*Terhambat Biaya Keberangkatan
MUSI RAWAS - Tertundanya pemberangkatan 45 orang calon jemaah umrah oleh Bupati Musi Rawas melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2013, akibat masalah biaya. Pasalnya, alokasi APBD 2013 untuk biaya keberangkatan Rp 21 juta per orang, sementara biaya yang diperkirakan pihak penyelenggara perjalanan umrah Rp 27 juta per orang. Meningkatnya biaya keberangkatan ibadah umrah di akhir tahun 2013 lalu, mengakibatkan rendahnya nilai tukar rupiah terhadap mata uang dolar.
Demikian disampaikan Bupati Musi Rawas, H Ridwan Mukti, melalui Kepala Bagian (Kabag) Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Pemkab Musi Rawas, Zoher Hasan kepada Linggau Pos, Jumat (17/1).
“Kita sudah menganggarkan melalui APBD Kabupaten Musi Rawas tahun 2013 Rp 21 juta per orang untuk 45 jemaah umrah, yang berasal dari 21 Kecamatan di Kabupaten Musi Rawas. Yang menjadi masalah ada kenaikan nilai tukar dolar terhadap rupiah yang cukup drastis, dari Rp 8 ribu menjadi Rp 12 ribu,” kata Zoher Hasan.
Menurut Zoher, Pemkab Musi Rawas sudah melakukan penambahan dana melalui dana Anggaran Biaya Tambahan (ABT) Kabupaten Musi Rawas tahun 2103, tetapi masih belum mencukupi.
“Kita sudah upayakan dengan menambahkan anggaran dari dana ABT sebesar Rp 3 juta, sehingga anggaran untuk kegiatan tersebut menjadi Rp 24 juta per orang. Namun pihak penyelenggara umrah belum menyanggupi dengan anggaran Rp 24 juta per orang jemaah, sebab dengan kenaikan nilai tukar dolar dengan rupiah saat itu juga belum mencukupi. Menurut pihak pelayanan jasa umrah biaya perjalanan per orang bisa menghabiskan Rp 27 juta per orang,” terang Zoher.
Karena masalah dana maka berdampak tertundanya keberangkatan 45 calon jemaah umrah tadi ke tanah suci Mekkah Al-Mukaromah dan ke tanah suci Madinah Al-Mukaromah. Tetapi jika tidak ada aral melintang, tahun ini (2014,red) 45 orang calon jemaah umrah tersebut akan berangkat.
“Insya allah, tahun anggaran 2014 kita sudah anggarkan dana ABT untuk alokasi kegiatan umrah tersebut, mudah-mudahan tidak terjadi kenaikan nilai tukar dolar terhadap rupiah lagi, dan anggaran kita mencukupi dan tahun ini bisa berangkat,” tegas Zoher.(Mg03)
MUSI RAWAS - Tertundanya pemberangkatan 45 orang calon jemaah umrah oleh Bupati Musi Rawas melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2013, akibat masalah biaya. Pasalnya, alokasi APBD 2013 untuk biaya keberangkatan Rp 21 juta per orang, sementara biaya yang diperkirakan pihak penyelenggara perjalanan umrah Rp 27 juta per orang. Meningkatnya biaya keberangkatan ibadah umrah di akhir tahun 2013 lalu, mengakibatkan rendahnya nilai tukar rupiah terhadap mata uang dolar.
Demikian disampaikan Bupati Musi Rawas, H Ridwan Mukti, melalui Kepala Bagian (Kabag) Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Pemkab Musi Rawas, Zoher Hasan kepada Linggau Pos, Jumat (17/1).
“Kita sudah menganggarkan melalui APBD Kabupaten Musi Rawas tahun 2013 Rp 21 juta per orang untuk 45 jemaah umrah, yang berasal dari 21 Kecamatan di Kabupaten Musi Rawas. Yang menjadi masalah ada kenaikan nilai tukar dolar terhadap rupiah yang cukup drastis, dari Rp 8 ribu menjadi Rp 12 ribu,” kata Zoher Hasan.
Menurut Zoher, Pemkab Musi Rawas sudah melakukan penambahan dana melalui dana Anggaran Biaya Tambahan (ABT) Kabupaten Musi Rawas tahun 2103, tetapi masih belum mencukupi.
“Kita sudah upayakan dengan menambahkan anggaran dari dana ABT sebesar Rp 3 juta, sehingga anggaran untuk kegiatan tersebut menjadi Rp 24 juta per orang. Namun pihak penyelenggara umrah belum menyanggupi dengan anggaran Rp 24 juta per orang jemaah, sebab dengan kenaikan nilai tukar dolar dengan rupiah saat itu juga belum mencukupi. Menurut pihak pelayanan jasa umrah biaya perjalanan per orang bisa menghabiskan Rp 27 juta per orang,” terang Zoher.
Karena masalah dana maka berdampak tertundanya keberangkatan 45 calon jemaah umrah tadi ke tanah suci Mekkah Al-Mukaromah dan ke tanah suci Madinah Al-Mukaromah. Tetapi jika tidak ada aral melintang, tahun ini (2014,red) 45 orang calon jemaah umrah tersebut akan berangkat.
“Insya allah, tahun anggaran 2014 kita sudah anggarkan dana ABT untuk alokasi kegiatan umrah tersebut, mudah-mudahan tidak terjadi kenaikan nilai tukar dolar terhadap rupiah lagi, dan anggaran kita mencukupi dan tahun ini bisa berangkat,” tegas Zoher.(Mg03)


0 komentar:
Tulis komentar anda
Tell us what you're thinking... !