WATERVANG - Isu kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) selalu hangat diperbincangkan. Meski belum ada kejelasan tentang kepastian waktu kenaikan harga, kerisauan masyarakat tak dapat dipungkiri.
Bahkan menariknya kenaikan harga cabai dikaitkan menjadi salah satu dampak berkembangnya isu kenaikan BBM sejak sepekan terakhir.
Menanggapi ini, Ketua Hiswana Migas Lubuklinggau, Winasta kepada Linggau Pos, Kamis (6/11) menuturkan, pihaknya meminta kepada Polres Lubuklinggau dan Kota Lubuklinggau dapat meredam isu terus berkembang ini.
"Belum ada kejelasan kapan waktu kenaikan BBM. Memang isunya harga BBM Premium akan menjadi Rp 9.500 sementara Solar menjadi Rp 8.500. Namun ini belum jelas. Jadi blowup kabar ini yang setiap kali berkembang, dikhawatirkan mengakibatkan masyarakat bingung. Dan mengambil keputusan sepihak untuk mengantisipasi kenaikan. Padahal ini tidak dibenarkan," tuturnya.
Ia berharap, awak media memberikan informasi edukatif pada masyarakat. Agar jangan sampai terjadi penimbunan BBM.
Senada dengan itu, Junior Sales Executive Retail III, Satriyo Wibowo Wicaksono mengharapkan, masyarakat jangan khawatir atas isu kenaikan BBM.
"Beberapa hari terakhir, sejak pemberitaan membahas tentang kenaikan harga BBM, kami terus memantau ke lapangan. Semua ini langkah antisipasi agar tidak terjadi penimbunan. Kalau koordinasi dengan Polres Lubuklinggau memang belum. Karena sebagian besar SPBU terutama di Kota Lubuklinggau dan Kabupaten Musi Rawas belum menunjukkan kenaikan permintaan. Jika ada itu di luar daerah ini, yang jarak jangkau masyarakat ke SPBU jauh,” jelas Satriyo Wibowo Wicaksono.
Ia menyebutkan hingga kini suplai BBM premium ke SPBU per hari mencapai 150 kiloliter (Kl) untuk 20 SPBU. Sedangkan suplai BBM jenis solar ke SPBU masih kisaran 120 Kl per hari dan untuk suplai pertamax 32 Kl per pekan. (08/05)


0 komentar:
Tulis komentar anda
Tell us what you're thinking... !