*Geledah Kantor dan Rumah Penjabat Bupati Muratara
RUPIT - Tim penyidik Bareskrim Mabes Polri melakukan penggeledahan kantor Bupati Muratara dan kediaman penjabat Bupati Muratara, H Akisropi Ayub, Rabu (15/10).
Penggeledahan ini diduga menindaklanjuti kasus tertangkap Kabag Hukum Setda Muratara, MR oleh Polda Bengkulu beberapa waktu lalu, karena membawa uang Rp 2 miliar diduga untuk penyuapan CPNSD Kabupaten Muratara.
Meski didatangi ‘tamu istimewa’ kemarin, Akisropi Ayub tidak berada di tempat. Informasi didapatkan Akisropi sedang dinas luar (DL) ke Jakarta untuk menghadiri pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI, Joko Widodo dan Jusuf Kalla.
Pantauan wartawan di lapangan, kedatangan tim penyidik Bareskrim Mabes Polri dibantu pihak Polda Bengkulu dan Polres Musi Rawas di kantor Bupati Muratara, Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Kelurahan Muara Rupit, Kecamatan Rupit, sekitar pukul 11.30 WIB. Tim penyidik Bareskrim langsung melakukan pemeriksaan dan penggeledahan. Sedangkan pihak Polres Musi Rawas melakukan penjagaan di luar kantor
Penyidik Bareskrim Mabes Polri langsung melakukan penggeledahan di ruangan Bagian Umum, Bagian Hukum Organisasi serta Bagian Kepegawaian dan Diklat. Bahkan terakhir melakukan pemeriksaan dokumen di ruangan penjabat Bupati Muratara, H Akisropi Ayub. Kemudian sekitar pukul 15.30 WIB kegiatan penyidikan selesai, dan mereka langsung pulang. Tetapi tampak mereka membawa sejumlah map dan kantong plastik diduga berkas dan alat-alat bisa dijadikan alat bukti.
"Kegiatan ini dari Mabes Polri untuk menindaklanjuti rangkaian penyidikan," kata salah seorang tim penyidik Bareskrim Mabes Polri, Kompol Bhakti dengan singkat. Ia enggan diwawancarai awak media. Sembari melambaikan tangan kanannya tanda menolak, atau belum mau untuk dikonfirmasi mengenai kedatangannya ke Pemkab Muratara atau kantor Bupati.
Sama halnya dengan AKBP Richard, juga tim penyidik Bareskrim Mabes Polri mengatakan untuk kejelasan kedatangan pihaknya ke Pemkab Muratara meminta awak media konfirmasi ke Pemkab Muratara.
"Silakan koordinasi dengan Pemkab Muratara," katanya langsung menaiki kendaraan untuk kembali pulang.
*Gemparkan Tetangga
Malam harinya, kediaman penjabat Bupati Muratara, H Akisropi Ayub di didatangi tim penyidik Bareskrim Mabes Polri. Kedatangan penyidik tidak ayal membuat puluhan warga di Jalan Kenanga II, Kelurahan Batu Urip, Kecamatan Lubuklinggau Utara II, Rabu (15/10) sekitar pukul 20.30 WIB, mendadak gempar. Pasalnya puluhan aparat kepolisian, baik berseragam preman maupun berseragam lengkap mendatangi rumah diketahui ditempati oleh Penjabat Bupati Muratara, H Akisropi Ayub. Warga terlihat bertanya-tanya dan melongok di depan rumah mewah berlantai dua itu.
Apa yang sebenarnya terjadi di rumah pribadi orang nomor satu di Pemkab Muratara? Di lokasi juga terlihat mobil berplat nomor polisi di luar Provinsi Sumatera Selatan. Diantaranya Toyota Avanza warna Silver B 1881 NF, Kijang Innova warna silver B 1639 KOO dan mobil nopol B 1621 KOO Kijang Innova warna silver, selebihnya 4 mobil, berplat nomor polisi dari Provinsi Sumatera Selatan.
Tampak Wakapolres Lubuklinggau, Kompol Adhi Setyawan, berseragam polisi berada di lokasi kejadian. Berikut dengan belasan anggota polisi dari Polres Lubuklinggau lainnya.
Enam penyidik diantaranya diketahui berasal dari Jakarta merupakan Tim penyidik dari Bareskrim Mabes Polri, diduga berkaitan dengan diamankannya Kabag Hukum Setda Muratara, MR atas kasus uang Rp 2 miliar oleh Polda Bengkulu beberapa waktu lalu di Kota Bengkulu.
"Diduga hal ini berkaitan dengan uang Rp 2 miliar. Seperti itulah. Kita hanya membantu untuk permisi ke punya rumah," kata Kapolres Lubuklinggau AKBP Dover Christian Lumban Gaol melalui Wakapolres Lubuklinggau, Kompol Adhi Setyawan kepada Linggau Pos, Rabu (15/10), saat diminta keterangan di Mapolres Lubuklinggau malam itu.
Adhi sapaan akrabnya juga mengatakan, ia belum dapat membeberkan apa saja yang dilakukan anggota Bareskrim Mabes Polri di Kota Lubuklinggau, yang diketahui sejak pukul 17.00 WIB dan baru selesai sekitar pukul 20.30 WIB.
"Kita hanya bantu pihak Mabes Polri minta izin kepada pemilik rumah terkait tugas itu. Semua berjalan lancar kita tidak tahu apa yang penyidik lakukan di dalam kita hanya di luar rumah saja," jelas Adhi.
Berdasarkan pantauan, selesai keluar dari kediaman pribadi Akisropi Ayub, tim penyidik dari Bareskrim Mabes Polri membawa map. Selanjutnya masuk ke dalam mobil Kijang Innova silver B 1639 KOO yang sudah menunggu di luar pagar rumah persis di pinggir jalan.
Selain itu, terdapat pula mobil yang dinaiki tim Bareskrim Mabes Polri yakni Kijang Innova warna abu-abu B 16211 KOO, Toyota Avanza warna hitam B 1881 NF. Dikawal pula mobil Toyota Yaris warna putih BG 2007 HY yang kemudian mobil tersebut langsung meluncur ke Mapolres Lubuklinggau.
Sementara itu, saat dikonfirmasi salah seorang dari rombongan Mabes Polri tersebut diduga ketua tim penyidik dari Bareskrim Mabes Polri, enggan menyebutkan identitasnya. Meski demikian ia sempat mengungkapkan hasil dari penggeledahan yang mereka lakukan di dua tempat berbeda. Yaitu di kantor Bupati Muratara dan kediaman pribadi H Akisropi Ayub, mengamankan beberapa berkas-berkas yang nantinya akan dibawa ke Jakarta untuk dipelajari.
"Langsung ke Polres saja, dan berkas yang dibawa akan segera dipelajari," kata pria yang sedang membawa tas sandang warna hitam itu sembari masuk ke dalam mobil.
Pukul 23.00 WIB tim penyidik dari Mabes Polri tersebut meninggalkan Mapolres Kota Lubuklinggau, dan diduga langsung meluncur ke Jakarta.(04/06)


0 komentar:
Tulis komentar anda
Tell us what you're thinking... !