![]() |
| TUTUP: Terlihat kios yang ada di bagian belakang Pasar B Srikaton banyak yang tutup lantaran tidak ada penjual yang mau berjualan di sana. |
TUGUMULYO - Setidaknya 60 kios Pasar Tradisional B Srikaton, Kecamatan Tugumulyo, Kabupaten Musi Rawas, ditinggalkan pedagang. Pasalnya pasar tersebut sepi pembeli.
Salah seorang staf bagian penagihan bulanan Perusahaan Daerah (PD) Pasar B Srikaton, Rahman mengatakan kios-kios kosong karena ditinggalkan pedagang yang menyewa kios, khususnya kios di bagian belakang. Kios yang ditempati hanya di bagian depan saja karena masih cukup ramai pembelinya.
“Banyak faktor yang menyebabkan kosongnya kios-kios di Pasar Tradisional B Srikaton. Disamping sepi pembeli, faktor lainnya minimnya fasilitas pasar. Selain itu kerangka atap sudah banyak yang rusak bahkan hampir roboh. Selain itu atapnya juga berlumut dan ditumbuhi rumput, jalan becek jika sudah turun hujan. Bagaimana pembeli mau berbelanja, jika kondisi pasar seperti ini. Sedangkan banyak alternatif lain untuk berbelanja," kata Rahman kepada Linggau Pos, Senin (13/1).
Banyaknya kios yang kosong memengaruhi pendapatan PD Pasar B Srikaton.
"Dengan banyaknya kios kosong, tentunya pemasukan kita (PD Pasar) berkurang, baik retribusi harian maupun sewa kios yang disetor pedagang perbulannya. Uang tersebut untuk kebutuhan operasional pasar, seperti untuk kebersihan dan keamanan,” tambah Rahman.
Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pasar (Disperindagsar) Kabupaten Musi Rawas, Yamin Pabli mengenai hal tersebut. Yamin mengatakan bahwa pihaknya saat ini sudah mengupayakan agar Pasar Tradisional B Srikaton tersebut untuk direnovasi agar lebih layak dan memadai untuk menarik peminat pembeli.
"Saat ini kita terus mengupayakan agar Pasar B Srikaton kembali efektif, salah satunya rencana pembangunan Pasar yang sudah kita ajukan melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) agar membantu sumbangan dana dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) untuk pembangunan Pasar di Kabupaten Musi Rawas, salah satunya Pasar B Srikaton," jelasnya Yamin.
Yamin mengatakan jika pengajuan dana APBN tersebut dicairkan, maka dana untuk pembangunan Pasar Tradisional B Srikaton cukup besar.
"Untuk pembangunan pasar jika cair dananya Rp10 miliar. Direncanakan pasar tersebut menjadi pasar semi modern," kata Yamin.
Yamin menghimbau kepada para pedagang untuk bersabar, karena saat ini masih dalam proses pengajuan di Kemendag. Jika nantinya terealisasi masih harus dipertimbangkan kemana para pedagang akan berjualan sementara waktu selama pasar akan direnovasi.
"Banyak hal yang juga harus kita pikirkan jika nantinya dana tersebut sudah ada, kita harus memikirkan lahan untuk tempat para pedagang berjualan sementara kios mereka sedang diperbaiki, agar mereka tetap bisa berjualan. Untuk pemilik kios nantinya akan tetap mendapatkan kios di tempat semula," tegas Yamin.(Mg03)
Salah seorang staf bagian penagihan bulanan Perusahaan Daerah (PD) Pasar B Srikaton, Rahman mengatakan kios-kios kosong karena ditinggalkan pedagang yang menyewa kios, khususnya kios di bagian belakang. Kios yang ditempati hanya di bagian depan saja karena masih cukup ramai pembelinya.
“Banyak faktor yang menyebabkan kosongnya kios-kios di Pasar Tradisional B Srikaton. Disamping sepi pembeli, faktor lainnya minimnya fasilitas pasar. Selain itu kerangka atap sudah banyak yang rusak bahkan hampir roboh. Selain itu atapnya juga berlumut dan ditumbuhi rumput, jalan becek jika sudah turun hujan. Bagaimana pembeli mau berbelanja, jika kondisi pasar seperti ini. Sedangkan banyak alternatif lain untuk berbelanja," kata Rahman kepada Linggau Pos, Senin (13/1).
Banyaknya kios yang kosong memengaruhi pendapatan PD Pasar B Srikaton.
"Dengan banyaknya kios kosong, tentunya pemasukan kita (PD Pasar) berkurang, baik retribusi harian maupun sewa kios yang disetor pedagang perbulannya. Uang tersebut untuk kebutuhan operasional pasar, seperti untuk kebersihan dan keamanan,” tambah Rahman.
Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pasar (Disperindagsar) Kabupaten Musi Rawas, Yamin Pabli mengenai hal tersebut. Yamin mengatakan bahwa pihaknya saat ini sudah mengupayakan agar Pasar Tradisional B Srikaton tersebut untuk direnovasi agar lebih layak dan memadai untuk menarik peminat pembeli.
"Saat ini kita terus mengupayakan agar Pasar B Srikaton kembali efektif, salah satunya rencana pembangunan Pasar yang sudah kita ajukan melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) agar membantu sumbangan dana dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) untuk pembangunan Pasar di Kabupaten Musi Rawas, salah satunya Pasar B Srikaton," jelasnya Yamin.
Yamin mengatakan jika pengajuan dana APBN tersebut dicairkan, maka dana untuk pembangunan Pasar Tradisional B Srikaton cukup besar.
"Untuk pembangunan pasar jika cair dananya Rp10 miliar. Direncanakan pasar tersebut menjadi pasar semi modern," kata Yamin.
Yamin menghimbau kepada para pedagang untuk bersabar, karena saat ini masih dalam proses pengajuan di Kemendag. Jika nantinya terealisasi masih harus dipertimbangkan kemana para pedagang akan berjualan sementara waktu selama pasar akan direnovasi.
"Banyak hal yang juga harus kita pikirkan jika nantinya dana tersebut sudah ada, kita harus memikirkan lahan untuk tempat para pedagang berjualan sementara kios mereka sedang diperbaiki, agar mereka tetap bisa berjualan. Untuk pemilik kios nantinya akan tetap mendapatkan kios di tempat semula," tegas Yamin.(Mg03)



0 komentar:
Tulis komentar anda
Tell us what you're thinking... !