*Pemkot Belum Pastikan Jumlah 
JAKARTA - Pemkab Musi Rawas (Mura) dipastikan tetap menerima CPNSD formasi 2014 dari pelamar umum hanya 103 orang. Jumlah ini sesuai formasi awal diterima dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB).
Keputusan itu ditetapkan setelah Pemkab Mura menerima persetujuan prinsip penerimaan CPNSD 2014 pada rapat kerja nasional (Rakornas) di kantor KemenPAN-RB Jakarta, Rabu (20/8).
Tapi, hingga kemarin jadwal pasti penerimaan CPNSD ini belum ditentukan, karena pasca Rakornas hasilnya akan dilaporkan pihak BKPP kepada Bupati Mura, H Ridwan Mukti. Menurut Kepala BKPP Kabupaten Mura, H Badaruddin melalui Kabid Pengadaan dan Penempatan Pegawai, Andjar Sudarisman pihaknya menerima hasil dari Rakornas tersebut. Karena memang persetujuan prinsip untuk penerimaan CPNSD menjadi syarat mutlak bagi daerah akan menyelenggarakan penerimaan pegawai baru.
Andjar, sapaannya menyebutkan Rakornas dipimpin oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Azwar Abubakar, dihadiri oleh kepala BKN, Rektor IPDN, perwakilan Kementerian Pendidikan Nasional, serta Sekda Kabupaten/Kota se-Indonesia. Rakornas itu memutuskan yang pertama untuk penerimaan CPNSD maupun penerimaan mahasiswa baru IPDN menggunakan fasilitas Computer Assisted Test (CAT).
“Ketentuan ini diberlakukan untuk seluruh Indonesia, di mana baik penerimaan CPNSD maupun IPDN mesti memakai CAT. Setelah itu baru pada hasil terakhir dilakukan penyerahan formasi CPNSD untuk Kabupaten/Kota termasuk Kabupaten Mura yang tetap memperoleh 103 formasi,” jelas Andjar pada Linggau Pos melalui ponsel, tadi malam.
Andjar membenarkan Pemkab Mura mendapatkan persetujuan prinsip untuk penerimaan CPNSD dari jalur umum. 103 formasi itu terdiri teknis 51, tenaga guru 30 orang, dan tenaga kesehatan 22 orang.
Setelah mendapatkan persetujuan ini, Andjar menyatakan pihaknya segera lapor ke Bupati Mura, dan nanti tinggal menunggu keluarnya pengumuman penerimaan dapat diakses melalui media online, dan juga media cetak lokal.
Selain itu, Andjar menjelaskan mengenai sistem CAT. "Dengan menggunakan sistem CAT sangat sulit untuk dirusak orang tidak bertanggung jawab, dan selain itu sebelumnya sistem CAT sudah pernah dipakai penerimaan CPNSD tahun 2013. Hasilnya real dan murni tidak adanya kecurangan maupun hal-hal tidak diinginkan," tegas Andjar.
Pria berperawakan sedang ini menambahkan, mengenai pendaftaran penerimaan CPNSD melalui online tidak akan mengalami gangguan jaringan.
"Karena bekerja sama dengan SSCCN BKN pusat kecil kemungkinan nantinya apabila akan ada gangguan," tambah Andjar.
*Pendaftaran CPNSD Lubuklinggau
Sementara itu, hingga Rabu (20/8) Para pencari kerja yang ingin menjadi PNS Kota Lubuklinggau, masih belum mengetahui kapan dibukanya pendaftaran CPNSD 2014. Hal ini karena belum adanya kesepakatan antara Pemkot dengan KemenPAN-RB.
Kabid Mutasi BKD Kota Lubuklinggau, Hasan Andrean saat dikonfirmasi via nomor pribadinya mengatakan saat ini Kepala BKD dan Sekretaris Daerah (Sekda) H Parigan masih berada di Jakarta, guna membahas masalah penerimaan CPNSD. Ia menyatakan sejauh ini kita mengusulkan 175 orang dari berbagai formasi untuk menjadi PNS di Kota Lubuklinggau.
Namun untuk berapa jumlah yang diterima kita juga belum mengetahui karena pertemuan dengan KemenPAN-RB baru dimulai siang ini (kemarin, red) di Jakarta.
Mengenai persiapan sejauh ini panitia sudah menyiapkan 200 Komputer untuk tes nanti. Untuk itu Hasan meminta kepada pelamar CPNSD untuk menunggu hasil keputusan dan KemenPAN-RB, dan jika keputusan tersebut sudah keluar maka secepatnya akan pemberitaan tersebut akan disebarluaskan.
Sementara itu temuan Linggau Pos di sejumlah warung internet (Warnet) banyak pencari kerja (Pencaker) antre untuk melihat pengumuman. Meski kemarin listrik padam tetapi pengelola warnet dengan menggunakan genset dapat mengoperasikan usahanya. Para pencaker itu nampak ramai guna melihat informasi seputar penerimaan CPNSD yang bisa diakses melalui internet. (15/02/13)
JAKARTA - Pemkab Musi Rawas (Mura) dipastikan tetap menerima CPNSD formasi 2014 dari pelamar umum hanya 103 orang. Jumlah ini sesuai formasi awal diterima dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB).
