TUGUMULYO – Kesadaran orang tua yang dikaruniai Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) memenuhi hak pendidikan makin meningkat. Tapi sayang, hal itu tak sebanding dengan perhatian pemerintah menyiapkan kecukupan Sumber Daya Manusia (SDM) guru Pendidikan Luar Biasa. Lebih dari belasan tahun, kondisi Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Musi Rawas kekurangan guru. Bahkan, formasi CPNSD 2013 pun, meniadakan peluang untuk sarjana PLB menjadi PNS.
Hal ini dipertanyakan Kepala SLBN Musi Rawas, Dwi Tugiantoro. Bukan berarti ketiadaan guru PLB lantas menghambat proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di SLBN Musi Rawas. Namun, alangkah baiknya dengan adanya guru yang benar-benar berlatar belakang PLB, mampu berkontribusi lebih banyak dalam menggali potensi siswa-siswi SLBN Musi Rawas, lebih kreatif, terampil dan berprestasi.
“Sejak beberapa tahun lalu hanya ada delapan guru PNS berlatar belakang PLB di SLBN Musi Rawas. Selebihnya, 16 guru dari sarjana umum,” ungkap Dwi.
Peraih gelar Sarjana PLB Universitas Negeri Padang (UNP) itu mengatakan, ia sangat bersyukur 16 guru ini dengan sabar mau mengabdi di SLBN Musi Rawas. Pasalnya, tidak mudah untuk bisa mempertahankan guru mengabdi di sekolah yang penuh tantangan itu.
“Idealnya empat siswa itu ditekel satu guru PLB. Khususnya siswa-siswi tuna grahita. Namun, kita imbangi dengan guru-guru ini diikutsertakan dalam Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) di tingkat Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel),” jelasnya.
Saat ini, SLBN Musi Rawas mendidik 38 murid SDLB, 18 siswa SMPLB, dan tujuh siswa SMALB. Dwi berharap, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Rawas memberikan prioritas bagi guru PLB untuk mendapatkan kesempatan menjadi PNS. (10)
Hal ini dipertanyakan Kepala SLBN Musi Rawas, Dwi Tugiantoro. Bukan berarti ketiadaan guru PLB lantas menghambat proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di SLBN Musi Rawas. Namun, alangkah baiknya dengan adanya guru yang benar-benar berlatar belakang PLB, mampu berkontribusi lebih banyak dalam menggali potensi siswa-siswi SLBN Musi Rawas, lebih kreatif, terampil dan berprestasi.
“Sejak beberapa tahun lalu hanya ada delapan guru PNS berlatar belakang PLB di SLBN Musi Rawas. Selebihnya, 16 guru dari sarjana umum,” ungkap Dwi.
Peraih gelar Sarjana PLB Universitas Negeri Padang (UNP) itu mengatakan, ia sangat bersyukur 16 guru ini dengan sabar mau mengabdi di SLBN Musi Rawas. Pasalnya, tidak mudah untuk bisa mempertahankan guru mengabdi di sekolah yang penuh tantangan itu.
“Idealnya empat siswa itu ditekel satu guru PLB. Khususnya siswa-siswi tuna grahita. Namun, kita imbangi dengan guru-guru ini diikutsertakan dalam Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) di tingkat Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel),” jelasnya.
Saat ini, SLBN Musi Rawas mendidik 38 murid SDLB, 18 siswa SMPLB, dan tujuh siswa SMALB. Dwi berharap, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Rawas memberikan prioritas bagi guru PLB untuk mendapatkan kesempatan menjadi PNS. (10)


0 komentar:
Tulis komentar anda
Tell us what you're thinking... !