Desa Remban dan Lesung Batu Mencekam
Diterbitkan Oleh Tribun Linggau pada Rabu, 29 Oktober 2014 | 05.20
*Dipicu Perkelahian Warga
REMBAN - Keributan antar desa kembali terjadi di wilayah Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara). Kali ini antara warga Desa Remban melawan warga Desa Lesung Batu, Kecamatan Rawas Ulu, Kabupaten Muratara. Sehingga kondisi di dua desa kemarin sempat mencekam karena muncul kabar akan terjadi perkelahian lanjutan antar warga.
Apa masalahnya? Pangkal persoalan dipicu dari perkelahian antara Seman, warga Desa Lesung Batu dengan Amer, warga Desa Remban. Tempat Kejadian Perkara (TKP) berada di Timbangan Terpadu Rawas Ulu, tepatnya di Desa Surulangun Rawas Kecamatan Rawas Ulu, Selasa (28/10) sekitar pukul 17.00 WIB.
Berdasarkan informasi di lapangan, perkelahian kedua orang tersebut terjadi sekitar pukul 17.00 WIB. Saat Amer membawa mobil truk dan hendak melewati timbangan terpadu tersebut, dan ketika itu ia hendak membayar Rp 20 ribu per kendaraan. Tetapi pihak timbangan tidak mau sehingga terjadi cekcok mulut berujung pada perkelahian.
Nah, dalam aksi perkelahian korban Amer mengalami luka tusukan pisau diduga dilakukan Seman tepat mengenai bagian perut sehingga dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rupit, dan mendapatkan perawatan khusus. Tetapi pihak timbangan terpadu siap bertanggung jawab atas kejadian walaupun sekarang pihak desa Remban belum mau berdamai.
Pihak timbangan terpadu sebenarnya siap bertanggung jawab atas kejadian ini. Namun dari pihak Desa Remban tidak mau berdamai dan tidak menutup kemungkinan akan terjadi perkelahian antar warga desa.
Informasi didapatkan Linggau Pos, sekitar pukul 18.45 WIB telah dilakukan upaya perdamaian dihadiri Kapolsek Rawas Ulu, Iptu Diaz Oktora, Camat Rawas Ulu H Burlian bersama perangkatnya. Sementara dari masyarakat Lesung Batu diwakili oleh Semid, sedangkan dari Remban Giman. Namun hingga saat berita ini naik cetak warga dari Desa Lesung Batu masih berkumpul di timbangan terpadu.
Sementara itu, Wakapolres Musi Rawas, Kompol Kadarislam Kasim mengatakan hingga saat ini pihaknya masih melakukan pencarian terhadap tersangka Seman. Situasi dari dua kampung masih tegang terkait adanya perkelahian namun memang kejadian itu belum sempat meluas.
"Memang hingga sekarang masih terlihat ketegangan dari kedua desa. Di mana hingga saat ini mereka masih terpantau dan kita lihat berkumpul. Untuk warga Desa Lesung Batu di timbangan terpadu sedangkan warga Remban bersiaga di desa mereka sendiri,” jelas Kadarislam Kasim.
Ditambahkan Kadarislam Kasim, Kapolsek Rawas Ulu juga mengajak Camat bersama tokoh dari kedua desa berkumpul di Polsek guna meredam warga dari kedua desa ini. Agar jangan sampai terjadi konflik antar desa karena hal ini kalau tidak diantisipasi terlebih dahulu maka akan sangat rawan.
"Yang terpenting pertama-tama kita harus melakukan penegakan hukum terhadap kasus ini, sedangkan kalau ada upacara perdamaian lebih kita serahkan kepada keluarga bersangkutan," jelas Kadarislam Kasim.(04)
Label:
utama


0 komentar:
Tulis komentar anda
Tell us what you're thinking... !