Foto : Aulia Azan Siddiq/Linggau Pos
MENANGIS : FT (16) siswi SMKN 1 Lubuklinggau menangis menahan sakit pada tubuhnya, yang sebelumnya dikeroyok oleh delapan orang anggota Genk Barbie, Sabtu (23-8) di Lapangan Basket Unmura.
Tidak Senang Korban Pacari Siswa SMAN 8
AIR KUTI - Gank Barbie (Kelompok remaja putri,red) mulai meresahkan warga Kota Lubuklinggau. Salah satu ulah yang mereka buat dengan mengeroyok FT (16), siswi SMK Negeri 1 Lubuklinggau. FT menjadi korban pengeroyokan diduga dilakukan Genk Barbie berjumlah 8 orang di lapangan Basket Universitas Musi Rawas (Unmura), Kelurahan Air Kuti, Kecamatan Lubuklinggau Timur I, Sabtu (23/8) sekitar pukul 15.30 WIB.
Kejadian yang menghebohkan itu mengakibatkan FT, warga Jalan H Mat Nur RT 02 Kelurahan Muara Enim, Kecamatan Lubuklinggau Barat I, babak belur. Ia mengalami luka memar pada pinggang kanan, punggung kanan, paha kanan, lecet di bagian dada dan sakit pada kepala atas.
Diceritakan korban FT, kejadian itu berawal saat dirinya berpacaran dengan BM (17) siswa SMA Negeri 8 Lubuklinggau. Diduga Genk Barbie tidak senang korban berpacaran, lalu sempat memukul korban, namun korban tidak melaporkannya ke polisi.
FT tidak menyangka ternyata empat orang anggota Genk Barbie mendatangi rumahnya dan meminta maaf.
Korban berkata kalau sudah memaafkannya. Selanjutnya mereka mengajak korban keluar, sebagai tanda permintaan maaf namun sempat ditolak korban karena tidak diperbolehkan orangtuanya keluar, tapi mereka terus mendesak hingga korban mengikutinya.
Ketika di perjalanan Jalan Lingkar Selatan, ternyata muncul lagi beberapa orang lainnya. Sehingga FT berniat untuk melompat dari motor itu, namun urung dilaksanakan karena anggota Genk Barbie langsung menambah kecepatan motor.
Sesampainya di Tempat Kejadian Perkara (TKP) ternyata sudah ada anggota Genk Barbie lainnya menunggu. Mereka langsung mendekati korban serta memukulinya bahkan sampai menjambak rambut korban. Saat korban tergeletak tidak berdaya, mereka malah menginjak pinggang FT.
Sementara itu ayah korban, Fauzi (41) membenarkan kejadian itu.
“Handphone anak saya juga sempat mau dirampas, namun berhasil dipertahankan,” kata Fauzi.
Ia menambahkan dirinya baru mengetahui anaknya ini kejadian tersebut dari temannya SS (16) bahwa anaknya dikeroyok dan saat ini sedang berada di RSUD Siti Aisyah. Mendengar hal itu, langsung Fauzi mendatangi rumah sakit dan melihat anaknya.
Setelah mendapatkan perawatan di RSUD Siti Aisyah, korban akhirnya diperbolehkan pulang oleh dokter. Selanjutnya Fauzi memutuskan untuk melaporkan kejadian ini ke pihak berwajib. Serta berharap orang yang mengeroyok anaknya dapat ditangkap dan dihukum sesuai dengan perbuatannya.
Kapolres Lubuklinggau, AKBP Dover Christian Lumban Gaol melalui Kasat Reskrim, AKP Karimun Jaya mengatakan pihaknya telah mendapatkan laporan tentang pengeroyokan itu.
“Karena masih dibawah umur selanjutnya korban bersama dengan saksi yang mengetahui kejadian itu di bawa ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA). Kasusnya masih ditangani penyidik,” jelas Karimun Jaya.(04)


0 komentar:
Tulis komentar anda
Tell us what you're thinking... !