Penyalahgunaan Narkoba Marak - Linggau Pos | Jawa Pos Group
Berita Terbaru :
Home » » Penyalahgunaan Narkoba Marak

Penyalahgunaan Narkoba Marak

Diterbitkan Oleh Tribun Linggau pada Jumat, 22 Agustus 2014 | 05.33


DEMPO - Penyalahgunaan Narkoba baik itu sabu-sabu, ganja, ineks, ataupun obat-obatan di Kota Lubuklinggau dan Kabupaten Musi Rawas, sangat meresahkan warga. Narkoba sepertinya bukan barang asing lagi bagi sebagian besar orang yang sudah terjerumus pergaulan bebas. Terbukti dengan penangkapan bandar dan pemakai barang haram oleh pihak kepolisian.

Kapolres Lubuklinggau, AKBP Dover Christian Lumban Gaol melalui Kasat Narkoba, AKP Herman Regasa saat dikonfirmasi Kamis (21/8) mengatakan peredaran narkoba di Kota Lubuklinggau cukup memprihatinkan karena penggunanya bukan hanya orang dewasa saja. Anak-anak juga sudah banyak yang mengenal dan menggunakan narkoba.

"Narkoba sudah banyak beredar meski hampir setiap hari pengguna dan bandarnya dibekuk. Penyebabnya mudah untuk mendapatkan barang terlarang tersebut," kata Herman pada Linggau Pos.

Ia menjabarkan tingginya pengguna narkoba jenis sabu dan ganja dibuktikan dengan ditangkapnya lima orang warga Kota Lubuklinggau selama satu bulan terakhir. Sebagian dari mereka yang ditangkap mengaku hanya ikut-ikutan dan terkadang hanya bermotif agar mempunyai banyak teman.

“Jika berteman dengan orang-orang yang mengonsumsi narkoba mereka menganggap komunitas mereka sudah hebat dan orang lain bakal segan. Padahal itu salah karena narkoba bukan untuk kebanggaan, tapi narkoba itu penyakit harus diberantas," jelas Herman.

Senada dikemukakan oleh Kapolres Musi Rawas, AKBP Chaidir melalui Kasat Narkoba, AKP Ahmad Firdaus, buktinya selama satu bulan terakhir Satuan Narkoba Polres Musi Rawas berhasil menangkap tujuh orang pengguna dan bandar narkoba.

Menurut Ahmad Fauzi, ciri-ciri pengguna narkoba bisa dilihat dari apa yang digunakannya. Misalnya pecandu daun ganja cenderung lusuh, mata merah, kelopak mata selalu mengatup terus, doyan makan karena perut merasa lapar terus. Dan suka tertawa jika terlibat pembicaraan lucu.

“Kalau pecandu sabu-sabu gampang gelisah dan serba salah melakukan apa saja. Jarang mau menatap mata jika diajak bicara, mata sering jelalatan, karakternya dominan curiga. Apalagi pada orang yang baru dikenal, badan berkeringat, meski berada di dalam ruangan ber-AC, suka marah dan sensitif,” terangnya.

Sedangkan pecandu ineks atau ekstasi suka keluar rumah, selalu riang jika mendengar music house, wajah terlihat lelah, bibir suka pecah-pecah dan badan suka berkeringat, sering minder setelah pengaruh ineks hilang.

Sementara itu, Surmi (40) salah seorang warga Kelurahan Megang, Kecamatan Lubuklinggau saat dimintai tanggapan mengenai maraknya penangkapan pemakai maupun pengedar ganja mengaku khawatir dalam mendidik anak-anaknya.

Ibu dua anak ini mengatakan lebih ketat dalam melakukan pengawasan terhadap buah hatinya, karena kedua anaknya dalam masa remaja saat ini.

"Saat ini baik di koran atau di TV, banyak pemakai dan penjual narkoba tertangkap. Saya takut anak-anak saya yang umurnya masih muda, sangat gampang dipengaruhi. Saya harus hati-hati dan terus memantau dengan siapa anak saya berteman. Jangan sampai terjerumus dengan pemakaian obat-obatan terlarang," terang Surmi.(13/12)
Share this article :

0 komentar:

Tulis komentar anda

Tell us what you're thinking... !

Sedang Membaca

PEMBACA SETIA

 
Linggau Pos Jl. Jend. SudirmanNo. 89Kel. Batu Urip Taba
Kontak Person (0733) 322349
Copyright © 2013. Linggau Pos | Jawa Pos Group | Media Online Wong Sumatera
Hak Cipta MurahNian Oleh : Edi Design