Curi Lampu Jalan, Oknum PNS Dipecat - Linggau Pos | Jawa Pos Group
Berita Terbaru :
Home » » Curi Lampu Jalan, Oknum PNS Dipecat

Curi Lampu Jalan, Oknum PNS Dipecat

Diterbitkan Oleh Tribun Linggau pada Selasa, 07 Oktober 2014 | 00.01


*Nanan Pinta Polisi Usut Tuntas

KAYU ARA - ‘Nyanyian’ Anang Kasmir, orang tua Zulkifli, oknum PNS Kelurahan Belalau I diduga mencuri lampu jalan kalau ada oknum PNS lain diduga terlibat pencurian lampu jalan, menggelinding bagai bola salju.

Kabar terkini kasus pencurian lampu jalan diduga melibatkan oknum PNS lain yang bekerja di kelurahan dan SMA Negeri. Alhasil, mendengar kabar itu Walikota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe geram dibuatnya.

Nanan, sapaan Walikota Lubuklinggau menegaskan tidak ada sanksi lain bagi PNS pencuri lampu jalan itu selain dipecat.

"Ini artinya mereka (oknum PNS) sudah merusak tatanan pembangunan Kota Lubuklinggau. Saya sudah tegaskan kepada pihak kepolisian untuk usut ini kasus hingga tuntas dan ke akar-akarnya. Saya berharap kepolisian segera bertindak, karena kasus ini sudah cukup meresahkan, karena tidak hanya lampu hias, namun juga trafo yang diambil pencuri," kata Nanan kepada Linggau Pos, Senin (6/10).

Nanan menegaskan siapapun terlibat kasus pencurian ini, termasuk guru dan PNS harus ditangkap. Karena jelas jika terbukti bersalah, oknum tersebut dipecat dari jabatannya.

Mengapa bisa begitu? "Ya, Walikota hanya bisa memberi sanksi dengan memecat oknum PNS dari jabatannya, baik itu PNS ataupun guru. Mengenai sanksi pencopotan PNS nanti hukum memberhentikan, karena jika tuntutan diatas 5 tahun, jelas dipecat dari PNS," ungkap Nanan dengan nada gemas.

Sekedar mengingatkan, Anang Kasmir, orang tua Zulikifli secara jelas dan sadar menyebutkan, ada tiga PNS lagi yang diduga tidak ditangkap polisi. Anang memperkirakan tiga oknum PNS ini dilepaskan dengan cara memberikan uang damai.

“Saya mendapatkan informasi ini ada tiga PNS yaitu Satpam, guru dan PNS Kelurahan Jogoboyo, tapi kabarnya mereka tidak ditangkap dan sudah dilepaskan karena berdamai. Saya mempertanyakan ini, dan perlu ditegaskan Zulkifli itu bukan pelaku pencurian lampu jalan, tapi ia sebagai kenek beberapa hari ini,” ungkap Anang menuntut keadilan atas apa dialami keluarganya.

Bagi dirinya, kasus yang menimpa Zulkifli ini musibah untuk keluarganya, dan jangan sampai kasusnya berlarut-larut.


*Nanan Kecewa dengan PLN

    Selain itu, Nanan juga menjelaskan mengenai rasa kekecewaannya terhadap PLN. Menurutnya, PLN harus efektifkan koordinasi dengan Pemkot.

    "Masalah kelistrikan, termasuk hilangnya trafo atau lampu hias yang nantinya akan diserahkan ke PLN menjadi tugas bersama. Saya sedikit kecewa atas sikap PLN mengatakan tidak merasa dirugikan karena program tersebut milik pemerintah,  dan biaya pemasangan dan pemeliharaan diambil dari dana pajak PLN setiap bulannya," kata Nanan.

    Ia kembali menegaskan hibah setiap tahunnya dari Pemkot melalui APBD jauh lebih besar dibandingkan pajak PLN. Seharusnya PLN koordinasi, dan turut menjaga.

    "Setiap tahunnya Pemkot hibahkan anggaran minimal Rp 15 miliar, sedangkan PLN hanya Rp 1,4 miliar per tahun. Saya ingin ada koordinasi dari PLN dan Pemkot, kenapa aset sudah diserahkan ke PLN tidak hilang, sedangkan yang belum diserahkan bisa hilang? ini menjadi pertanyaan kita bersama," tegasnya.(12)

Share this article :

0 komentar:

Tulis komentar anda

Tell us what you're thinking... !

Sedang Membaca

PEMBACA SETIA

 
Linggau Pos Jl. Jend. SudirmanNo. 89Kel. Batu Urip Taba
Kontak Person (0733) 322349
Copyright © 2013. Linggau Pos | Jawa Pos Group | Media Online Wong Sumatera
Hak Cipta MurahNian Oleh : Edi Design