Harga BBM Naik Isu Sensitif - Linggau Pos | Jawa Pos Group
Berita Terbaru :
Home » » Harga BBM Naik Isu Sensitif

Harga BBM Naik Isu Sensitif

Diterbitkan Oleh Tribun Linggau pada Jumat, 03 Oktober 2014 | 05.37


*Pertamina Cegah Penimbunan

LUBUKLINGGAU ILIR- Presiden terpilih, Jokowi Widodo (Jokowi) pada masa pemerintahannya periode 2014 hingga 2019, rencananya akan menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) hingga Rp 3.000 per liter. Jokowi pun siap menanggung risiko pada saat penerapan pada November 2014 mendatang

Wacana ini ternyata cepat menyebar ke seantero Indonesia, termasuk Kota Lubuklinggau. Meskipun belum banyak memberikan tanggapan tapi Junior Sales Executive Retail III, Satriyo Wibowo Wicaksono menjelaskan, meski pemerintah telah mewacanakan terjadinya kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium, dari Rp 6.500 menjadi Rp 9.500 termasuk isu yang sensitif.

“Saya memang belum bisa berkomentar banyak. Tapi saya menyadari, kenaikan BBM khususnya premium menjadi isu sensitif sekarang,” jelas Satriyo saat dihubungi Linggau Pos, Kamis (2/10).

Ia pun menegaskan, "Saat ini belum ada pemberitahuan maupun instruksi dari pemerintah ataupun pusat mengenai antisipasi kenaikan harga premium. Rata-rata suplai premium ke 15 Stasiun Pengisian Bahan Bakar untuk Umum (SPBU) masih 220-250 Kilo Liter (KL) per hari. Sementara untuk suplai solar berkisar 110-130 KL per hari," jelas Satriyo.

Dari pantauan di lapangan, lanjut Satriyo, permintaan dari SPBU masih normal. Hanya saja, jika menengarai terjadi lonjakan permintaan, Pertamina akan melakukan peninjauan agar di SPBU tidak terjadi krisis BBM.

"Kami akan mengantisipasi, jangan sampai ada oknum yang ingin memanfaatkan situasi ini. Maksudnya, Pertamina akan berupaya mencegah adanya penimbunan. Tapi lagi-lagi kami berharap ini tidak terjadi," sebutnya.

Sebagian masyarakat merasa keberatan dengan adanya wacana akan dinaikannya harga Premium dari Rp 6.500 menjadi Rp 9.500 per liter. Pasalnya jika harga premium mengalami kenaikan, maka harga kebutuhan lainnya juga akan mengalami kenaikan.

"Dengan harga Rp 6.500 per liter saja sudah terasa berat, apalagi kalau naik menjadi Rp 9.500. BBM ini berkaitan dengan kebutuhan lainnya, seperti sembako dan lainnya khususnya transportasi pasti langsung naik," kata Ahmad (48) salah seorang warga, Kamis (2/10).

Ditambahkan Ahmad, seharusnya pemerintah harus mempertimbangkan ulang wacana kenaikan BBM ini.

"Ini berdampak luas, jangan asal berwacana saja. Kalau sudah menyebar ke masyarakat pasti akan menimbulkan polemik," tegasnya. (05/01)
Share this article :

0 komentar:

Tulis komentar anda

Tell us what you're thinking... !

Sedang Membaca

PEMBACA SETIA

 
Linggau Pos Jl. Jend. SudirmanNo. 89Kel. Batu Urip Taba
Kontak Person (0733) 322349
Copyright © 2013. Linggau Pos | Jawa Pos Group | Media Online Wong Sumatera
Hak Cipta MurahNian Oleh : Edi Design