Home » » Pertamina-Hiswana Kesulitan Pantau HET

Pertamina-Hiswana Kesulitan Pantau HET

Diterbitkan Oleh Tribun Linggau pada Rabu, 17 September 2014 | 05.34



WATERVANG - Pemerintah RI menetapkan menaikan harga LPG tabung 12 kilogram (Kg), tentu berdampak pada penggunaan LPG (Liquefied Petroleum Gas) tabung 3 Kg. Seperti beralihnya pelaku industri diwajibkan menggunakan LPG tabung 12 Kg ke LPG tabung 3 Kg.

Ketua Hiswana Migas Kota Lubuklinggau, Winasta Ayu Duri melalui Bagian LPG, Andi kepada Linggau Pos, Selasa (16/9) mengakui peralihan ini kemungkinan besar akan terjadi. Namun sayangnya hingga saat ini Hiswana Migas belum mendata secara rinci, berapa persen peralihan tersebut.

“Kemungkinan itu pasti ada, tapi berapa besarnya masih belum terdata dan terlihat,” kata Andi.

Ditambahkan Andi, penyuplaian LPG tabung 3 Kg ke agen dan pangkalan berjalan dengan lancar. Tidak ada kendala. Yang menjadi masalah saat ini sulitnya memantau pengecer.

Untuk Harga Eceran Tertinggi (HET) LPG 3 Kg di pangkalan Rp 13.800, LPG tabung 12 Kg HET Rp.119.100. Untuk wilayah Kabupaten Musi Rawas dan Muratara tergantung jarak tempuh.

“Kalau pangkalan kami bisa pantau, namun yang menjadi kendala di pengecer menjual jauh di atas HET. Hal ini sering dimanfaatkan oknum pengecer untuk meraup untung besar. Kadang masyarakat juga sering salah kaprah, mereka beli di pengecer tapi di media mengaku beli di pangkalan jadi terkesan di Kota Lubuklinggau harga LPG tabung 3 Kg mahal,” jelas Andi.

Sementara itu, Depot Supply Point (DSP) LPG Pertamina Lubuklinggau, Dodi Anggriawan menegaskan pasokan LPG 3 Kg untuk lebih dari 20 pangkalan di Kota Lubuklinggau, Kabupaten Musi Rawas dan Muratara dijamin aman.

"Suplai kami tetap seperti biasa. Kisaran 519 ton per bulan. Jadi tidak terjadi peningkatan kuota suplai," jelas Dodi.

Dodi juga menegaskan berdasarkan survei yang dilakukannya, di tingkat pangkalan harga LPG 3 Kg masih pada kisaran Rp 16 ribu-Rp 17 ribu.

"Kami menyimpulkan kenaikan harga LPG 12 Kg belum berdampak signifikan, pada kenaikan LPG 3 Kg. Kami melihat tidak terjadi kelangkaan," jelas Dodi. 

Namun disayangkan, harga di tingkat pengecer kini mulai menyentuh Rp 20 ribu per tabung 3 Kg.

"Ini menjadi masalah karena Pertamina tidak bisa memantau perkembangan harga LPG hingga pengecer. Wewenang kami hanya sampai pada pangkalan. Jika ada pangkalan yang mematok LPG 3 Kg hingga lebih dari Rp 18 ribu bisa disanksi," tegasnya.

Dodi menyarankan konsumen yang mampu menjangkau pangkalan LPG lebih baik memilih  membeli LPG di pangkalan daripada di eceran.

*Pemerintah Sebaiknya Sosialisasi

    Secara terpisah, pengamat ekonomi Kota Lubuklinggau, Maulana mengatakan kenaikan LPG dan minyak secara beriringan dilakukan pemerintah untuk membantu Usaha Kecil Menengah (UKM) dalam mengembangkan usahanya.

    "Pemerintah membuat kebijakan ini tentu mempunyai tujuan. Saya menilai hasil dari keuntungan didapat akan digunakan untuk membantu UKM akan berkembang," jelasnya.

    Menurut Maulana, saat ini banyak sekali mafia-mafia Minyak dan Gas (Migas) yang memanfaatkan keuntungan dari hasil Migas untuk kepentingan pribadi. Sehingga berimbas kepada masyarakat kecil.

    "Pemerintah seharusnya terlebih dahulu melakukan sosialisasi untuk memberikan pengertian kepada masyarakat. Agar mereka mengerti tujuan dinaikkan tarif minyak dan gas. Sehingga masyarakat tidak keberatan dengan kebijakan yang diambil," jelas Maulana.

    Selain itu masyarakat tetap harus optimis dengan kebijakan pemerintah karena hasil didapat akan digunakan untuk masyarakat itu sendiri. (05/08)
Share this article :

0 komentar:

Tulis komentar anda

Tell us what you're thinking... !

Sedang Membaca

PEMBACA SETIA

 
Linggau Pos Jl. Jend. SudirmanNo. 89Kel. Batu Urip Taba
Kontak Person (0733) 322349
Copyright © 2013. Linggau Pos | Jawa Pos Group | Media Online Wong Sumatera
Hak Cipta MurahNian Oleh : Edi Design