![]() |
| WISATA : Anak didik RA Al-Amin tampak bahagia usai berhasil menaiki anak tangga di kaki Bukit Sulap, Kelurahan Ulak Surung, Kecamatan Lubuklinggau Utara II, Sabtu (18/1). |
ULAK SURUNG - Setiap tahun RA Al-Amin rutin mengadakan wisata edukasi. Awal semester genap tahun ajaran 2013/2014, Sabtu (18/1) lalu 151 anak diajak mentafakuri ciptaan Allah SWT di objek wisata air Terjun Temam dan Kaki Bukit Sulap Lubuklinggau.
Anak didik RA Al-Amin berdecak kagum sesampainya di Objek Wisata Air Terjun Temam, tepatnya di Kelurahan Air Temam, Kecamatan Lubuklinggau Selatan I.
didampingi orang tua dan guru, mereka begitu bersemangat menapaki anak tangga menuju objek wisata yang telah direhab oleh Pemkot Lubuklinggau itu.
Meski sedikit lelah naik turun anak tangga, namun orang tua cukup bahagia menyaksikan putra-putri mereka masih berusia di bawah lima tahun itu bisa menikmati keelokan ala mini.
Kepala RA Al-Amin, Minarni mengungkapkan, tema dalam wisata edukasi tahun ini memang wisata alam. Sehingga sengaja, pengelola RA Al-Amin mengajak anak-anak ke dua objek wisata yang pembangunannya semakin bagus itu.
“Kami dapat menyaksikan langsung keindahan dan kemegahan alam. Dengan hadir secara langsung, dekat dengan alam, semua panca indra terlibat untuk membuktikan alam begitu indah sehingga kita bertanggung jawab untuk selalu memeliharanya,” ungkap Minarni berharap dengan ajakannya terhadap anak-anak tetap menjaga kebersihan dua lokasi wisata tersebut.
“Kami melatih anak agar cinta pada lingkungan, terasah untuk bertanggung jawab pada dunia. Tak membuang sampah sembarangan atau merusak ekosistem yang ada menjadi pelajaran paling sederhana namun sangat penting,” ucapnya.
Sementara itu, pelajaran ketiga bisa diambil dari wisata edukasi ini adalah tentang disiplin, tanggung jawab, tidah mudah putus asa, serta berani mengambil keputusan dengan tepat. Karena, ketika melakukan pendakian menuju objek wisata air temam bahkan ke lembah Bukit Sulap seseorang dihadapkan pada banyak tantangan.
“Medan perjalanan sudah pasti menanjak, tidak rata, dan pastinya menguras tenaga. Jalur pendakian kerap tidak begitu jelas, dan banyak kali ditemukan persimpangan. Sering kali jurang terbentang di kiri atau kanan jalan setapak, menghentikan rencana perjalanan. Ini melatih mental sekaligus sikap saling menghargai anak satu dengan yang lainnya,” beber Minarni.
Untuk diketahui, RA Al-Amin merupakan salah satu lembaga pendidikan anak usia dini berada di Gang Kamboja, Kelurahan Marga Rahayu, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II. (10)
Anak didik RA Al-Amin berdecak kagum sesampainya di Objek Wisata Air Terjun Temam, tepatnya di Kelurahan Air Temam, Kecamatan Lubuklinggau Selatan I.
didampingi orang tua dan guru, mereka begitu bersemangat menapaki anak tangga menuju objek wisata yang telah direhab oleh Pemkot Lubuklinggau itu.
Meski sedikit lelah naik turun anak tangga, namun orang tua cukup bahagia menyaksikan putra-putri mereka masih berusia di bawah lima tahun itu bisa menikmati keelokan ala mini.
Kepala RA Al-Amin, Minarni mengungkapkan, tema dalam wisata edukasi tahun ini memang wisata alam. Sehingga sengaja, pengelola RA Al-Amin mengajak anak-anak ke dua objek wisata yang pembangunannya semakin bagus itu.
“Kami dapat menyaksikan langsung keindahan dan kemegahan alam. Dengan hadir secara langsung, dekat dengan alam, semua panca indra terlibat untuk membuktikan alam begitu indah sehingga kita bertanggung jawab untuk selalu memeliharanya,” ungkap Minarni berharap dengan ajakannya terhadap anak-anak tetap menjaga kebersihan dua lokasi wisata tersebut.
“Kami melatih anak agar cinta pada lingkungan, terasah untuk bertanggung jawab pada dunia. Tak membuang sampah sembarangan atau merusak ekosistem yang ada menjadi pelajaran paling sederhana namun sangat penting,” ucapnya.
Sementara itu, pelajaran ketiga bisa diambil dari wisata edukasi ini adalah tentang disiplin, tanggung jawab, tidah mudah putus asa, serta berani mengambil keputusan dengan tepat. Karena, ketika melakukan pendakian menuju objek wisata air temam bahkan ke lembah Bukit Sulap seseorang dihadapkan pada banyak tantangan.
“Medan perjalanan sudah pasti menanjak, tidak rata, dan pastinya menguras tenaga. Jalur pendakian kerap tidak begitu jelas, dan banyak kali ditemukan persimpangan. Sering kali jurang terbentang di kiri atau kanan jalan setapak, menghentikan rencana perjalanan. Ini melatih mental sekaligus sikap saling menghargai anak satu dengan yang lainnya,” beber Minarni.
Untuk diketahui, RA Al-Amin merupakan salah satu lembaga pendidikan anak usia dini berada di Gang Kamboja, Kelurahan Marga Rahayu, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II. (10)



0 komentar:
Tulis komentar anda
Tell us what you're thinking... !