Keputusan itu ditetapkan setelah Pemkab Mura menerima persetujuan prinsip penerimaan CPNSD 2014 pada rapat kerja nasional (Rakornas) di kantor KemenPAN-RB Jakarta, Rabu (20/8).
Tapi, hingga kemarin jadwal pasti penerimaan CPNSD ini belum ditentukan, karena pasca Rakornas hasilnya akan dilaporkan pihak BKPP kepada Bupati Mura, H Ridwan Mukti. Menurut Kepala BKPP Kabupaten Mura, H Badaruddin melalui Kabid Pengadaan dan Penempatan Pegawai, Andjar Sudarisman pihaknya menerima hasil dari Rakornas tersebut. Karena memang persetujuan prinsip untuk penerimaan CPNSD menjadi syarat mutlak bagi daerah akan menyelenggarakan penerimaan pegawai baru.
Andjar, sapaannya menyebutkan Rakornas dipimpin oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Azwar Abubakar, dihadiri oleh kepala BKN, Rektor IPDN, perwakilan Kementerian Pendidikan Nasional, serta Sekda Kabupaten/Kota se-Indonesia. Rakornas itu memutuskan yang pertama untuk penerimaan CPNSD maupun penerimaan mahasiswa baru IPDN menggunakan fasilitas Computer Assisted Test (CAT).
“Ketentuan ini diberlakukan untuk seluruh Indonesia, di mana baik penerimaan CPNSD maupun IPDN mesti memakai CAT. Setelah itu baru pada hasil terakhir dilakukan penyerahan formasi CPNSD untuk Kabupaten/Kota termasuk Kabupaten Mura yang tetap memperoleh 103 formasi,” jelas Andjar pada Linggau Pos melalui ponsel, tadi malam.
Andjar membenarkan Pemkab Mura mendapatkan persetujuan prinsip untuk penerimaan CPNSD dari jalur umum. 103 formasi itu terdiri teknis 51, tenaga guru 30 orang, dan tenaga kesehatan 22 orang.
Setelah mendapatkan persetujuan ini, Andjar menyatakan pihaknya segera lapor ke Bupati Mura, dan nanti tinggal menunggu keluarnya pengumuman penerimaan dapat diakses melalui media online, dan juga media cetak lokal.
Selain itu, Andjar menjelaskan mengenai sistem CAT. "Dengan menggunakan sistem CAT sangat sulit untuk dirusak orang tidak bertanggung jawab, dan selain itu sebelumnya sistem CAT sudah pernah dipakai penerimaan CPNSD tahun 2013. Hasilnya real dan murni tidak adanya kecurangan maupun hal-hal tidak diinginkan," tegas Andjar.
Pria berperawakan sedang ini menambahkan, mengenai pendaftaran penerimaan CPNSD melalui online tidak akan mengalami gangguan jaringan.
"Karena bekerja sama dengan SSCCN BKN pusat kecil kemungkinan nantinya apabila akan ada gangguan," tambah Andjar.
*Pendaftaran CPNSD Lubuklinggau
Sementara itu, hingga Rabu (20/8) Para pencari kerja yang ingin menjadi PNS Kota Lubuklinggau, masih belum mengetahui kapan dibukanya pendaftaran CPNSD 2014. Hal ini karena belum adanya kesepakatan antara Pemkot dengan KemenPAN-RB.
Kabid Mutasi BKD Kota Lubuklinggau, Hasan Andrean saat dikonfirmasi via nomor pribadinya mengatakan saat ini Kepala BKD dan Sekretaris Daerah (Sekda) H Parigan masih berada di Jakarta, guna membahas masalah penerimaan CPNSD. Ia menyatakan sejauh ini kita mengusulkan 175 orang dari berbagai formasi untuk menjadi PNS di Kota Lubuklinggau.
Namun untuk berapa jumlah yang diterima kita juga belum mengetahui karena pertemuan dengan KemenPAN-RB baru dimulai siang ini (kemarin, red) di Jakarta.
Mengenai persiapan sejauh ini panitia sudah menyiapkan 200 Komputer untuk tes nanti. Untuk itu Hasan meminta kepada pelamar CPNSD untuk menunggu hasil keputusan dan KemenPAN-RB, dan jika keputusan tersebut sudah keluar maka secepatnya akan pemberitaan tersebut akan disebarluaskan.
Sementara itu temuan Linggau Pos di sejumlah warung internet (Warnet) banyak pencari kerja (Pencaker) antre untuk melihat pengumuman. Meski kemarin listrik padam tetapi pengelola warnet dengan menggunakan genset dapat mengoperasikan usahanya. Para pencaker itu nampak ramai guna melihat informasi seputar penerimaan CPNSD yang bisa diakses melalui internet. (15/02/13)


0 komentar:
Tulis komentar anda
Tell us what you're thinking... !