Usai Diperiksa Bareskrim, Akisropi Mengaku Lupa
Diterbitkan Oleh Tribun Linggau pada Rabu, 29 Oktober 2014 | 05.20
*Diperiksa 10 Jam Soal Dugaan Suap CPNSD
JAKARTA – Penjabat Bupati Muratara, Sumatera Selatan (Sumsel), H Akisropi Ayub, kemarin (Selasa, 28/10) diperiksa Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri. Pemeriksaan ini lebih cepat satu hari dari informasi dilansir sebelumnya, pemeriksaan Akisropi Ayub akan diperiksa Rabu (29/10).
Kemarin, Akisropi diperiksa kurang lebih 10 jam. Saat itu Akisropi Ayub diperiksa sebagai saksi kasus dugaan suap penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil Daerah (CPNSD) 2014 di Kabupaten Muratara.
Usai diperiksa, Akisropi Ayub enggan berkomentar banyak saat coba dikonfirmasi wartawan. "No comment," katanya kepada wartawan di Bareskrim Polri.
Bahkan, saat dikonfirmasi tentang materi dan jumlah pertanyaan penyidik, Akisropi Ayub mengeluarkan jurus ampuh. "Lupa saya," katanya sembari terus berjalan ke arah mobil Honda CRV yang sudah menunggunya di depan halaman masuk Mabes Polri.
Sebelumnya, Direktur Tipidkor Bareskrim Mabes Polri Brigjen Ahmad Wiyagus, Selasa (28/10) mengatakan, Akisropi Ayub diperiksa karena dianggap mengetahui kasus ini.
"Dia diduga mengetahui kasus ini. Tidak mungkin kita periksa seseorang tanpa ada kaitannya," kata Wiyagus.
Dalam kasus ini ada empat orang yang dijadikan tersangka. Yaitu Kepala Bagian Umum Pemkab Muratara, M Rifa'i, Indra Hudin (warga Muratara), dan dua oknum polisi bernama Brigadir Muhamad Nazari (anggota Brimob Kelapa Dua Polda Metro Jaya) dan Aipda Hendri Edison (anggota timsus Polda Bengkulu).
Mereka ditangkap di Hotel Nala Sea Side, Bengkulu pada 14 September 2014 lalu lantaran dicurigai membawa uang Rp 1,99 Miliar. Belakangan diketahui bahwa uang itu hasil dari para peserta tes CPNSD untuk Rifa’i. Untuk CPNSD berijazah S1 diminta menyediakan Rp 200 juta, sedangkan pemilik ijazah D3 dimintai Rp 170 juta.
Rencananya uang tersebut akan dibawa ke Jakarta melalui jalur darat untuk melobi pejabat di Jakarta agar meloloskan para CPNS itu. Untuk itulah Rifa'i akan dikawal oknum polisi tersebut.
Saat dikonfirmasi atas perintah siapa Rifa’i melakukan itu, Akisropi Ayub membantahnya. "Tidak," tegasnya.(Net)
Label:
utama


0 komentar:
Tulis komentar anda
Tell us what you're thinking... !